Tujuh Ruas Jalan di Batam Dilebarkan 2026, Pemko Target Urai Titik Kemacetan

- Publisher

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemacetan di ruas jalan Marina. Foto: INIKEPRI.COM

Kemacetan di ruas jalan Marina. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam terus membenahi infrastruktur jalan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat. Sepanjang 2026, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam mengerjakan pelebaran di tujuh lokasi yang dinilai membutuhkan peningkatan kapasitas jalan.

Kepala DBMSDA Kota Batam Metra Dinata mengatakan, pekerjaan tersebut tersebar di sejumlah kawasan, mulai dari Simpang Cikitsu, Simpang Tiga, Simpang Kara, kawasan Perumahan Orchid, Sagulung, ruas jalan di depan SPBU dekat Sekolah Ulil Albab, hingga jalur Simpang Sei Pancur menuju Kampung Bagan.

Menurut Metra, pelebaran dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menyesuaikan kapasitas infrastruktur dengan perkembangan aktivitas masyarakat di berbagai kawasan Batam.

“Yang kami kerjakan tahun ini ada tujuh lokasi. Fokusnya bukan hanya memperlebar badan jalan, tetapi bagaimana pekerjaan ini bisa memberikan dampak langsung terhadap kelancaran pergerakan masyarakat, memperbaiki akses dan menghubungkan kawasan yang semakin berkembang,” ujar Metra, Selasa (18/8/2026).

BACA JUGA:  Komisi VIII DPR RI Dorong Pengembangan Asrama Haji Batam

Ia menargetkan seluruh pekerjaan pelebaran yang telah masuk program tahun ini dapat diselesaikan pada 2026.

Selain menambah kapasitas jalan, DBMSDA juga mengerjakan peningkatan struktur jalan di beberapa titik. Pekerjaan tersebut antara lain berada di Jalan Victoria Tanjung Riau dan kawasan Nongsa dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.

Pemkot Batam juga membangun dinding penahan jalan di sekitar kawasan Lanud Hang Nadim. Pekerjaan tersebut memiliki anggaran sekitar Rp389 juta dan ditujukan untuk mendukung keamanan serta ketahanan infrastruktur jalan di lokasi tersebut.

Metra menjelaskan, pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada proyek yang telah masuk dalam anggaran. Pemeliharaan rutin tetap dilakukan untuk menjaga kondisi jalan yang sudah digunakan masyarakat.

DBMSDA bahkan membentuk satuan tugas khusus untuk menangani kerusakan jalan. Tim tersebut melakukan pemantauan lapangan setiap hari dan menangani kerusakan yang ditemukan melalui pekerjaan patching.

BACA JUGA:  Senam Ceria Garnita Kepri Bersama Masyarakat Batu Ampar, Meriah!

“Satgas kerusakan jalan kami bergerak setiap hari. Mereka turun memantau kondisi jalan dan ketika ada bagian yang mengalami kerusakan, kami upayakan segera dilakukan patching. Prinsipnya, jangan sampai kerusakan kecil dibiarkan hingga menjadi lebih besar,” kata Metra.

Menurutnya, pola penanganan seperti itu diperlukan karena kondisi jalan dapat berubah akibat intensitas kendaraan, cuaca maupun berbagai aktivitas di sekitar badan jalan.

Di sisi lain, pembenahan infrastruktur Batam juga menyentuh persoalan drainase. DBMSDA melakukan normalisasi dan pembersihan saluran air di sejumlah kawasan yang memiliki potensi genangan.

Beberapa lokasi yang telah mendapat penanganan antara lain kawasan Dana Graha, saluran di belakang Baloi Ditpam hingga Simpang Awal Bros, Tiban Centre, kolam retensi Kodim Batuaji, serta kawasan Jalan S. Parman dan depan Ruko Permata Piayu.

Penanganan drainase tersebut dinilai penting karena keberadaan saluran yang berfungsi baik turut berpengaruh terhadap kondisi jalan. Genangan yang tidak tertangani dapat mengganggu kenyamanan sekaligus keselamatan pengguna jalan.

BACA JUGA:  Tren Pasien COVID-19 di Kecamatan Batuampar Menurun

Metra mengatakan, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur perlu dilakukan secara beriringan. Pelebaran jalan dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas, sementara pemeliharaan rutin diperlukan agar infrastruktur yang telah dibangun tetap dapat digunakan secara optimal.

“Kita tidak hanya bicara membangun jalan baru atau melebarkan jalan. Setelah infrastruktur tersedia, kondisinya juga harus dijaga. Karena itu pemantauan, patching dan pembenahan drainase tetap berjalan bersamaan,” ujarnya.

Rangkaian pekerjaan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemko Batam dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah.

Dengan pelebaran sejumlah ruas, peningkatan struktur jalan, pemeliharaan kerusakan serta normalisasi drainase, pemerintah berharap perjalanan masyarakat menjadi lebih lancar dan infrastruktur jalan mampu mengikuti pertumbuhan kawasan Batam.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Rayakan Kemerdekaan Sambil Dukung UMKM, MaxOne Batam Gelar Local Market & Famfest 2026
Hari Pramuka ke-65, Amsakar Dorong Pramuka Batam Jadi Generasi Kreatif dan Mandiri
HUT ke-81 RI, MaxOne Batam Ajak Tamu Hotel Rayakan Kemerdekaan Bersama
Pengembangan Kasus Judi, Bareskrim Geledah Rumah Akau Hollywood di Garden Avenue – Bengkong
HUT ke-81 RI: 1.357 Warga Binaan Batam Terima Remisi, 19 Langsung Bebas
Bareskrim Gerebek Sejumlah THM, Pemko Batam: Kalau Terbukti, Izinnya Dicabut
HUT ke-81 RI di Batam, Amsakar Serukan Persatuan dan Gotong Royong untuk Pembangunan
Penggerebekan Kasino Batam: 197 Orang Diamankan, 10 WNA dan Rp7,7 Miliar Disita

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Tujuh Ruas Jalan di Batam Dilebarkan 2026, Pemko Target Urai Titik Kemacetan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Rayakan Kemerdekaan Sambil Dukung UMKM, MaxOne Batam Gelar Local Market & Famfest 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Hari Pramuka ke-65, Amsakar Dorong Pramuka Batam Jadi Generasi Kreatif dan Mandiri

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Pengembangan Kasus Judi, Bareskrim Geledah Rumah Akau Hollywood di Garden Avenue – Bengkong

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:00 WIB

HUT ke-81 RI: 1.357 Warga Binaan Batam Terima Remisi, 19 Langsung Bebas

Berita Terbaru