Tiga Kampung Nelayan Modern di Batam, Amsakar: Momentum Sejarah untuk Warga Pesisir

- Publisher

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menyerahkan sertifikat beberapa waktu lalu. Foto: INIKEPRI.COM

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menyerahkan sertifikat beberapa waktu lalu. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan tiga lokasi di Batam sebagai bagian dari pembangunan Kampung Nelayan Modern tahap pertama di Indonesia.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 55 Tahun 2025 tentang penetapan 65 lokasi pembangunan kampung nelayan modern.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyambut baik keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut. Menurutnya, ini merupakan momentum yang harus dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya.

“Ini patut disyukuri bersama, di Kota Batam ada tiga lokasi yang ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Modern, yakni Tanjung Banun, Sekanak Raya, dan Pulau Kasu,” kata Amsakar.

Untuk pelaksanaan konstruksinya, KKP telah menunjuk PT Adhi Karya sebagai kontraktor utama. Pembangunan tidak hanya berupa infrastruktur dasar, tetapi juga fasilitas modern yang mendukung produktivitas nelayan.

BACA JUGA:  Amsakar Silaturahmi dengan Keluarga Besar PCNU Batam, Serahkan 16 Ekor Sapi Kurban dan Bahas Arah Pembangunan Kota

Di setiap kampung nelayan modern akan tersedia Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPDN), cold storage untuk menjaga kesegaran ikan, gudang penyimpanan, pabrik es batu, gerai penyedia alat tangkap nelayan, serta bengkel perahu.

Amsakar menyebutkan, sesuai arahan KKP, target penyelesaian proyek ditetapkan pada 30 Desember 2025. Dengan demikian, pada awal Januari 2026, ketiga kampung nelayan modern di Batam diharapkan sudah beroperasi dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Ditempat terpisah Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra menambahkab bahwa pengelolaan kampung nelayan tersebut akan dipercayakan kepada Koperasi Nelayan Merah Putih yang telah dibentuk di tiga lokasi tersebut.

BACA JUGA:  Batam Bersinar di Tingkat Nasional, Sabet Penghargaan Penurunan Kemiskinan dan Stunting

Untuk anggaran pembangunan di tiga kampung nelayan modern tersebut bervariasi. Satu lokasi dialokasikan sebesar Rp7 miliar, lokasi lain Rp11 miliar, sementara yang terbesar mencapai Rp17 miliar, ungkap Li Claudia.

Dari ketiga titik, Tanjung Banun menjadi kawasan dengan potensi terbesar. Hal ini lantaran letaknya yang strategis sebagai pusat bongkar muat hasil tangkapan nelayan.

Proses pembangunannya telah resmi dimulai pada Kamis, (19/9/2025) kemarin, ditandai dengan survei lapangan dan penentuan titik nol. Pekerjaan melibatkan berbagai instansi, termasuk Badan Pengusahaan (BP) Batam yang bertanggung jawab atas master plan kawasan Tanjung Banun tersebut.

Secara teknis Kadis Perikanan, Yudi Atmajianto menyampaikan, proses pengerjaan sesuai SK Kementerian KKP sudah dimulai dan mudah- mudahan prosesnya lancar, sehingga Desember bisa selesai. jadi awal tahun 2026 fasilitas ini sudah bisa dimanfaatkan oleh nelayan,” tegas Yudi.

BACA JUGA:  Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam Terima Audiensi Warga, Bahas Penertiban Lahan di Tanjung Banon

Ia juga berharap, pembangunan kampung nelayan modern tersebut mampu menjadi penggerak ekonomi baru di wilayah pesisir Kota Batam. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui sarana produksi yang lebih baik, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi koperasi dan masyarakat sekitar.

“Dengan adanya fasilitas yang lebih memadai hasil tangkapan lebih terjaga kualitasnya. biaya operasionalnya juga bisa lebih efisien, sehingga daya saing produk perikanan di Kota Batam bisa meningkat signifikan,” ujarnya menutup penjelasannya.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Perbaikan Jalan Depan Hotel Vista Dilakukan Menyeluruh, BP Batam Imbau Pengendara Berhati-Hati
BP Batam Dorong Sinergi Lintas Paguyuban untuk Dukung Pembangunan Batam
Kapal Buku Doulos Hope Singgah di Batam, Buka Jendela Pengetahuan bagi Wisatawan
Rute Baru Batam–Penang Buka Peluang Ekonomi Lintas Negara
Prakiraan Cuaca Batam Selasa, 20 Oktober 2026: 9 Kecamatan Berpotensi Hujan Petir
MaxOne Batam Hadirkan Promo Free Flow Beer Sepanjang Oktober, Nikmati Prost dan Singaraja Selama Dua Jam
Diduga Ancam Pengusaha dengan Pemberitaan Negatif, Yusril Koto Diamankan Polisi
PLN Batam Ungkap Kronologi Blackout Batam-Bintan, Ini Empat Temuan Evaluasi

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Perbaikan Jalan Depan Hotel Vista Dilakukan Menyeluruh, BP Batam Imbau Pengendara Berhati-Hati

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:39 WIB

BP Batam Dorong Sinergi Lintas Paguyuban untuk Dukung Pembangunan Batam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Kapal Buku Doulos Hope Singgah di Batam, Buka Jendela Pengetahuan bagi Wisatawan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Rute Baru Batam–Penang Buka Peluang Ekonomi Lintas Negara

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:16 WIB

MaxOne Batam Hadirkan Promo Free Flow Beer Sepanjang Oktober, Nikmati Prost dan Singaraja Selama Dua Jam

Berita Terbaru