INIKEPRI.COM – Proyek ambisius pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam kini berada dalam sorotan tajam. Badan Pengusahaan (BP) Batam memberi sinyal akan meninjau ulang kerja sama dengan PT Bandara Internasional Batam (BIB) menyusul molornya pembangunan Terminal Dua, salah satu proyek vital dalam transformasi bandara tersebut.
Hal ini mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara BP Batam dan Komisi VI DPR RI yang digelar di Jakarta belum lama ini. Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengungkapkan bahwa sejak 2021 Bandara Hang Nadim tidak lagi dikelola oleh Badan Usaha Bandar Udara (BUBU), melainkan dialihkan kepada konsorsium PT BIB yang terdiri dari Incheon International Airport Corporation (Korea Selatan), Wijaya Karya (WIKA), dan Angkasa Pura I.
“Sudah empat tahun dikelola oleh konsorsium, namun kami tidak ingin terlalu menoleh ke belakang. Yang lebih penting sekarang adalah bagaimana menata ulang pengelolaan bandara ke depan,” kata Amsakar di hadapan anggota dewan.
Meski tidak merinci permasalahan yang dihadapi, Amsakar memberi isyarat bahwa sejumlah proyek penting—termasuk Terminal Dua—belum berjalan sesuai rencana, dan BP Batam kini sedang menyusun langkah penataan ulang sembari mengupayakan penambahan anggaran dari pusat.
Terminal Dua Belum Jelas, PT BIB Dapat Sorotan
PT BIB resmi mengelola Bandara Hang Nadim sejak 1 Juli 2022 untuk jangka waktu 25 tahun, dengan total investasi mencapai Rp6,9 triliun. Salah satu pilar utama dalam kesepakatan adalah pembangunan Terminal Penumpang Dua yang diperuntukkan bagi rute internasional, termasuk keberangkatan haji dan umrah. Proyek ini memiliki nilai investasi awal sebesar Rp2,4 triliun.
Pembangunan sempat dicanangkan melalui seremoni groundbreaking pada 30 Mei 2024, dengan janji rampung dalam dua tahun. Namun, sejak Agustus 2024, progres proyek mulai tersendat. Pikri Ilham Kurniansyah, yang kala itu masih menjabat sebagai Direktur Utama PT BIB, mengungkapkan bahwa kendala utama terletak pada belum rampungnya Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut.
“DED belum disetujui oleh tim engineering, dan itu menyebabkan keterlambatan,” ujar Pikri pada saat itu. Ia menambahkan bahwa desain melibatkan pihak luar negeri, sehingga prosesnya lebih kompleks.
Namun sejak itu, perkembangan proyek nyaris tidak terdengar. Bahkan pada Mei 2025, Pikri digantikan oleh Annang Sethia Budi sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT BIB.
BP Batam Akan Kaji Ulang Perjanjian Konsesi
Kepala Biro Umum BP Batam Muhammad Taofan membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian ulang terhadap kerja sama dengan PT BIB. Kajian ini didasarkan pada beberapa proyek yang tertunda, salah satunya Terminal Dua.
“Ada sejumlah kewajiban dalam perjanjian yang semestinya sudah dilaksanakan sejak lama. Ini menjadi perhatian pimpinan dan sedang kami evaluasi,” jelas Taofan di Batam pada Selasa (15/7/2025).
PT BIB Klaim Komitmen Masih Kuat
Menanggapi hal ini, Pjs Dirut PT BIB Annang Sethia Budi menyampaikan bahwa pihaknya tetap berkomitmen terhadap seluruh tanggung jawab proyek yang disepakati, mulai dari renovasi Terminal Satu, pembangunan Terminal Dua, pengembangan terminal kargo baru, hingga peningkatan rute penerbangan internasional.
“Fasilitas Terminal Satu sudah kami benahi, mulai dari lobi, check-in, area bagasi, hingga ruang tunggu penumpang. Kami pastikan kenyamanan meningkat,” tegas Annang.
Mengenai Terminal Dua, ia menjelaskan bahwa pembangunan fisik dijadwalkan dimulai pada 2026, dan saat ini PT BIB masih melakukan koordinasi intensif dengan jajaran baru di BP Batam. Pembangunan terminal kargo baru juga sedang diupayakan agar bisa segera operasional, sehingga terminal lama bisa dibongkar untuk memberi ruang bagi Terminal Dua.
Penulis : DI
Editor : IZ

















