INIKEPRI.COM – Setiap manusia berjalan di medan yang sama bernama kehidupan, namun dengan bekal yang berbeda-beda. Ada yang melangkah ringan, ada pula yang tertatih. Di balik itu semua, kondisi finansial sering kali menjadi penentu seberapa jauh seseorang mampu bertahan dan bermimpi.
Perjalanan finansial bukan soal siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang mampu terus melangkah meski jalannya terjal. Kanal YouTube Sudut Tumbuh melalui video bertajuk “4 Level Keuangan: Lo Ada di Level Mana?” menggambarkan perjalanan ini dalam empat tingkatan finansial—sebuah peta yang kerap dialami banyak orang di Indonesia.
Level Pertama: Survival Mode
Inilah medan paling berat. Pada fase ini, hidup terasa seperti pertempuran harian. Penghasilan datang dan langsung habis untuk kebutuhan paling dasar: makan, tempat tinggal, dan ongkos hidup. Tidak ada ruang untuk menabung, apalagi bermimpi tentang masa depan.
Mereka yang berada di level ini bukan malas, bukan pula gagal—mereka sedang berjuang. Bertahan hidup adalah kemenangan kecil yang sering tak terlihat.
Level Kedua: Minimum Stability
Satu langkah maju dari sekadar bertahan. Di tahap ini, seseorang mulai bisa menyisihkan sedikit uang, meski jumlahnya belum signifikan. Ada rasa aman kecil, namun masih rapuh. Satu masalah besar—sakit, kehilangan pekerjaan, atau musibah—bisa kembali menyeret ke titik nol.
Ini adalah fase belajar: belajar disiplin, belajar menahan diri, dan belajar bahwa stabilitas butuh waktu.
Level Ketiga: Comfortable and Controlled
Di sinilah napas mulai terasa lebih panjang. Dana darurat telah tersedia, investasi mulai berjalan, dan uang tak lagi hanya lewat begitu saja. Seseorang di level ini sudah memegang kendali atas keuangannya, bukan sebaliknya.
Keputusan finansial diambil dengan tenang, bukan panik. Hidup masih penuh tantangan, tetapi kini ada tameng yang melindungi.
Level Keempat: Financial Freedom
Inilah puncak perjalanan. Sebuah kondisi ketika penghasilan pasif dari aset—investasi, bisnis, atau properti—mampu menutup seluruh biaya hidup. Bekerja bukan lagi kewajiban untuk bertahan, melainkan pilihan.
Di titik ini, waktu menjadi milik sendiri. Hidup tak lagi dikejar-kejar angka, melainkan diarahkan oleh makna.
Empat tingkatan finansial ini bukan untuk membandingkan siapa lebih hebat, melainkan untuk menyadarkan: di mana kita berdiri hari ini, dan ke mana kita ingin melangkah besok. Setiap level punya cerita, luka, dan pelajaran masing-masing.
Karena pada akhirnya, kebebasan finansial bukan hadiah instan. Ia adalah hasil dari keputusan-keputusan kecil yang diambil dengan sadar, konsisten, dan berani, hari demi hari.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















