INIKEPRI.COM – Ada momen yang tak sekadar menjadi catatan akademik, tetapi menjelma sebagai simbol harapan dan keteladanan. Itulah yang tergambar dari peristiwa wisuda doktoral Amsakar Achmad, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, yang pada Rabu (23/7/2025) resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN Jatinangor, Jawa Barat.
Gelar ini bukan hanya milik pribadi Amsakar, tetapi menjadi kebanggaan kolektif masyarakat Batam. Dan kebanggaan itu datang dengan harapan besar.
Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, dalam pernyataannya, menyampaikan ucapan selamat yang mendalam, penuh makna, sekaligus reflektif. Menurutnya, capaian akademik ini bukan sekadar gelar, melainkan buah dari konsistensi, pengabdian, dan semangat yang tak pernah padam dalam membangun Kota Batam.
“Saya menyampaikan selamat dari lubuk hati yang paling dalam, atas nama pribadi dan segenap jajaran DPRD Kota Batam. Gelar Doktor yang diraih Bapak Amsakar adalah pencapaian luar biasa yang menginspirasi. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga kemenangan bagi dunia birokrasi dan pembangunan Kota Batam,” ujar sekretaris DPW Partai NasDem Kepri itu, kepada INIKEPRI.COM, Kamis (24/7/2025).
Kamal menambahkan bahwa Amsakar adalah contoh nyata bahwa ilmu dan jabatan tidak harus saling bertentangan. Justru, ketika ilmu digenggam dengan rendah hati dan jabatan diemban dengan niat tulus, keduanya akan menjelma sebagai kekuatan untuk menciptakan perubahan nyata.
“Apa yang diraih Pak Amsakar bukan hal yang mudah. Di tengah tanggung jawab, beliau tetap tekun menyelesaikan pendidikan tingkat tertinggi. Ini bukti bahwa tekad dan kecintaan terhadap ilmu akan selalu menemukan jalannya,” tuturnya.
Disertasi Amsakar yang mengangkat tema “Implementasi Kebijakan Ex-Officio dalam Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam” dinilai Kamaluddin sangat relevan dengan arah pembangunan Batam saat ini. Ia menyebut, kajian tersebut merupakan warisan pemikiran yang patut dirawat dan dijadikan referensi dalam pengambilan kebijakan daerah.
“Kajian beliau sangat strategis. Ia bukan hanya bicara teori, tetapi mengolah realita dan menjadikannya panduan kebijakan. Kami di DPRD Kota Batam berharap, hasil pemikiran itu terus dikembangkan dan menjadi pijakan dalam membangun Batam sebagai kawasan yang kompetitif secara global,” tambahnya.

Kamaluddin juga menyinggung pentingnya kolaborasi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam mengawal arah pembangunan Batam. Menurutnya, sosok Amsakar dengan latar belakang akademiknya yang semakin kokoh akan menjadi mitra strategis dalam mewujudkan kebijakan yang berpihak pada kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.
“Kami melihat masa depan Batam akan semakin cerah jika semua elemen bersinergi. Semoga dengan ilmu dan pengalaman yang semakin dalam, Pak Amsakar bisa terus menjadi pemimpin yang bijaksana dan inovatif,” harap Kamal.
Tak hanya itu, Kamal juga menyisipkan pesan bernuansa puitis dan penuh doa:
“Ilmu adalah cahaya yang tak pernah padam. Dan semoga cahaya itu kini membimbing Pak Amsakar dalam setiap kebijakan dan langkahnya. Dari kampus ke ruang publik, dari ruang studi ke ruang rapat pembangunan—semoga semuanya bermuara pada kesejahteraan rakyat. Batam butuh lebih banyak pemimpin seperti ini.”
Dengan gelar Doktor yang kini melekat, Amsakar tidak hanya mencatatkan sejarah akademik, tetapi juga mempertegas identitasnya sebagai pemimpin yang tak berhenti belajar dan terus memberi.
Wisuda ini juga dihadiri oleh istri tercinta, Erlita Amsakar, yang merupakan Ketua TP PKK Kota Batam sekaligus Ketua Pikori BP Batam, serta keluarga besar yang telah mendampingi perjalanan panjang penuh perjuangan.
Penulis : IZ

















