INIKEPRI.COM – Keceriaan, haru, dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan sunatan massal yang digelar di Masjid Nurul Anwar, Sei Temiang, Batam, Minggu (29/6/2025).
Acara yang diinisiasi oleh Paguyuban Barak1605 Batam ini semula menargetkan 50 peserta, namun antusiasme warga begitu tinggi hingga jumlah anak yang ikut serta bertambah menjadi 58 orang.
Sejak pagi, suasana masjid tampak semarak. Anak-anak, sebagian dengan wajah tegang, sebagian lagi penuh tawa bersama teman-temannya, berdatangan didampingi orang tua mereka. Beberapa terlihat menangis saat memasuki ruang tindakan, namun suasana hangat dan dukungan dari relawan serta keluarga membuat mereka merasa lebih tenang dan berani.

Tak hanya menjadi momen penting dalam tumbuh kembang anak, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan hiburan bagi warga. Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan seni tradisional barongan dan jaranan. Alunan musik khas dan atraksi para penari membuat suasana menjadi semarak dan penuh kegembiraan. Anak-anak yang telah selesai disunat pun tampak lebih rileks saat menikmati hiburan yang disuguhkan.
Ketua Barak1605, Nur Fauzi—yang akrab disapa Brewok—mengungkapkan rasa syukur atas lancarnya kegiatan ini.
“Kami tidak menyangka jumlah peserta akan bertambah. Ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan sosial seperti ini sangat dibutuhkan dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Harapan kami, sunatan massal ini bisa menjadi agenda tahunan dan menjangkau lebih banyak keluarga,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan bingkisan dan uang saku kepada seluruh peserta. Kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerja sama erat antara pengurus Masjid Nurul Anwar, tokoh masyarakat, dan para donatur, serta dukungan dari berbagai elemen komunitas.

Tak hanya itu, sejumlah paguyuban lain juga hadir meramaikan acara, seperti KPBK, BOLER, NJUNGSEMI, SIKAP, PKBK, KPK, KOPRAL, serta anggota DPRD Kota Batam, M. Rizky Aji Perdana, yang turut memberikan dukungan moral kepada anak-anak peserta sunatan.

Kegiatan ini tidak hanya meninggalkan bekas luka kecil sebagai simbol kedewasaan, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan dan kepedulian sosial yang besar. Bagi banyak keluarga, acara ini menjadi berkah karena meringankan beban biaya, sementara bagi anak-anak, ini menjadi momen keberanian yang akan dikenang seumur hidup.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















