INIKEPRI.COM — Dalam beningnya Kamis pagi (3/7/2025) di Kampung Ponjen, Tanjung Riau, langkah-langkah kecil berjalan perlahan menuju gerbang kedewasaan. Sebanyak 140 anak dari berbagai penjuru Kecamatan Sekupang berkumpul dalam satu momen yang tak hanya meninggalkan jejak medis, tetapi juga kenangan penuh haru dan harapan.
Sunatan massal yang digelar di halaman belakang Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Tanjung Riau itu menjadi momentum tahunan yang dinanti. Senyum canggung, tangan menggenggam erat ayah dan ibu, dan bisikan doa bersahut-sahutan dengan irama jantung yang berpacu.
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, hadir menyapa satu per satu peserta. Bukan hanya sambutan formal yang ia bawakan, tapi juga motivasi penuh ceria agar semangat anak-anak tetap menyala meski rasa takut menghampiri.
“Ini bukan sekadar sunat. Ini langkah awal menuju tanggung jawab sebagai pria dewasa. Semoga kalian tumbuh menjadi anak-anak yang beriman, kuat, dan penuh kasih,” ujar Iman, suaranya lembut, matanya teduh menyapu barisan anak-anak yang duduk dalam balutan kain sarung.
Dalam sambutannya, Iman juga menekankan pentingnya keberlangsungan program sosial seperti ini. “Banyak keluarga terbantu. Di tengah tekanan ekonomi, sunatan massal menjadi oase yang meringankan,” katanya.
Menurut Ketua Panitia, Widi, tahun ini merupakan pencapaian yang membanggakan. “Jika tahun lalu hanya 86 peserta dari satu kelurahan, tahun ini menjangkau seluruh Sekupang dengan total 140 anak,” jelasnya.
Pendaftaran dibuka selama sebulan penuh dan panitia melibatkan 11 tenaga medis dari Puskesmas Sekupang. Setiap anak tak hanya mendapatkan layanan sunat gratis, tetapi juga bingkisan serta uang saku sebagai penyemangat.
Salah satu orang tua peserta, Anwar, datang dari Kampung Bukit Batu, Kelurahan Tanjung Pinggir. Dengan wajah lega, ia mengungkapkan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, anak pertama saya, Sultan, bisa ikut. Kalau sunat sendiri, biayanya lumayan. Ini sangat membantu. Saya daftar seminggu lalu, dan alurnya sangat mudah,” katanya sembari memeluk anaknya yang baru saja dikhitan.
Semburat haru menyelimuti udara Sekupang pagi itu. Dalam jerit tangis dan rasa perih, terselip tawa, keberanian, dan cinta yang mengalir tulus—dari warga, dari pemimpin, dan dari semesta yang menyaksikan anak-anak ini melangkah menuju babak baru kehidupan.
Penulis : IZ

















