INIKEPRI.COM – Sebuah langkah penuh harapan ditempuh Ananda Fahmi, remaja asal Desa Mamud, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, yang kini resmi menjadi santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Mukhlasin Musai. Ia tercatat sebagai santri perdana dari desanya yang menempuh pendidikan agama di lembaga yang dikelola Yayasan Baitul Mukhlasin Lingga.
Keputusan Fahmi untuk mondok tak hanya menjadi catatan penting bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi generasi muda di daerah-daerah kepulauan Lingga, khususnya Senayang dan wilayah-wilayah pemekarannya.

“Insyaallah, Yayasan Baitul Mukhlasin Lingga melalui Ponpes Baitul Mukhlasin Musai akan terus berkiprah dan membersamai Pemerintah Kabupaten Lingga dalam mewujudkan cita-cita besar dunia pendidikan, terutama di wilayah kepulauan seperti Senayang yang penuh tantangan geografis,” ujar Pimpinan Pondok, KH. Dhasmaroni Jaya.
Ia menambahkan, Senayang dan sekitarnya memiliki potensi besar, namun akses antar pulau yang dipisahkan lautan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, lembaga pendidikan seperti pesantren diharapkan dapat menjadi titik sentral dalam membangun karakter dan daya saing generasi muda.
“Kami berharap kehadiran Ananda Fahmi dapat menjadi inspirasi bagi teman-temannya di Desa Mamud dan sekitarnya, untuk terus semangat melanjutkan pendidikan, bahkan hingga ke perguruan tinggi,” tutur KH. Dhasmaroni.
Lebih dari itu, pimpinan pondok berharap Fahmi bisa betah dan bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu hingga berhasil, sehingga kelak mampu kembali dan berkontribusi nyata membangun kampung halaman tercinta.
“Jika kamu bersungguh-sungguh, kesuksesan dunia dan akhirat akan menjadi milikmu,” pesan KH. Dhasmaroni kepada Fahmi.
Semangat perjuangan Fahmi menggambarkan bahwa pendidikan adalah jalan menuju kemajuan daerah, bangsa, dan agama.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















