Baru 53 Hari Kerja, Tidak Tepat Dijadikan Indikator Kegagalan

- Publisher

Selasa, 3 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah. Foto: INIKEPRI.COM

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang sama sekali tidak anti atau alergi terhadap kritik. Sebab kritik dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan terhadap peningkatan layanan publik.

Namun Teguh menyatakan terdapat perbedaan yang nyata antara kritik, dengan hujatan. Kritik umumnya berisi kalimat koreksi yang memberi masukan untuk perbaikan. Sementara hujatan lebih cenderung berisi justifikasi negatif dengan tujuan mengejek.

“Saya mendapat kiriman artikel suatu media online, judulnya dalam 100 hari kerja pasangan Lis-Raja belum satupun terealisasi. Saya baca, namun isi beritanya justru sama sekali tidak disebutkan apa saja program Lis-Raja yang menurut penulisnya itu  tidak terealisasi. Isi beritanya justru menginformasikan program 100 hari Lis-Raja, yang juga kurang tepat. Baru 53 hari kerja. Dan jika 100 hari sekalipun, tidak tepat jika dianggap gagal,” kata Teguh, Minggu (31/5).

BACA JUGA:  Pemko Tanjungpinang dan Dekranasda Gaungkan Gerakan Bangga Produk Lokal

Dalam berita itu, pernyataan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dikutip tanpa menyebutkan darimana kutipannya diambil, atau kapan wartawan melakukan wawancara. Wali kota sendiri menyatakan tidak pernah diwawancara oleh media tersebut. Teguh menilai isi beritanya justru memaparkan sebagian rencana kerja wali kota, namun judul beritanya bernada hujatan.

Dalam artikel di media yang sama, Teguh juga membaca judul berita lain yang menyatakan sejak dipimpin Lis Darmansyah pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang terjun bebas pada diangka 3,7 persen. Menariknya, isi berita justru mengambil kutipan dari media lain yang mendeskripsikan langkah strategis peningkatan ekonomi yang dilaksanakan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Judul berita dengan tulisan lebih besar, saya nilai sebagai ejekan bukan kritik. Pasangan Lis – Raja baru dilantik pada tanggal 20 Februari lalu. Jika dihitung hari kerja, Senin (2/6) nanti baru masuk 53 hari kerja. Tentu tidak fair menyatakan pasangan kepala daerah yang baru 53 hari kerja memimpin, membuat pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang jadi hancur lebur. Baru 53 hari kerja, atau anggaplah sudah 100 hari sekalipun, tentu komponen yang tidak tepat dijadikan indikator penyebab turunnya pertumbuhan ekonomi ,” jelas Teguh.

BACA JUGA:  Endang Abdullah Terpilih Sebagai Wakil Wali Kota Tanjungpinang

Teguh mengajak rekan pers selaku pilar keempat demokrasi untuk bersama-sama membangun daerah dengan membangun opini positif masyarakat. Lebih jauh Teguh mengatakan tidak mudah menjadi kepala daerah dalam kondisi defisit anggaran saat ini. Program dan rencana kerja wali kota dan wakil wali kota terpilih, ucapnya, tentu harus disesuaikan dengan ketersediaan pembiayaan.

“Tidak ingin cengeng, wali kota dan wakil wali kota tidak ingin membeberkan apa yang menyebabkan defisit anggaran terjadi. Dalam 53 hari kerja ini, wali kota justru telah melaksanakan program 100 hari kerja non fisik meliputi sektor komunikasi dan informasi, sektor pendidikan, dan tata kelola pemerintahan,” ungkap Teguh.

BACA JUGA:  Lis Ingatkan Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih di Tempat yang Layak

Penyediaan nomor layanan pengaduan masyarakat, memfasilitasi media sosial sebagai saluran komunikasi dua arah, penyebaran informasi lebih masif, dan promosi program kegiatan pemerintah kota. Di sektor pendidikan, program wajib mengaji sudah berjalan, LKS digital dalam proses perampungan, literasi digital, dan kegiatan non fisik lainnya.

“Sektor tata kelola pemerintahan, paling banyak disentuh. Membangun sistem pengaduan publik online, pelatihan bagi ASN, meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi publik, sampai peningkatan disiplin kerja ASN. Dan semua kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa dukungan anggaran. Tidak mudah menjadi wali kota dalam kondisi defisit saat ini. Namun the show must go on,” beber Teguh.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Bupati Natuna Suntik Semangat Kontingen Porprov VI Kepri 2026, Bonus Atlet Berprestasi Disiapkan
Amsakar Optimistis Batam Pertahankan Juara Umum Porprov Kepri 2026, Targetkan 150 Emas
BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik
Asah Pengetahuan dan Kemampuan Siswa, Pusmaneta Gelar Semarak Bulan Bahasa
Bukan Sekadar Lari! BTN Kepri Moon Run 2026 Siap Guncang Tanjungpinang
Sepuluh Gerai Alfamart Direncanakan Hadir di Tanjungpinang, Pemko Prioritaskan Warga Tempatan
Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan
Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:44 WIB

Amsakar Optimistis Batam Pertahankan Juara Umum Porprov Kepri 2026, Targetkan 150 Emas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:10 WIB

BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Asah Pengetahuan dan Kemampuan Siswa, Pusmaneta Gelar Semarak Bulan Bahasa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Bukan Sekadar Lari! BTN Kepri Moon Run 2026 Siap Guncang Tanjungpinang

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Sepuluh Gerai Alfamart Direncanakan Hadir di Tanjungpinang, Pemko Prioritaskan Warga Tempatan

Berita Terbaru