INIKEPRI.COM – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Partai NasDem yang jatuh pada 11 November mendatang, keluarga besar Partai NasDem Kepulauan Riau menggelar serangkaian kegiatan penuh makna pada Sabtu (9/11/2025).
Dengan mengusung tema “Konsisten Membawa Arus Perubahan,” peringatan tahun ini tidak diwarnai dengan pesta megah, melainkan dengan perjalanan batin yang sarat empati, doa, dan kepedulian sosial.
Ziarah dan Doa untuk Sang Pejuang
Pagi hari dimulai dengan ziarah ke makam almarhum Nyat Kadir di TPU Sei Temiang, Batam. Suasana khidmat menyelimuti area pemakaman saat para kader menundukkan kepala, menaburkan bunga, dan memanjatkan doa.
Nyat Kadir bukan sekadar kader, ia adalah tokoh yang membesarkan Partai NasDem di Kepulauan Riau. Ia juga mantan Wali Kota Batam. Saat berpulang ke Rahmatullah, Nyat Kadir menjabat sebagai anggota DPR RI Dapil Kepulauan Riau.
Dalam keheningan itu, doa-doa terucap tulus, sebagai penghormatan bagi sosok yang telah menorehkan jejak pengabdian tanpa pamrih.
“Beliau bukan hanya kader, tapi juga guru bagi kami semua. Pengabdian dan keikhlasannya menjadi teladan,” ujar Dewi Socowati, sekretaris Panitia HUT Partai NasDem Kepri.
Berbagi Bahagia di Rumah Singgah
Setelah ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Rumah Singgah Ar Rahman Rusli dan Firza Paloh. Di tempat ini, suasana berubah hangat. Tawa anak-anak istimewa di panti dan warga yang menerima bantuan sembako seakan menjadi simbol sederhana dari makna berbagi yang diajarkan oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Pembagian bantuan ini bukan seremonial. Ia adalah bagian dari instruksi moral partai, agar setiap kader, terutama yang telah duduk di posisi legislatif maupun eksekutif, tidak pernah jauh dari rakyat dan lembaga sosial.

“Partai ini berdiri untuk memberi, bukan sekadar berkuasa,” ucap Muhammad Kamaluddin, Ketua Panitia HUT Partai NasDem Kepri, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Batam.
Siang yang Haru di Pesantren Al Fadlu 7
Memasuki siang hingga sore hari, rangkaian acara berlanjut dengan doa bersama dan istighatsah di Pondok Pesantren Al Fadlu 7, Nongsa, Batam. Di bawah naungan langit yang cukup syahdu, suasana berubah hening dan menyentuh.
Hadir Koordinator Wilayah Partai NasDem Kepri, Pietra Machreza Paloh, anggota DPRD Provinsi dan para anggota DPRD Kota Batam, serta Pak Mumun, tokoh yang menghibahkan lahan bagi berdirinya pondok tersebut.
Para santri menyambut rombongan dengan tari Saman, sebuah persembahan istimewa untuk Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, yang lahir di tanah “Serambi Mekkah”, tempat tarian itu berasal. Tepukan tangan dan irama doa berpadu, mengalirkan energi spiritual yang sulit digambarkan dengan kata-kata.
Air Mata Seorang Ketua DPRD Kota Batam
Dalam kesempatan itu, Kamal berdiri di hadapan para santri. Suaranya bergetar saat mengingat perjalanan panjangnya bersama NasDem.
“Saya di sini bukan karena hebat. Saya sampai di titik ini (ketua DPRD Kota Batam, red) berkat doa orang-orang baik dan berkat kepercayaan dari Pak Surya Paloh Bang Pietra Paloh. Tanpa mereka, mungkin saya tidak duduk di posisi ini,” katanya lirih.

Kamal tak mampu menahan air mata. Tangisnya jatuh pelan, bukan karena sedih, tapi karena rasa syukur yang membuncah.
“Kini, dengan amanah ini, saya bisa mengembangkan pondok Al Fadlu 7. Ini bukan pencapaian saya, ini anugerah. Dan saya hanya ingin memastikan pondok ini terus hidup, karena dari sinilah semua berawal,” ujarnya.
Para santri terdiam saat Kamal menyeka air matanya yang menetes tak terbendung.
Ucapan Haru dan Harapan dari Para Pemimpin
Anggota DPRD Provinsi Kepri, Tengku Afrizal Dahlan, juga menyampaikan sambutannya. Ia memandang perjalanan Partai NasDem sebagai sesuatu yang luar biasa.
“Partai ini masih muda, tapi sudah menorehkan capaian besar. Secara nasional kita masuk lima besar, dan di Kepri berada di posisi tiga besar. Ini pencapaian yang tidak kecil. Tapi yang terpenting, semua ini karena dukungan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh kader dan simpatisan. Mari terus berjuang agar Partai NasDem semakin dicintai rakyat,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Pietra Machreza Paloh berbicara dengan nada personal. Saat santri mempersembahkan lagu “Beungong Jeumpa,” wajahnya terlihat menerawang seakan mengingat kenangan di masa lampau.
“Lagu itu membawa saya bernostalgia. Dulu, ibu saya sering menyanyikannya ketika saya kecil. Hari ini, mendengarnya kembali di pondok ini, sungguh membuat saya terharu,” ucap Pietra, suaranya pelan namun sarat makna.
Ia menatap para kader dengan lembut. “Saya ingin kita semua menjadikan momen ini untuk mempererat tali persaudaraan. Lupakan hal-hal kecil yang mungkin pernah terjadi. Fokuslah pada perjuangan besar kita. Ingat, Ketua Umum kita, Bapak Surya Paloh, telah mencurahkan segalanya untuk membesarkan partai ini. Mari kita kobarkan perjuangan itu dengan hati yang bersih dan niat yang tulus,” pesan dia.

Politik yang Menyatu dengan Doa
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyerahan santunan berupa paket sembako kepada para santri Al Fadlu 7 Batam.

Tak ada gegap gempita, tak ada kemewahan. Hanya doa, rasa syukur, dan semangat berbagi yang membumi.
Hari ini, Partai NasDem Kepri tidak hanya merayakan ulang tahun. Mereka sedang menyulam makna politik dengan kasih dan iman, menyadari bahwa perubahan sejati tidak selalu lahir di gedung parlemen, tetapi seringkali bermula dari sajadah, air mata, dan hati yang tulus di pondok pesantren.
Penulis : IZ

















