Harmonisasi Budaya Melayu dan Edukasi Lingkungan Hadir dalam Proyek P5RA di MAN 1 Natuna

- Admin

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAN 1 Natuna menggelar kegiatan bertema “Kearifan Lokal dan Gaya Hidup Berkelanjutan” sebagai bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) untuk tahun ajaran 2025/2026. Foto: INIKEPRI.COM

MAN 1 Natuna menggelar kegiatan bertema “Kearifan Lokal dan Gaya Hidup Berkelanjutan” sebagai bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) untuk tahun ajaran 2025/2026. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – MAN 1 Natuna menggelar kegiatan bertema “Kearifan Lokal dan Gaya Hidup Berkelanjutan” sebagai bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) untuk tahun ajaran 2025/2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula MAN 1 Natuna, pada Senin (17/11/2025) ini, menghadirkan pembelajaran berbasis budaya sekaligus aksi nyata peduli lingkungan.

Sejak pukul 08.00 WIB, siswa kelas X mengikuti rangkaian materi yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran budaya Melayu sekaligus memahami konsep hidup berkelanjutan. Pada sesi pertama, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Natuna, Datuk Haji Wan Suhardi, S.E, memberikan materi mengenai tata cara pemakaian baju kurung Melayu sesuai adat.

Dalam penjelasannya, ia menekankan filosofi kesopanan dalam busana Melayu.

“Bagi perempuan, baju kurung itu yang longgar pada lubang, lengan, perut dan dada dibuat longgar. Bermakna mengurung aurat dan menutup aib. Bagi laki-laki, baju kurung itu ada yang model kancing satu (model teluk belanga), ada model kerah cekak musang (butang 5), dan ada model kerah kolar tunku (butang 3),” jelasnya.

Baca Juga :  Lagi! KKP Tangkap Dua Kapal Asing Pencuri Ikan di Natuna Utara

Setelah sesi pertama, siswa mendapat waktu istirahat sebelum masuk ke materi kedua yang digelar secara praktik. Pada sesi ini, siswa diminta membawa peralatan dan kulit buah untuk membuat eco-enzyme, sebagai bagian dari edukasi hidup berkelanjutan.

Materi disampaikan oleh Hazrani, S.Pi, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga bumi.
Menurutnya, langkah sederhana seperti pemanfaatan sampah organik mampu memberikan dampak nyata.

Dalam pemaparannya, Hazrani menjelaskan:
– memanfaatkan sampah organik,
– merawat bumi dengan eco-enzyme,
– memahami manfaat pengolahan eco-enzyme.

Baca Juga :  PCNU Kabupaten Natuna Masa Khidmat 2023-2028 Resmi Dilantik

Ia juga mempraktikkan cara membuat cairan fermentasi tersebut menggunakan bahan sederhana:
– 1 liter air
– 3 ons kulit buah
– 1 ons gula merah (perbandingan 1:3:1)

Adapun proses fermentasi dilakukan dengan jadwal pembukaan wadah:
– pembukaan pertama: 1 minggu
– pembukaan kedua: 1 bulan

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi P5RA yang menekankan pembentukan karakter siswa yang peduli lingkungan, kreatif, dan bertanggung jawab.

Salah satu peserta, Rahmi, mengaku memperoleh pengalaman baru dalam kegiatan tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil, seperti mendaur ulang barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain itu, dengan adanya P5RA ini, kerja sama antar siswa juga semakin meningkat, karena kami belajar menyelesaikan tantangan bersama dalam kelompok,” ujarnya.

Baca Juga :  Dini Hari, Tim Pemprov Kepri Menuju Lokasi Longsor dari Ranai

Guru pembimbing P5RA kelas X, Fuji Rohyatin, menilai kegiatan ini bukan hanya proyek rutin, tetapi wadah pembentukan karakter siswa.

“Melalui tema Gaya Hidup Berkelanjutan dan Kearifan Lokal ini, siswa tidak hanya belajar secara teori, tapi langsung mengamalkannya dalam kehidupan. Ini sejalan dengan nilai-nilai rahmatan lil alamin, di mana Islam mendorong umatnya untuk menjaga bumi dan seluruh ciptaan Allah SWT. Saya bangga karena para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan kerja sama yang semakin solid,” katanya.

Dengan menggabungkan edukasi budaya Melayu dan kepedulian lingkungan, MAN 1 Natuna berharap proyek P5RA tahun ini dapat menanamkan karakter berkelanjutan pada siswa sebagai Pelajar Pancasila sekaligus Rahmatan Lil Alamin.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Raja Mustakim Dorong Literasi Sejarah Masjid Agung Natuna Lewat Kuis Edukasi KPDN
Bupati Cen Sui Lan Lantik dan Kukuhkan 17 PNS di Lingkungan Pemkab Natuna
DPA 2026 Diserahkan, Bupati Natuna Ingatkan OPD Soal Efisiensi Anggaran
Malam Pergantian Tahun, Cen Sui Lan Hadir di Tengah Keramaian Pantai Piwang Natuna
MAN 1 Natuna Borong Prestasi di Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag RI
Cen Sui Lan Bangga, Putra Natuna Sumbang Medali untuk Kepri di Kejurnas Takraw
KUA Bunguran Tengah Berhasil Cegah Nikah Dini dan Nikah Siri Sepanjang 2025
Amsakar Ajak Jemaat Jaga Harmoni dan Toleransi dalam Perayaan Natal Oikumene 2025

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 16:31 WIB

Raja Mustakim Dorong Literasi Sejarah Masjid Agung Natuna Lewat Kuis Edukasi KPDN

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:13 WIB

Bupati Cen Sui Lan Lantik dan Kukuhkan 17 PNS di Lingkungan Pemkab Natuna

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:53 WIB

DPA 2026 Diserahkan, Bupati Natuna Ingatkan OPD Soal Efisiensi Anggaran

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:01 WIB

Malam Pergantian Tahun, Cen Sui Lan Hadir di Tengah Keramaian Pantai Piwang Natuna

Kamis, 1 Januari 2026 - 09:27 WIB

MAN 1 Natuna Borong Prestasi di Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag RI

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB