Kejar-kejaran Dini Hari di Perairan Tanjung Uban, Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan

- Publisher

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SB. JJ Indah 2 yang dicurigai membawa muatan tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan. Foto: INIKEPRI.COM

SB. JJ Indah 2 yang dicurigai membawa muatan tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Upaya pengeluaran barang tanpa dokumen kepabeanan kembali digagalkan Bea Cukai Batam. Kali ini, penindakan berlangsung dramatis di perairan Tanjung Uban, menyusul aksi kejar-kejaran antara petugas patroli dan sebuah speedboat yang mencoba meloloskan barang kiriman dari Kawasan Bebas Batam.

Penindakan tersebut dilakukan oleh Tim Patroli BC 11001 dari Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam pada Rabu (7/1/2026) dini hari. Target operasi adalah satu unit speedboat bernama SB. JJ Indah 2 yang dicurigai membawa muatan tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan.

Aksi ini berawal dari informasi intelijen yang diterima Bea Cukai Batam pada Selasa (6/1/2026) terkait dugaan aktivitas pengangkutan barang keluar dari kawasan bebas melalui jalur laut. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim patroli segera melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan yang rawan digunakan sebagai jalur penyelundupan.

BACA JUGA:  Tak Sampai 24 Jam, Donasi Untuk Birgaldo Sinaga Capai Rp877 Juta

Sekitar pukul 02.50 WIB, petugas mendeteksi sebuah objek bergerak dengan kecepatan tinggi dari arah Punggur menuju Tanjung Uban. Objek tersebut kemudian diidentifikasi sebagai SB. JJ Indah 2. Saat dilakukan upaya penghentian untuk pemeriksaan, speedboat justru berusaha menghindar dan beberapa kali melakukan manuver untuk melarikan diri.

Setelah pengejaran intens di tengah gelapnya perairan, petugas akhirnya berhasil menguasai speedboat tersebut pada pukul 03.10 WIB. Pemeriksaan awal di lokasi menemukan indikasi kuat adanya muatan barang kiriman tanpa dokumen kepabeanan yang sah.

BACA JUGA:  Pemko Batam Perluas Rute Trans Batam ke Bandara Hang Nadim, Tarif Mulai Rp2.500

Speedboat beserta awak dan muatannya kemudian diamankan ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang untuk pemeriksaan lanjutan. Sebagai langkah pengamanan tambahan, Unit K-9 P2 Bea Cukai Batam turut melakukan pelacakan terhadap sarana dan muatan guna memastikan tidak terdapat narkotika, psikotropika, maupun prekursor. Hasil pemeriksaan K-9 dinyatakan negatif.

Dari hasil pemeriksaan lanjutan, petugas menemukan muatan berupa 54 koli paket campuran berbagai jenis barang. Atas perbuatan tersebut, para pelaku diduga melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan serta Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, menegaskan bahwa pengawasan di jalur perairan akan terus diperketat sebagai bentuk komitmen menjaga kawasan bebas dari praktik ilegal.

BACA JUGA:  Terima Silaturahmi Pemuda Muhammadiyah, Syamsul Dorong Gerakan Sosial Pemuda

“Jalur laut merupakan salah satu titik rawan pelanggaran. Karena itu, kami terus memperkuat patroli dan penindakan. Pengawasan yang konsisten dan penegakan hukum yang tegas menjadi langkah penting untuk menjaga kepatuhan serta melindungi kepentingan negara,” tegas Zaky.

Ia juga mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat agar selalu mematuhi ketentuan kepabeanan yang berlaku. Menurutnya, peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi sangat membantu upaya pencegahan penyelundupan.

“Kolaborasi dengan masyarakat menjadi kunci. Informasi sekecil apa pun sangat berarti dalam mendukung pengawasan dan penegakan hukum di wilayah kepabeanan,” pungkasnya.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

PAD Batam Tembus Rp2,58 Triliun, Pemko Genjot Penerimaan Tanpa Naikkan Tarif Pajak
Jangan Salah Jalan! Jalan Tengku Sulung Ditutup Mulai 10 September, Ini Jalur Alternatifnya
Rp3,77 Miliar Digelontorkan, 210 Nelayan Kecil Batam Bakal Dapat Mesin hingga Alat Tangkap
Yayasan Asma Husnul Khatimah Rajut Ukhuwah di Pulau Penawar Rindu, Belakang Padang Bershalawat II Menggema
Amsakar Tantang 1.600 Mahasiswa Baru UIS Batam: Jangan Jadi Penonton di Tengah Perubahan
Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Hang Nadim, Lima Penerbangan Batam-Jakarta Dibatalkan
Belakang Padang Bershalawat Jilid 2, Amsakar Ajak Warga Meneladani Akhlak Rasulullah
Kepala BP Batam Kunjungi Warga Sei Lekop, Tambahkan Armada Tangki dan Penguatan Jaringan Dikebut hingga Akhir 2026

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 07:18 WIB

PAD Batam Tembus Rp2,58 Triliun, Pemko Genjot Penerimaan Tanpa Naikkan Tarif Pajak

Selasa, 8 September 2026 - 12:00 WIB

Jangan Salah Jalan! Jalan Tengku Sulung Ditutup Mulai 10 September, Ini Jalur Alternatifnya

Senin, 7 September 2026 - 12:30 WIB

Yayasan Asma Husnul Khatimah Rajut Ukhuwah di Pulau Penawar Rindu, Belakang Padang Bershalawat II Menggema

Senin, 7 September 2026 - 06:53 WIB

Amsakar Tantang 1.600 Mahasiswa Baru UIS Batam: Jangan Jadi Penonton di Tengah Perubahan

Minggu, 6 September 2026 - 09:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Hang Nadim, Lima Penerbangan Batam-Jakarta Dibatalkan

Berita Terbaru