Cen Sui Lan Tutup Turnamen Gasing Bupati Cup, Wujud Silaturahmi dan Pelestarian Budaya Natuna

- Publisher

Rabu, 12 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Natuna Cen Sui Lan menutup Turnamen Gasing Bupati Cup di Tugu Gasing, Bandarsyah. Foto: Istimewa

Bupati Natuna Cen Sui Lan menutup Turnamen Gasing Bupati Cup di Tugu Gasing, Bandarsyah. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Suasana di Tugu Gasing, Bandarsyah, Natuna, terasa hangat dan penuh semangat, Selasa (11/11/2025).

Ratusan warga berkumpul menyaksikan momen penutupan Turnamen Gasing Bupati Cup 2025, ajang yang bukan hanya memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Natuna ke-26, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Turnamen ini diikuti lebih dari 1.000 peserta dari 20 komunitas gasing yang datang dari berbagai kecamatan. Dentingan kayu gasing berpadu dengan sorak-sorai penonton, menghadirkan suasana penuh nostalgia dan kebersamaan.

Bupati Natuna Cen Sui Lan yang hadir menutup secara resmi turnamen tersebut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta dan panitia. Ia menegaskan bahwa permainan gasing bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga.

“Pemerintah daerah akan terus mendukung permainan rakyat yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Natuna. Budaya dan permainan rakyat harus dilestarikan,” ujar Cen Sui Lan.

BACA JUGA:  Perjuangan Seorang Ibu, Demi Natuna Maju, Siapa Lagi Kalau Bukan Cen Sui Lan

Menurutnya, di tengah arus modernisasi dan kemajuan teknologi, permainan tradisional seperti gasing menjadi pengingat akan jati diri masyarakat.

“Budaya daerah adalah jati diri. Jangan sampai hilang oleh modernisasi,” tambahnya tegas.

Cen Sui Lan juga menyoroti nilai-nilai luhur yang terkandung dalam permainan gasing. Selain melatih ketangkasan, permainan ini mengajarkan sportivitas, disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri, yang merupakan bekal penting dalam membangun sumber daya manusia Natuna.

“Menang jadikan motivasi, kalah jadikan pelajaran. Yang utama adalah silaturahmi dan persaudaraan antar-kecamatan,” tutur Cen Sui Lan.

Selama beberapa hari pelaksanaan, turnamen berlangsung lancar dan tertib berkat dukungan aparat keamanan serta partisipasi aktif masyarakat. Tak hanya warga lokal, sejumlah wisatawan domestik juga tampak menikmati suasana dan mengabadikan momen, menjadikan turnamen ini sebagai magnet budaya sekaligus promosi wisata daerah.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Sambut Survei Migas Blok Tuna, Natuna Dinilai Punya Potensi Energi Besar

Ketua Panitia, Herman, menyampaikan rasa bangga atas suksesnya penyelenggaraan tahun ini.

“Peserta datang dari delapan kecamatan, masing-masing membawa ciri khas gaya putaran gasingnya. Turnamen ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi tentang menjaga identitas budaya Natuna,” ujarnya.

Ia menambahkan, antusiasme peserta dan penonton meningkat dibanding tahun lalu. Dari babak penyisihan hingga final, arena gasing selalu dipadati penonton, menandakan kebangkitan minat generasi muda terhadap permainan tradisional.

Pemerhati budaya lokal juga memuji inisiatif ini sebagai langkah penting di tengah derasnya arus globalisasi dan meningkatnya ketergantungan anak muda pada gawai.

Pada babak final, Tim Gasing Ranai Darat dari Kecamatan Bunguran Timur A keluar sebagai juara pertama, dipimpin oleh Bang Bujang Saben dan Wan Aris Munandar. Tim ini berhasil membawa pulang piala tetap, 12 medali, dan uang pembinaan sebesar Rp 8 juta.

BACA JUGA:  Kunjungan ke Jerman Berbuah Hasil, Cen Sui Lan Pastikan Radar Canggih Mulai Dipasang Tahun Depan

Daftar Juara Turnamen Gasing Bupati Cup 2025:

1. Juara 1: Kecamatan Bunguran Timur A
2. Juara 2: Kecamatan Bunguran Utara B
3. Juara 3: Kecamatan Bunguran Utara A
4. Juara 4: Kecamatan Bunguran Timur B

Penutupan turnamen berlangsung meriah dengan penyerahan medali, sesi foto bersama, serta parade gasing raksasa yang memancing tepuk tangan penonton.

Dengan berakhirnya turnamen ini, Natuna kembali membuktikan bahwa kearifan lokal masih hidup dan mampu bersaing di tengah budaya modern. Permainan gasing bukan sekadar warisan masa lalu, namun kini menjadi simbol semangat, persaudaraan, dan kebanggaan masyarakat Natuna..

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Prosesi Adat Melayu Warnai Penyambutan Pangkosek II di Lanud Raden Sadjad Natuna
Cen Sui Lan Serahkan Sertifikat dan TISKA kepada 25 Pramuka Natuna Peserta Jambore Nasional XII
Kemarau hingga 2027, Cen Sui Lan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla di Natuna
MAN 1 Natuna Borong Tiga Gelar di STAI Cup 2026, Dominasi Sepak Takraw dan Voli
Cen Sui Lan Kawal Hilirisasi Kelapa Natuna, 497 Petani Dapat Dukungan 350 Hektare
Turnamen Voli Gubernur-Wagub Kepri Ditutup, Cen Sui Lan Minta Dukungan Olahraga untuk Natuna Diperkuat
Pulau Laut, Serasan dan Midai Bakal Punya Gedung Bulog, Pemkab Natuna Pastikan Persiapan Rampung
Natuna Menatap 2027: Bupati dan DPRD Kunci Arah Anggaran Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Prosesi Adat Melayu Warnai Penyambutan Pangkosek II di Lanud Raden Sadjad Natuna

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Cen Sui Lan Serahkan Sertifikat dan TISKA kepada 25 Pramuka Natuna Peserta Jambore Nasional XII

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:13 WIB

Kemarau hingga 2027, Cen Sui Lan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla di Natuna

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:52 WIB

MAN 1 Natuna Borong Tiga Gelar di STAI Cup 2026, Dominasi Sepak Takraw dan Voli

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Cen Sui Lan Kawal Hilirisasi Kelapa Natuna, 497 Petani Dapat Dukungan 350 Hektare

Berita Terbaru