INIKEPRI.COM – Semangat kewirausahaan menggema di Aula Utama Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna, Senin (22/12/2025), saat H. Raja Mustakim tampil sebagai pemateri utama dalam Pelatihan Kewirausahaan Muda STAI Natuna yang digelar oleh Pusat Inkubasi Bisnis Syariah STAI Natuna.
Raja Mustakim yang dikenal sebagai pengusaha berpengalaman dan Ketua Dewan Pengarah Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) tampil membuka rangkaian materi dengan topik Mindset Entrepreneurship. Di hadapan puluhan mahasiswa, ia menekankan pentingnya perubahan cara berpikir generasi muda dari mental pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
“Mahasiswa jangan bercita-cita hanya mencari pekerjaan. Kita harus menyiapkan diri menjadi orang yang membuka peluang kerja bagi orang lain,” ujar Raja Mustakim dengan nada tegas.
Dalam kuliah umumnya, Raja Mustakim menyampaikan materi secara runtut dan lugas. Ia mengulas filosofi dasar kewirausahaan, semangat pantang menyerah, strategi bertahan dalam tekanan bisnis, hingga berbagi pengalaman nyata yang ia alami selama menekuni dunia usaha.
Menurutnya, kegagalan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan seorang pebisnis. Namun yang membedakan adalah keberanian untuk bangkit dan mencoba kembali.
“Pebisnis sejati tidak takut gagal. Kalau gagal, bangun lagi. Kalau jatuh, berdiri lagi. Putus asa itu bukan pilihan,” tegasnya.
Salah satu momen yang paling membekas bagi peserta adalah ketika Raja Mustakim menyampaikan kutipan reflektif tentang kemiskinan dan tanggung jawab pribadi.
“Jika kita lahir dalam keadaan miskin, itu bukan kesalahan kita. Tapi kalau kita meninggal dalam keadaan miskin, itu kesalahan kita sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk menyerah, melainkan harus dihadapi dengan perubahan pola pikir, keberanian mengambil risiko, serta kemauan belajar tanpa henti.
Pelatihan kewirausahaan muda ini secara resmi dibuka oleh Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I, bersama Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Syariah STAI Natuna, Kartubi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 22–23 Desember 2025, dan diikuti oleh 23 mahasiswa penerima Beasiswa BSI Maslahat.
Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Syariah STAI Natuna, Kartubi, mengapresiasi materi yang disampaikan Raja Mustakim. Ia menilai pendekatan praktis yang digunakan sangat relevan bagi mahasiswa.
“Pak Raja menyampaikan materi dengan bahasa yang membumi. Ini bukan teori semata, tapi pengalaman nyata seorang pebisnis yang sudah jatuh bangun. Itu yang membuat peserta mudah memahami dan termotivasi,” ujar Kartubi, Rabu (24/12/2025).
Selain Raja Mustakim, pelatihan ini juga menghadirkan pemateri lain, di antaranya Kepala BSI Cabang Natuna, Direktur Eksekutif PINBUK Pusat, serta Ketua Program Studi Bisnis Digital UICI Jakarta yang juga Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Digital RI.
Kegiatan pelatihan turut dilengkapi dengan diskusi kelompok terarah, penyusunan ide usaha, formulasi model bisnis, hingga presentasi business plan. Melalui pelatihan ini, STAI Natuna berharap mampu melahirkan wirausaha muda yang mandiri, inovatif, dan berlandaskan nilai-nilai syariah, serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi umat di Kabupaten Natuna.
Penulis : RP
Editor : IZ

















