INIKEPRI.COM – Langit cerah menaungi Pantai Piwang, Ranai, Minggu (12/10/2025), ketika ribuan warga Natuna berkumpul dalam suasana khidmat memperingati Hari Jadi ke-26 Kabupaten Natuna.
Upacara berlangsung penuh makna, dihadiri seluruh unsur pimpinan daerah, mulai dari Bupati Natuna Cen Sui Lan, Wakil Bupati Jarmin, SE, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, ASN, pelajar, hingga masyarakat dari berbagai kecamatan.
Bupati Cen Sui Lan bertindak sebagai pembina upacara, mengenakan busana adat Melayu yang menjadi simbol keagungan dan semangat kebersamaan.
Dalam amanatnya, Cen Sui Lan menyampaikan rasa syukur dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Natuna yang telah bersama-sama menjaga semangat pembangunan hingga usia ke-26 tahun ini.
“Hari Jadi Natuna bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum refleksi untuk melihat sejauh mana kita telah melangkah, dan bagaimana kita menatap masa depan yang lebih baik,” ujar Cen dengan nada penuh haru.
Indikator Pembangunan Terus Meningkat
Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian penting yang menjadi bukti kemajuan nyata Kabupaten Natuna dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Natuna kini mencapai 78,60 poin, naik dari 78,23 tahun sebelumnya, menempatkan Natuna di peringkat ke-3 se-Provinsi Kepulauan Riau.
Tingkat kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan turun menjadi 5,04%, menjadikan Natuna kabupaten dengan tingkat kemiskinan terendah kedua di Kepri.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga 3,89%, lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi dan nasional.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Natuna mencapai 18,70% pada Triwulan II tahun 2025, didorong oleh sektor pertambangan dan penggalian, pertanian, serta konstruksi yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
“Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kerja keras, gotong royong, dan tekad kita bersama untuk membangun Natuna yang mandiri dan berdaya saing,” tegas Cen Sui Lan di hadapan peserta upacara.
Kolaborasi Jadi Kunci Membangun Natuna
Dalam pidatonya, Cen Sui Lan juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan persaudaraan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan visi Natuna yang lebih maju. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak akan berjalan tanpa dukungan seluruh elemen.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat ‘Marwah Jadi Pegangan, Persaudaraan Jadi Kekuatan’ sebagai landasan moral dalam setiap langkah pembangunan,” ucapnya lantang, disambut tepuk tangan peserta upacara.
Cen Sui Lan menambahkan, semangat kebersamaan itu akan menjadi dasar dalam melanjutkan berbagai program prioritas nasional di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih, yang telah mulai dijalankan di Natuna untuk memperkuat sektor pendidikan dan ekonomi kerakyatan.
Refleksi Sejarah dan Arah Masa Depan
Sebagai bagian dari rangkaian upacara, dibacakan pula sejarah singkat Kabupaten Natuna, yang dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Kepulauan Riau sebelum resmi menjadi daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999.
Sejak berdiri, Natuna terus berkembang melalui pemekaran wilayah hingga kini memiliki 17 kecamatan (per 2023), mencerminkan dinamika pembangunan dan semangat otonomi daerah.
Selama 26 tahun perjalanannya, Natuna telah melewati berbagai fase pembangunan dan dipimpin oleh sejumlah kepala daerah yang berperan besar dalam membangun wilayah perbatasan paling utara Republik Indonesia tersebut.
Kini, di bawah kepemimpinan Bupati Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin untuk periode 2025–2030, arah pembangunan Natuna difokuskan pada pemerataan, kemandirian ekonomi, serta pelestarian budaya dan jati diri lokal.
“Kita ingin Natuna tidak hanya dikenal karena letaknya yang strategis di perbatasan, tetapi juga karena kemandirian dan kemajuan rakyatnya,” tutur Cen Sui Lan menutup pidatonya dengan penuh semangat.
Upacara diakhiri dengan penampilan tari kolosal bertema “Natuna Bangkit untuk Indonesia Maju”, diikuti defile pelajar dan ASN yang membawa bendera merah putih raksasa di tepi Pantai Piwang — simbol kebanggaan dan persatuan di gerbang utara Nusantara.
Penulis : RP
Editor : IZ

















