INIKEPRI.COM – Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, menegaskan bahwa Job Fair Batam 2025 harus dimaknai bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai langkah konkret dan terstruktur dalam mewujudkan keadilan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Hal itu disampaikan Mas Kamal -sapaan akrabnya, menanggapi pembukaan Job Fair oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Kampus Universitas Putera Batam (UPB) Tembesi, Selasa (5/8/2025).
Dalam kegiatan yang diikuti 86 perusahaan dengan membuka 1.185 lowongan kerja itu, Mas Kamal menekankan bahwa keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal harus menjadi semangat utama.
“Kami di DPRD menaruh perhatian besar terhadap ketimpangan yang terjadi: investasi naik, tapi pengangguran tetap tinggi. Artinya, ada yang tidak sinkron. Di sinilah negara, dalam hal ini Pemko Batam, harus hadir dengan keberpihakan yang jelas,” tegas Mas Kamal.
Menurutnya, DPRD tidak ingin Job Fair hanya menjadi etalase semata tanpa berdampak nyata terhadap pengurangan angka pengangguran di Batam. Ia mendesak adanya regulasi dan kebijakan afirmatif agar rekrutmen tenaga kerja di Batam benar-benar memberi ruang bagi anak-anak tempatan.
“Jangan sampai kita hanya jadi penonton di kota sendiri. Saya mendorong agar perusahaan yang beroperasi di Batam diwajibkan memberikan porsi minimal untuk warga lokal, seperti yang disampaikan Pak Wali Kota, 15 hingga 20 persen. Bahkan itu masih minimum,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.
Mas Kamal yang juga sekretaris PWNU Kepri ini juga menyoroti praktik vendor outsourcing yang berasal dari luar daerah, yang kerap menjadi biang keladi menurunnya serapan tenaga kerja lokal. Ia menyebut, DPRD akan mengawal dan mengevaluasi kerja sama antara perusahaan dan penyedia tenaga kerja.
“Jika vendor dari luar, maka tenaga kerja dari luar yang masuk. Ini bukan soal anti-pendatang, tapi soal keadilan ekonomi bagi warga Batam. Investasi harus menyuburkan tanah tempatnya tumbuh, bukan hanya menghasilkan angka pertumbuhan tanpa pemerataan,” katanya.
Lebih lanjut, Mas Kamal mendukung langkah Wali Kota Amsakar untuk mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) dan revitalisasi SMK agar sejalan dengan kebutuhan industri digital, termasuk di bidang artificial intelligence dan teknologi informasi.
“Kami akan mengawal anggaran dan kebijakan untuk memastikan BLK dan SMK di Batam bisa mencetak lulusan yang benar-benar siap kerja, bukan hanya siap lulus,” tambahnya.
Job Fair Jadi Harapan Baru
Job Fair Batam 2025 menjadi salah satu langkah penting dalam menekan angka pengangguran yang menurut data terakhir masih cukup tinggi meskipun investasi terus meningkat. Tahun ini, pelaksanaan job fair dinilai lebih tertib dan terorganisir.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya menyebut bahwa pelaksanaan job fair adalah wujud komitmen Pemko Batam terhadap amanat Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2003, yang menjamin hak setiap warga negara atas kesempatan kerja yang adil.
“Job fair seperti ini menjembatani dunia usaha dan para pencari kerja. Tapi kita harus jujur, ada sesuatu yang keliru jika investasi naik tapi pengangguran juga naik. Kita butuh evaluasi menyeluruh,” kata Amsakar.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga memberdayakan masyarakat lokal agar bisa menjadi bagian dari kemajuan kota.
Kegiatan job fair tahun ini diikuti oleh 86 perusahaan dengan total 1.185 lowongan dari 265 posisi, yang terbuka untuk lulusan SMA hingga sarjana, baik fresh graduate maupun tenaga kerja berpengalaman.
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Nurul Iswahyuni, mengatakan job fair menjadi strategi utama Pemko untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, serta memperbaiki sistem rekrutmen.
DPRD Siap Kawal Komitmen Dunia Usaha
Muhammad Kamaluddin menegaskan bahwa DPRD akan mengawasi implementasi komitmen perusahaan, termasuk dalam pelaksanaan hasil rekrutmen setelah job fair. Ia tidak ingin kegiatan ini hanya selesai di meja HRD tanpa realisasi lapangan.
“Kami akan minta laporan dari Disnaker, berapa persen tenaga lokal yang terserap dari job fair ini. Kita ingin bicara data, bukan asumsi,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Mas Kamal mengajak seluruh elemen—pemerintah, dunia usaha, pendidikan, dan masyarakat—untuk bersatu membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adil, terbuka, dan berpihak.
“Jika tenaga kerja lokal berdaya, maka Batam akan kuat dari dalam. Inilah pembangunan yang sesungguhnya.”
Penulis : RBP
Editor : IZ

















