INIKEPRI.COM – Program pinjaman modal tanpa bunga dan tanpa agunan yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Batam mendapat antusias besar dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hingga akhir Agustus, tercatat 653 pelaku UMKM telah mengajukan pinjaman hingga Rp20 juta melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam.
Kepala Diskum Batam, Salim, menyampaikan bahwa saat ini seluruh pengajuan masih dalam tahap verifikasi perbankan. Ia menegaskan, proses penyaluran pinjaman harus melewati mekanisme SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan) untuk memastikan calon penerima memenuhi kriteria.
“Prosesnya harus melalui pengecekan SLIK OJK terlebih dahulu. Data terakhir sejak mulainya program ini pada 23 Juni, sudah ada sembilan UMKM yang sudah mendapatkan pencairan kredit, sementara lainnya masih menunggu proses,” jelas Salim, Rabu (27/8).
Program ini menggandeng Bank BTN sebagai mitra penyaluran dengan tenor pinjaman selama dua tahun. Pemkot Batam bahkan mengalokasikan subsidi bunga Rp3,6 miliar untuk menutup bunga pinjaman sebesar 6 persen, sehingga UMKM benar-benar mendapatkan akses modal tanpa tambahan biaya.
Salim menambahkan, Pemkot Batam menargetkan 2.000 pelaku usaha bisa merasakan manfaat program ini. Berbagai langkah sosialisasi terus digencarkan, termasuk lewat pelatihan UMKM yang digelar pekan ini.
“Targetnya ada 2.000 pelaku usaha yang bisa mendapatkan fasilitas ini. Kami juga terus melakukan sosialisasi, bahkan minggu ini baru saja mengadakan pelatihan untuk UMKM sekaligus menyampaikan informasi mengenai program ini,” katanya.
Bagi pelaku UMKM yang telah lolos tahap SLIK OJK, mereka diwajibkan melengkapi berkas administrasi serta menjalani survei lapangan ke lokasi usaha sebelum pencairan dana dilakukan.
Hingga saat ini, mayoritas penerima fasilitas pinjaman berasal dari sektor perdagangan.
“Ada yang memiliki usaha katering, ada yang menjual sembako,” ungkap Salim.
Program pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan ini diharapkan menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil di Batam dalam mengembangkan usaha, meningkatkan daya saing, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















