Cape Verde Cetak Sejarah! Negara Kecil dengan Populasi Setengah dari Kota Batam Tembus Piala Dunia 2026

- Admin

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timnas Cape Verde. Foto: Istimewa

Timnas Cape Verde. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Sejarah baru tercipta di dunia sepak bola. Cape Verde, negara kepulauan mungil di lepas pantai barat Afrika, resmi menorehkan tinta emas dengan lolos ke Piala Dunia 2026 — untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Yang membuat pencapaian ini semakin luar biasa, jumlah penduduk Cape Verde hanya sekitar 550 ribu jiwa — bahkan setengah dari populasi Kota Batam. Namun, semangat dan determinasi mereka di lapangan hijau mampu mengguncang benua Afrika.

Air Mata Kemenangan di Praia

Euforia pecah di Stadion Nasional Praia, Senin (13/10/2025) malam waktu setempat. Ribuan suporter memenuhi tribun, melambai-lambaikan bendera biru kebanggaan mereka, menyaksikan tim nasional Cape Verde menghancurkan Eswatini dengan skor telak 3-0.

Hasil ini memastikan mereka menjuarai Grup D Kualifikasi Zona Afrika dengan 23 poin, unggul empat angka dari raksasa sepak bola Afrika, Kamerun — negara yang selama ini dikenal paling sering tampil di Piala Dunia (delapan kali).

Baca Juga :  Jokowi Buka PEPARNAS XVII Solo 2024 dengan Semangat Kesetaraan

Sementara di laga lain, Kamerun hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Angola di Yaounde, sekaligus memastikan Cape Verde sebagai wakil baru Afrika di pentas dunia.

“Kemenangan untuk Seluruh Bangsa Cape Verde”

Pelatih Pedro “Bubista” Brito tak kuasa menyembunyikan emosinya setelah peluit panjang berbunyi. Dengan mata berkaca-kaca, ia menegaskan kemenangan ini bukan sekadar tiket ke Piala Dunia, melainkan simbol perjuangan seluruh rakyatnya.

“Memberikan kebahagiaan ini kepada rakyat Cape Verde adalah hal yang luar biasa. Ini kemenangan untuk seluruh bangsa Cape Verde, terutama bagi mereka yang memperjuangkan kemerdekaan kami,” ujar Bubista haru.

“Momen ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun kemerdekaan kami.”

Di tengah sorak-sorai publik Praia, kapten Ryan Mendes dan kiper veteran Vozinha tak kuasa menahan tangis.

“Saya sudah memimpikan momen ini sejak kecil. Sekarang waktunya merayakan,” ucap Vozinha, penjaga gawang berusia 39 tahun yang telah membela tim sejak dua dekade lalu.

Baca Juga :  Diego Maradona Meninggal Dunia

Tim Diaspora dengan Jiwa Nasionalis

Cape Verde, atau yang secara resmi bernama Republik Cabo Verde, memiliki keunikan tersendiri.

Sebagian besar pemainnya lahir dan tumbuh di luar negeri — dari Dailon Livramento di Rotterdam, Willy Semedo di pinggiran Paris, hingga pemain-pemain lainnya yang berkarier di Portugal, Belanda, Turki, bahkan Amerika Serikat.

Namun, darah biru Cape Verde tetap mengalir kuat dalam diri mereka.

“Saya memeluk seluruh rakyat Cape Verde, baik di tanah air maupun di diaspora besar kami di seluruh dunia,” ujar Stopira, pencetak gol ketiga yang menutup pesta kemenangan di menit akhir pertandingan.

Dari Terpuruk ke Puncak Dunia

Perjalanan Cape Verde menuju Piala Dunia bukanlah jalan mulus. Mereka sempat terseok di awal kualifikasi — hanya bermain imbang lawan Angola dan bahkan kalah telak 4-1 dari Kamerun.

Namun, Bubista menolak menyerah. Ia menyalakan kembali semangat juang tim dan membawa mereka menang lima kali beruntun, termasuk membalas kekalahan atas Kamerun.

Baca Juga :  PUBG Mobile Influencer Championship 2022 Siap Digelar

Yang lebih mengagumkan, keberhasilan ini datang setelah kegagalan mereka lolos ke Piala Afrika 2025. Alih-alih memecat pelatih, federasi justru memberikan kepercayaan penuh kepada Bubista — keputusan yang kini terbukti menjadi langkah terbaik.

“Ini hadiah untuk semua orang yang percaya pada kami,” tutup sang pelatih dengan penuh bangga.

Dari Pulau Kecil ke Panggung Dunia

Dengan populasi yang bahkan lebih sedikit dari setengah penduduk Kota Batam, Cape Verde membuktikan bahwa ukuran negara tidak menentukan besar kecilnya mimpi.

Mereka telah menuliskan kisah inspiratif — dari kepulauan kecil di Samudra Atlantik, kini melangkah gagah menuju Piala Dunia 2026, ajang paling bergengsi di planet ini.

Cape Verde bukan lagi sekadar nama di peta. Mereka kini simbol keberanian, kebanggaan, dan keajaiban sepak bola modern.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Tekuk Real Madrid 3-2, Barcelona Juara Piala Super Spanyol 2026
Class Meeting MAN 1 Natuna Resmi Dibuka, Futsal Antar Kelas Jadi Pembuka Penuh Semangat
Tim Bola Voli Putri Raih Juara 3, Yunida Putri dan Zuriyatul Hikmah Harumkan MTsN Tanjungpinang
Porseni RA/MA Batam Dibuka Amsakar, Ajang Tumbuhkan Karakter dan Semangat Anak-Anak
RPC Raih Piala Wali Kota Batam 2025, Amsakar: Sportivitas Adalah Kemenangan Sebenarnya
Drama di Timnas! PSSI ‘Pecat’ Patrick Kluivert, Siapa Penggantinya?
Amsakar Buka Kejuaraan Sepak Bola Piala Bergilir 2025: “Kompetisi Adalah Jalan Menuju Prestasi”
MotoGP Mandalika 2025, Catatkan Penyelenggaraan Terbaik Sepanjang Sejarah hingga Dongkrak Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 04:51 WIB

Tekuk Real Madrid 3-2, Barcelona Juara Piala Super Spanyol 2026

Senin, 15 Desember 2025 - 11:01 WIB

Class Meeting MAN 1 Natuna Resmi Dibuka, Futsal Antar Kelas Jadi Pembuka Penuh Semangat

Selasa, 25 November 2025 - 12:41 WIB

Tim Bola Voli Putri Raih Juara 3, Yunida Putri dan Zuriyatul Hikmah Harumkan MTsN Tanjungpinang

Selasa, 4 November 2025 - 10:09 WIB

Porseni RA/MA Batam Dibuka Amsakar, Ajang Tumbuhkan Karakter dan Semangat Anak-Anak

Minggu, 2 November 2025 - 07:52 WIB

RPC Raih Piala Wali Kota Batam 2025, Amsakar: Sportivitas Adalah Kemenangan Sebenarnya

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB