INIKEPRI.COM – Di sudut Kota Batam, tepatnya di Tanjungriau, berdirilah sebuah rumah sederhana yang menyimpan banyak harapan dan doa. Panti Asuhan Aini bukan sekadar tempat tinggal bagi anak-anak yang kehilangan orang tua, melainkan medan perjuangan kecil tempat iman dan cita-cita dipelihara.
Jumat itu, rumah kecil itu kedatangan tamu mulia— Erlita Amsakar, Ketua TP-PKK Kota Batam. Di tengah kesibukan sebagai istri pemimpin daerah, ia meluangkan waktu bukan hanya untuk hadir, tapi untuk menyapa dengan hati, memeluk dengan kasih, dan membangkitkan semangat dengan kalimat penuh makna.
“Anak-anakku, kalian bukan yatim di mata Allah. Sebab kasih sayang-Nya lebih luas dari lautan. Teruslah berdoa dan menuntut ilmu, karena Allah akan membukakan jalan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh,” ucap Erlita dengan suara lembut namun membangkitkan getar di hati yang mendengarnya.
Dalam pertemuan yang singkat itu, ia juga mengingatkan akan pentingnya menjaga akhlak dan menjauhi maksiat, terutama bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan. Ia mengajak anak-anak untuk tetap bertakwa dan menjadikan ilmu sebagai cahaya hidup.
Sebagai bentuk perhatian, Hj. Erlita menyerahkan bantuan berupa sembako dan paket gizi anak. Bukan nilainya yang utama, tapi cinta yang menyertainya. Karena sedekah yang lahir dari keikhlasan, akan menjadi berkah yang mengalir hingga akhirat.
Ustadz Sendi, pengasuh panti, menyambut hangat dan menyampaikan rasa syukur.
“Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang lebih besar. Kami di sini menjaga amanah—membesarkan mereka bukan hanya dengan nasi, tapi dengan nilai iman dan kesabaran. Kehadiran Ibu Erlita menjadi penguat semangat kami,” katanya haru.
Anak-anak itu tersenyum. Mereka tahu, meski tak lagi punya ayah atau ibu, mereka masih punya Tuhan yang Mahakasih, dan pemimpin yang peduli.
Penulis : RP
Editor : IZ

















