INIKEPRI.COM – Kasus penipuan yang mengatasnamakan tokoh politik kembali terjadi di Kota Batam. Kali ini, nama Ketua DPC Partai Hanura Kota Batam, H. Raja Hery Mokhrizal, S.H., M.H., dicatut oleh pelaku tidak bertanggung jawab untuk melancarkan modus penipuan melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Pelaku menggunakan nomor tidak dikenal untuk menghubungi target, menawarkan pekerjaan fiktif di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Batam. Dalam aksinya, pelaku menyamar sebagai Ketua Hanura Batam dan mengarahkan korban untuk menghubungi “pejabat” lainnya, yang juga ternyata merupakan akun palsu.
Skenario penipuan ini berujung pada permintaan transfer uang ke rekening pribadi dengan dalih biaya administrasi. Korban diminta mentransfer dana ke rekening BNI 1934659624 atas nama Mohd. Syafrizal Sitompul. Setidaknya, dua kader Partai Hanura telah menjadi korban dalam kasus ini.
“Sudah ada dua kader kami yang tertipu. Mereka adalah Ketua PAC Sekupang, Giman, yang mengalami kerugian Rp1 juta, dan Ketua PAC Batam Kota, M. Sadar, dengan kerugian mencapai Rp3,5 juta,” ujar Ketua Bapilu Partai Hanura Kota Batam, Herdiansyah, S.T., dalam keterangannya, Rabu (25/6/2025).
Herdiansyah menegaskan bahwa seluruh pesan yang mengatasnamakan Ketua DPC Hanura Batam dan menawarkan pekerjaan adalah penipuan. Ia mengimbau kepada masyarakat maupun kader partai agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan melalui WhatsApp, terlebih jika disertai permintaan uang.
Pihaknya juga telah mengambil langkah-langkah koordinatif untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian agar segera ditindaklanjuti secara hukum.
“Kami mengingatkan kembali, jangan langsung percaya jika menerima pesan dari nomor asing mengaku pejabat atau tokoh. Verifikasi dulu ke nomor resmi yang kami miliki. Jangan ragu untuk melapor,” tambah Herdiansyah.

Maraknya Penipuan Digital
Kasus ini menambah panjang daftar kejahatan digital yang marak terjadi di Tanah Air. Modus penipuan melalui aplikasi pesan kini semakin variatif, kerap menyasar masyarakat yang awam teknologi dan memanfaatkan nama tokoh publik untuk meningkatkan kepercayaan.
Para pelaku biasanya menggunakan foto profil, nama lengkap, serta gaya bahasa formal agar tampak meyakinkan. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa modus ini tak hanya menyasar satu partai politik atau satu instansi saja.
Pakar keamanan digital menyarankan agar masyarakat selalu berhati-hati terhadap pesan yang menawarkan kemudahan, pekerjaan, hadiah, atau donasi, apalagi bila mengarah pada permintaan data pribadi atau uang.
Langkah Pencegahan
Partai Hanura Batam kini tengah memperkuat sistem komunikasi internal untuk meminimalisir risiko penipuan serupa. Edukasi terhadap kader dan masyarakat juga akan terus dilakukan.
Adapun kepada korban, Herdiansyah memastikan partai akan memberikan dukungan dalam proses hukum.
“Ini bukan hanya soal kader atau partai, ini soal bagaimana kita melindungi masyarakat dari praktik kejahatan digital yang terus berevolusi,” tegasnya.
Penulis : IZ

















