CRBC Tertarik Bangun Jembatan Batam-Bintan, Siap Jadi Jembatan Terpanjang di Indonesia

- Publisher

Kamis, 28 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wagub Nyanyang Haris Pratamura bersama delegasi China Road and Bridge Corporation (CRBC) di Gedung Daerahz Tanjungpinang, Rabu (27/8/2025). Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wagub Nyanyang Haris Pratamura bersama delegasi China Road and Bridge Corporation (CRBC) di Gedung Daerahz Tanjungpinang, Rabu (27/8/2025). Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

INIKEPRI.COM – Jembatan Batam-Bintan digadang-gadang sebagai motor baru penggerak ekonomi Kepulauan Riau. Infrastruktur ini diprediksi mampu memperlancar mobilitas barang dan jasa, memangkas biaya logistik, serta membuka peluang investasi di sektor industri, perdagangan, hingga pariwisata.

Keseriusan pembangunan jembatan ini mendapat sinyal positif setelah China Road And Bridge Corporation (CRBC), perusahaan konstruksi raksasa asal Tiongkok, menyatakan minatnya menjajaki peluang investasi. Hal tersebut disampaikan langsung dalam audiensi dengan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (27/8).

Delegasi CRBC yang hadir langsung, antara lain Deputy General Manager Shi Yao Hua, Marketing Manager Li Honghe, dan Business Development Engineer Kelvin Gostalin. Turut mendampingi pula perwakilan dari KPN Corp, yaitu Business Development Renewable Energy Head Lian Pongoh, serta perwakilan Yero Energy Indonesia, Slamet Riyanto.

BACA JUGA:  5 Tahun Berturut-turut! Batam Masih Rajanya STQH Kepri

CRBC sendiri merupakan anak perusahaan dari China Communications Construction Company (CCCC) yang telah berpengalaman mengerjakan berbagai proyek rekayasa sipil kelas dunia. Di Indonesia, jejaknya sudah terlihat pada pembangunan sejumlah proyek strategis, seperti Jembatan Suramadu, Jembatan Tayan, Tol Solo–Kertosono, hingga Tol Cisumdawu.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri Rodi Yantari memaparkan konsep Jembatan Batam-Bintan yang dirancang dengan panjang total 14,74 kilometer. Dari total tersebut, panjang jembatannya mencapai 7,68 kilometer, sementara jalan penghubungnya sepanjang 7,06 kilometer. Dengan panjang ini, Jembatan Batam-Bintan akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia, melampaui Jembatan Suramadu di Jawa Timur.

Rodi menjelaskan, sejumlah kewajiban pemerintah daerah telah diselesaikan, antara lain perencanaan teknis DED, dokumen lingkungan, dokumen Andalalin, izin vertikal clearance, pengadaan lahan, izin pinjam pakai kawasan hutan, serta review DED. “Saat ini pemerintah pusat tengah melakukan review DED dan soil investigation untuk mendapatkan estimasi biaya pembangunan Jembatan Batam-Bintan,” terangnya.

BACA JUGA:  Capacity Building Kehumasan Tahun 2025, Sinergi Bank Indonesia, Diskominfo, dan Media

Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pentingnya pembangunan jembatan ini bagi masa depan ekonomi Kepri. Menurutnya, keberadaan jembatan akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus arus logistik antar dua pulau strategis tersebut.

“Arus kendaraan antara Batam dan Bintan akan jauh lebih lancar karena selama ini hanya mengandalkan kapal penyeberangan Roro. Dengan adanya jembatan, arus barang dan orang semakin lancar, sehingga perputaran ekonomi di Kepri semakin menguat dan memberikan multiplier effect bagi sektor lainnya,” ujar Nyanyang.

BACA JUGA:  Realisasi APBD Tahun 2022 Meningkat Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Sementara itu, Lian Pongoh dari KPN Corp menyampaikan komitmennya untuk mendukung upaya percepatan pembangunan Jembatan Batam-Bintan dengan melibatkan CRBC sebagai mitra potensial. “Kami melihat Jembatan Batam-Bintan ini sebagai proyek strategis yang bukan hanya menghubungkan dua pulau besar, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kepri,” ungkapnya.

Nyanyang juga memastikan bahwa Pemprov Kepri akan terus aktif melobi pemerintah pusat agar proyek ini masuk prioritas nasional. Disebutkannya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad telah melakukan pembicaraan intensif dengan Kementerian PUPR terkait aspek teknis maupun pembiayaan pembangunan.

Dengan dukungan pemerintah pusat, keterlibatan investor global, serta semangat besar masyarakat Kepri, proyek Jembatan Batam-Bintan diharapkan segera terwujud sebagai simbol konektivitas dan akselerasi pembangunan ekonomi Kepulauan Riau.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Cen Sui Lan Sambangi Selaut, Warga Sambut Hangat dan Harapkan Percepatan Pembangunan
Sempat Terhenti karena Dana, 53 Dapur MBG di Batam Kini Kembali Beroperasi
Wings Air Buka Rute Langsung Batam-Pangkalpinang, Mobilitas Masyarakat Kian Mudah
Amsakar-Li Claudia Pimpin Gotong Royong Massal Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Batam
BP Batam Jemput Bola, 11 Titik Banjir Langsung Disisir Setelah RDP DPR RI
BP Batam Kurangi Biaya Operasional Rutin, Perkuat Belanja Modal Produktif Demi Tingkatkan Pelayanan Investasi
Ranperda APBD 2025: Kekayaan Bersih Pemko Batam Capai Rp13,69 Triliun, Amsakar Beberkan Penyebabnya
Digelar Sekali dalam 10 Tahun, Pemkab Natuna Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:56 WIB

Cen Sui Lan Sambangi Selaut, Warga Sambut Hangat dan Harapkan Percepatan Pembangunan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:15 WIB

Sempat Terhenti karena Dana, 53 Dapur MBG di Batam Kini Kembali Beroperasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:11 WIB

Wings Air Buka Rute Langsung Batam-Pangkalpinang, Mobilitas Masyarakat Kian Mudah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:58 WIB

Amsakar-Li Claudia Pimpin Gotong Royong Massal Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Batam

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:48 WIB

BP Batam Jemput Bola, 11 Titik Banjir Langsung Disisir Setelah RDP DPR RI

Berita Terbaru