INIKEPRI.COM — Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) menunjukkan kepedulian nyata terhadap perekonomian masyarakat pesisir dengan turun langsung ke kebun kelapa milik warga di Pulau Midai. Melalui aksi pemberantasan hama, KPDN berupaya menekan kerugian petani yang selama setahun terakhir menghadapi serangan hama perkebunan kelapa secara masif.
Bagi masyarakat Pulau Midai, kelapa bukan sekadar komoditas, melainkan sumber penghidupan utama. Serangan hama yang tak terkendali telah menyebabkan penurunan hasil panen, bahkan mengancam keberlanjutan ekonomi keluarga petani. Kondisi inilah yang mendorong KPDN mengambil peran aktif, meski selama ini dikenal sebagai komunitas berbasis hobi.
Ketua Dewan Pembina KPDN, Hadi Candra, mengatakan program pemberantasan hama tersebut lahir dari aspirasi langsung para petani yang mengeluhkan merosotnya produksi kelapa akibat gangguan hama.
“Program ini merupakan bentuk dukungan KPDN terhadap ketahanan produksi kelapa masyarakat Pulau Midai. Gagasan ini muncul dari usulan Ketua Dewan Pengarah KPDN, Raja Mustakim, yang menekankan pentingnya kehadiran komunitas di tengah persoalan nyata masyarakat,” ujar Hadi, Sabtu (17/1/2026).
Ia menegaskan, keterlibatan KPDN tidak sebatas kegiatan sosial sesaat, melainkan wujud komitmen jangka panjang untuk mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pulau serta menjaga keberlanjutan perkebunan rakyat.
Dalam pelaksanaannya, KPDN mengajak warga setempat terlibat aktif melalui mekanisme sayembara buru hama. Setiap hama perusak tanaman kelapa yang berhasil ditangkap dihargai Rp5.000, sebagai bentuk insentif sekaligus pemantik partisipasi masyarakat.
Skema tersebut dinilai efektif karena mendorong keterlibatan langsung petani dan warga, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebun kelapa dari ancaman hama.
Aksi KPDN di Pulau Midai menjadi contoh bagaimana komunitas berbasis hobi dapat bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang berdampak langsung pada sektor ekonomi lokal. Di tengah keterbatasan akses dan tantangan wilayah kepulauan, kolaborasi antara komunitas dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan mata pencaharian warga.
Penulis : DI
Editor : IZ

















