INIKEPRI.COM – Ajang BTN Kepri Moon Run 2026 tak hanya menjadi wadah bagi para penggemar olahraga lari, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat Kota Tanjungpinang.
Hingga Senin (26/10/2026), jumlah peserta yang telah mendaftarkan diri mencapai sekitar 2.900 orang dari target 3.000 pelari. Dengan demikian, kuota pendaftaran yang tersisa diperkirakan hanya sekitar 100 peserta.
BTN Kepri Moon Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026. Tingginya antusiasme peserta menjadi peluang bagi Tanjungpinang untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism di Kepulauan Riau.
Race Director BTN Kepri Moon Run 2026, Eddy Rivana, mengatakan jumlah pendaftar terus meningkat dan kini mendekati target yang telah ditetapkan panitia.
“Saat ini sudah terdaftar sekitar 2.900 peserta, tinggal sekitar 100 slot lagi,” ujar Eddy, Senin (26/10/2026), sebagaimana dikutip dari RRI.
Padukan Olahraga dengan Atraksi Budaya
BTN Kepri Moon Run 2026 mengusung tema Cultural Heritage Tourism in Riau Islands. Konsep ini memadukan kegiatan olahraga dengan pengenalan kekayaan budaya serta destinasi wisata yang ada di Kota Tanjungpinang.
Panitia menyiapkan dua nomor perlombaan, yakni lari 5 kilometer dan 10 kilometer. Kategori yang dipertandingkan mencakup peserta umum putra-putri serta pelajar.
Tidak hanya berlari, peserta juga akan disuguhi sejumlah atraksi budaya di sepanjang lintasan. Atraksi tersebut meliputi drum band di kawasan Tugu Sirih, pertunjukan kompang di Museum Tanjungpinang, serta barongsai di kawasan vihara.
Rute lomba juga akan melewati kawasan Titik Nol Kilometer Tanjungpinang, salah satu lokasi ikonik yang menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas kota kepada para pelari.
Kehadiran berbagai pertunjukan tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta. Selain mengikuti perlombaan, pelari dapat menikmati suasana kota sekaligus mengenal keberagaman budaya masyarakat Kepulauan Riau.
Ribuan Peserta Berpotensi Gerakkan UMKM
Penyelenggaraan BTN Kepri Moon Run 2026 juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Kedatangan ribuan peserta, termasuk mereka yang berasal dari luar daerah, berpotensi meningkatkan permintaan terhadap berbagai layanan dan produk lokal.
Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, parkir, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sejumlah bidang yang berpeluang merasakan manfaat dari penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Eddy Rivana mengatakan, semakin banyak orang yang datang ke Tanjungpinang, semakin besar pula peluang terjadinya perputaran uang di daerah itu.
“Semakin banyak orang datang maka terjadi perputaran uang. UMKM, hotel, parkir, hingga sektor usaha lainnya akan ikut bergerak,” katanya.
Dampak ekonomi tersebut dapat muncul melalui pengeluaran peserta untuk akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, serta kebutuhan lainnya selama berada di Tanjungpinang.
Karena itu, penyelenggaraan ajang olahraga berskala besar seperti Moon Run dinilai memiliki potensi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama apabila kunjungan peserta turut mendorong mereka menjelajahi destinasi wisata dan pusat usaha lokal.
Persiapan Pelaksanaan Capai 80 Persen
Dari sisi penyelenggaraan, Eddy menyebut persiapan BTN Kepri Moon Run 2026 telah mencapai sekitar 80 persen. Panitia kini memasuki tahap finalisasi kebutuhan logistik menjelang hari pelaksanaan.
Panitia juga akan menyosialisasikan rekayasa lalu lintas sekitar satu pekan sebelum kegiatan berlangsung. Langkah ini diperlukan karena sejumlah ruas jalan di pusat Kota Tanjungpinang direncanakan ditutup sementara selama tiga hingga empat jam untuk mendukung kelancaran perlombaan.
Informasi mengenai pengaturan lalu lintas tersebut penting disampaikan lebih awal agar masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan dan aktivitasnya selama kegiatan berlangsung.
Panitia berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, baik dari sisi perlombaan, keamanan peserta, maupun pengaturan mobilitas masyarakat.
Melanjutkan Antusiasme Tahun Sebelumnya
BTN Kepri Moon Run juga melanjutkan antusiasme peserta yang terlihat pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Pada 27 Desember 2025, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, didampingi Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura dan Komisaris Independen Bank BTN Pietra Machreza, melepas ribuan peserta BTN Kepri Moonrun 2025 di depan Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau.
Saat itu, sebanyak 3.300 peserta mengikuti perlombaan yang terbagi dalam dua kategori, yakni 10 kilometer dengan 700 pelari dan 5 kilometer dengan 2.600 pelari.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan lari di Kepulauan Riau. Pada 2026, penyelenggara tidak hanya menargetkan partisipasi pelari, tetapi juga ingin memperkuat keterkaitan antara olahraga, pariwisata, dan kebudayaan.
Dengan jumlah pendaftar yang telah mendekati target, BTN Kepri Moon Run 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan Tanjungpinang kepada lebih banyak pengunjung sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Keberhasilan kegiatan ini nantinya tidak hanya diukur dari kelancaran perlombaan dan jumlah peserta, tetapi juga dari sejauh mana kunjungan tersebut memberikan manfaat bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha lokal.
Penulis : DI
Editor : IZ

















