INIKEPRI.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyoroti secara serius sengketa pengelolaan Pelabuhan Internasional Batam Center dalam kunjungan kerjanya ke Batam, Kepulauan Riau, Jumat (18/7) kemarin.
Konflik yang terjadi dinilai dapat mengganggu stabilitas layanan publik dan menurunkan kepercayaan investor di kawasan strategis tersebut.
Pelabuhan Batam Center merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia dengan volume penumpang mencapai hampir dua juta orang per tahun, khususnya untuk rute internasional ke Singapura dan Malaysia.
“Kami menemukan adanya sengketa berkepanjangan antara pihak pengelola lama dan baru. Kami menyayangkan bahwa Badan Pengusahaan (BP) Batam mencabut izin pengelola sebelumnya secara sepihak, yang kemudian memicu konflik dan penutupan operasional oleh pihak lama,” ungkap Andre.
Sengketa kepengelolaan pelabuhan ini saat ini tengah berproses di Mahkamah Agung. Menanggapi hal tersebut, Komisi VI DPR RI mendesak agar penyelesaian dilakukan secara adil, transparan, dan menjunjung tinggi kepastian hukum.
“Batam Center ini adalah pelabuhan strategis, pintu gerbang utama dari dan ke luar negeri. Kalau sengketa terus berlarut, ini bisa berdampak pada kepercayaan publik, investor, hingga reputasi Indonesia di mata internasional,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.
Komisi VI juga mengingatkan BP Batam agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis, terutama yang berkaitan dengan kepemilikan atau peralihan pengelolaan aset vital. Penegakan hukum, kepentingan nasional, dan kesinambungan layanan publik harus menjadi pertimbangan utama.
“Kami akan terus memantau proses hukum ini dan memastikan tidak ada penyalahgunaan kewenangan. Jangan sampai pelabuhan yang melayani jutaan penumpang justru terganggu karena konflik yang seharusnya bisa diselesaikan lebih elegan,” ujar Andre.
Komisi VI DPR RI menyatakan komitmennya untuk mengawal penyelesaian sengketa aset negara agar tetap berada dalam koridor hukum dan berpihak pada kepentingan rakyat serta kelancaran aktivitas ekonomi nasional.
Penulis : RP
Editor : IZ

















