INIKEPRI.COM — Tahun Baru Islam 1447 Hijriah menjadi momen reflektif sekaligus pengingat untuk memperbanyak amal kebaikan. Memaknai momentum istimewa ini, Yayasan Asma Husnul Khatimah menggelar kegiatan sosial bertajuk “Berbagi untuk Sesama, Menyambut Hijrah Menuju Kebaikan” pada Sabtu, 28 Juni 2025 di Belakangpadang, Kota Batam.
Dalam kegiatan tersebut, yayasan menyalurkan santunan kepada 75 anak yatim-piatu serta pemberian beras kepada puluhan janda dan kaum duafa yang tersebar di beberapa titik di Belakangpadang. Suasana hangat dan haru menyelimuti acara yang digelar sederhana namun penuh makna tersebut.
Ketua Yayasan Asma Husnul Khatimah, Syahrul Alim, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian yayasan terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan. Tahun Baru Hijriah, lanjutnya, bukan sekadar pergantian kalender Islam, tetapi sebuah momentum untuk memperkuat semangat berbagi dan memperbaiki hubungan antar sesama manusia.
“Kami tidak ingin momen 1 Muharram berlalu begitu saja. Justru ini saat yang tepat untuk mengajak masyarakat kembali pada nilai-nilai keikhlasan, empati, dan kepedulian sosial. Santunan ini bukan sekadar memberi, tapi juga bentuk doa dan dukungan agar anak-anak yatim serta para janda dan kaum duafa tetap semangat menjalani kehidupan,” ujar Syahrul Alim dalam sambutannya.
Acara berlangsung dengan lancar dan disambut antusias oleh masyarakat sekitar. Selain pembagian santunan, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah singkat yang mengangkat tema “Hijrah Menuju Kebaikan”, mengajak seluruh peserta untuk menjadikan tahun baru Islam sebagai titik awal perubahan diri yang lebih baik, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga sosial.
Para penerima manfaat pun tampak bersyukur dan haru atas perhatian yang diberikan. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan rasa terima kasih karena di tengah kesulitan hidup, masih ada lembaga sosial yang peduli dan hadir memberikan uluran tangan.
Yayasan Asma Husnul Khatimah sendiri dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya di wilayah Belakangpadang dan sekitarnya. Program-program rutin seperti santunan, bantuan sembako, pengajian, hingga pemberdayaan masyarakat terus dijalankan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap lingkungan sosial.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi semangat baru bagi semua pihak. Jangan tunggu mampu untuk berbagi, karena terkadang ketulusan jauh lebih berharga daripada jumlah,” tutup Syahrul Alim.
Dengan kegiatan ini, Yayasan Asma Husnul Khatimah ingin menegaskan bahwa makna hijrah bukan sekadar berpindah secara fisik, tetapi juga tentang peningkatan kualitas iman, amal, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Penulis : DI
Editor : IZ

















