INIKEPRI.COM – Fase pemulangan jemaah haji ke Tanah Air kini memasuki gelombang kedua. Kamis pagi (26/6/2025), sebanyak 441 jemaah haji Embarkasi Batam dari Kloter 14 (BTH-14) telah tiba dengan selamat di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kloter ini terdiri dari jemaah asal Provinsi Jambi, tepatnya dari Kota Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kota Sungai Penuh. Mereka menempuh perjalanan dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada 25 Juni 2025 pukul 18.50 WAS dan mendarat di Batam pada 26 Juni 2025 pukul 08.27 WIB dengan menggunakan Pesawat Saudi Airlines (SV5630).
Dalam laporannya, Ketua Kloter BTH-14, Arpah Muhammad Amin, menjelaskan bahwa jemaah terdiri dari 195 laki-laki dan 246 perempuan, yang terbagi dalam 11 rombongan dan 43 regu. Sayangnya, empat jemaah dari kloter ini wafat di Tanah Suci.
Sebagai informasi, secara keseluruhan, hingga gelombang kedua ini, tercatat 28 jemaah haji dari berbagai provinsi telah wafat, masing-masing dari Jambi (12 orang), Riau (8), Kalbar (5), dan Kepri (3).
Berbeda dengan gelombang pertama, jemaah asal Jambi tidak lagi singgah di Asrama Haji Batam, melainkan langsung diberangkatkan ke daerah asal mereka. Penerbangan lanjutan menuju Jambi dijadwalkan pada pukul 13.30 WIB di hari yang sama.
Di tengah kisah kepulangan ini, hadir sosok yang menginspirasi banyak orang. Darma, seorang jemaah haji tertua asal Jambi yang berusia 93 tahun. Ditemui sesaat setelah turun dari pesawat, ia terlihat tetap bugar, bahkan tanpa bantuan kacamata masih fasih membaca Al-Qur’an. Darma berangkat haji ditemani oleh anak menantunya, dan tak henti-hentinya mengucap syukur.
“Pengen berangkat lagi melaksanakan umrah bersama anak dan cucu,” ujar Darma penuh harap, senyum tak pernah lepas dari wajahnya yang teduh.
Ketika ditanya doa apa yang dipanjatkan selama di Tanah Suci, ia menjawab singkat namun menyentuh:
“Ingin sehat selalu, bisa menyelesaikan seluruh ibadah, dan bisa pulang.”
Darma juga membagikan amalan sederhana yang selalu ia jaga selama hidupnya yaitu, rajin salat berjamaah di surau. Amalan yang terlihat biasa, namun menjadi kunci keteguhan imannya hingga usia senja.
Kepulangan para tamu Allah ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi keluarga yang menanti, tapi juga menghadirkan kisah-kisah haru, keteladanan, dan refleksi spiritual yang mendalam. Semoga seluruh jemaah haji yang telah tiba kembali ke Tanah Air senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan atas ibadah hajinya.
Penulis : RP
Editor : IZ

















