INIKEPRI.COM – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam turun ke jalan dalam aksi damai yang digelar serentak di seluruh Indonesia.
Sejak pagi, massa buruh berkumpul di depan Stadion Temenggung Abdul Jamal sebelum bergerak menuju Kantor Pemerintahan Kota Batam untuk menyampaikan aspirasi.
Dalam aksinya, FSPMI membawa sembilan tuntutan utama yang mencakup isu nasional hingga persoalan lokal di Batam. Tuntutan itu antara lain:
1. Hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM).
2. Stop PHK dan bentuk Satgas PHK.
3. Reformasi pajak perburuhan.
4. Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibuslaw.
5. Berantas korupsi dengan mengesahkan RUU Perampasan Aset.
6. Revisi RUU Pemilu.
7. Manajemen tandatangani dan daftarkan PKB PT Djitoe Mesindo.
8. Hapus UWTO <200 m² yang dinilai memberatkan masyarakat.
9. Pembinaan dan pengawasan K3 di Kota Batam.
Isu K3 Jadi Sorotan
Konsulat Cabang (KC) FSPMI Kota Batam, Yapet Ramon, dalam orasinya menekankan buruknya pengawasan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Batam.
“Setiap bulan hampir selalu ada kecelakaan kerja di Batam pada tahun ini. Ini artinya pengawasan terhadap K3 sangat lemah sekali. Buruh bukan hanya menuntut upah layak, tapi juga keselamatan di tempat kerja. Jangan sampai ada lagi nyawa melayang karena abainya pengawasan,” tegas Ramon.
Selain itu, Ramon juga menyinggung soal pembahasan UMK Batam tahun depan dan potongan pajak penghasilan yang dinilai sangat memberatkan para pekerja.
Pemko Batam Terima Aspirasi Buruh
Aksi damai ini kemudian diterima oleh Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, S.Sos., M.Si., yang hadir bersama Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin.
Dalam pertemuan itu, Ramon menyerahkan petisi berisi 9 tuntutan kepada Pemerintah Kota Batam. “Kami minta Pemko Batam memberikan dukungan nyata dengan menandatangani petisi ini sebagai bentuk keberpihakan kepada buruh,” ujar Ramon saat menyerahkan dokumen.
Firmansyah menyatakan akan meneruskan tuntutan buruh kepada pimpinan daerah dan pihak terkait di tingkat pusat. “Kami menerima aspirasi ini sebagai bagian dari demokrasi. Pemerintah Kota Batam akan mengkaji lebih lanjut dan menyampaikan sesuai kewenangan,” ujarnya singkat.
Aksi buruh FSPMI ini berlangsung tertib dan mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















