INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam bersama DPRD dan Polda Kepri menyampaikan apresiasi atas sikap damai mahasiswa yang menyuarakan aspirasinya melalui unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Batam, Senin (1/9/2025).
Aksi yang berlangsung sejak pagi itu kemudian berlanjut ke ruang pertemuan DPRD Kota Batam, ketika Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Li Claudia Candra, Kapolda Kepri Asep Safrudin, serta sejumlah anggota DPRD Kota Batam menemui langsung para mahasiswa.
“Kami baru sebentar melakukan aksi di depan kantor DPRD, kemudian langsung diminta masuk untuk audiensi,” ujar Muryadi, salah satu perwakilan mahasiswa.
Tujuh Tuntutan Mahasiswa
Dalam forum dialog tersebut, Aliansi Mahasiswa Kota Batam menyampaikan tujuh tuntutan utama. Di antaranya:
1. Menolak kenaikan tunjangan anggota DPR.
2. Mendorong reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
3. Menuntut penyelesaian hukum yang adil terkait kasus korban ojek online.
4. Mendesak penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai memberatkan masyarakat.
5. Meminta pembebasan massa aksi yang ditahan di berbagai daerah di Indonesia.
6. Menuntut transparansi dalam pembentukan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).
7. Menyoroti dugaan cacat formil dalam proses pembahasan RKUHP.
Apresiasi dari Pemerintah
Merespon hal tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengapresiasi aksi damai mahasiswa. Ia menilai sikap tertib yang ditunjukkan mahasiswa menjadi bukti kearifan dan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi.
“Alhamdulillah, eskalasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, ternyata di Batam semuanya baik-baik saja. Saya ingin menyampaikan terima kasih karena ini juga bentuk apresiasi terhadap gerakan dan kebebasan berekspresi yang disampaikan adik-adik mahasiswa,” kata Amsakar.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga menyebut mahasiswa sebagai “makhluk yang berani memakai atribut yang maha kuasa”, yang menurutnya menandakan kepiawaan dan kemampuan analisis. Ucapan itu pun disambut tepuk tangan dari hadirin.
DPRD: Batam adalah Rumah Kita
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batam H Muhammad Kamaluddin menyampaikan penghargaan tinggi atas sikap mahasiswa yang menyalurkan aspirasi dengan cara damai dan tertib.
“Kami menyampaikan apresiasi dan mengajak semua pihak mempunyai semangat yang sama. ‘Batam adalah Rumah Kita’, mari kita jaga, kita bangun, dan kita rawat bersama,” tegasnya.
Dengan semangat dialog ini, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, DPRD, dan mahasiswa diharapkan dapat terus menjaga Batam sebagai rumah bersama yang aman, kondusif, serta penuh dengan ruang kebebasan berpendapat.
Penulis : IZ

















