KPDN Turun ke Kebun Kelapa Pulau Midai, Perangi Hama demi Selamatkan Ekonomi Petani

- Publisher

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Pembina KPDN, Hadi Candra. Foto: Istimewa

Ketua Dewan Pembina KPDN, Hadi Candra. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM — Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) menunjukkan kepedulian nyata terhadap perekonomian masyarakat pesisir dengan turun langsung ke kebun kelapa milik warga di Pulau Midai. Melalui aksi pemberantasan hama, KPDN berupaya menekan kerugian petani yang selama setahun terakhir menghadapi serangan hama perkebunan kelapa secara masif.

Bagi masyarakat Pulau Midai, kelapa bukan sekadar komoditas, melainkan sumber penghidupan utama. Serangan hama yang tak terkendali telah menyebabkan penurunan hasil panen, bahkan mengancam keberlanjutan ekonomi keluarga petani. Kondisi inilah yang mendorong KPDN mengambil peran aktif, meski selama ini dikenal sebagai komunitas berbasis hobi.

BACA JUGA:  Bupati Cen Sui Lan Salurkan Beras Cadangan Pemerintah untuk Warga Bunguran Barat

Ketua Dewan Pembina KPDN, Hadi Candra, mengatakan program pemberantasan hama tersebut lahir dari aspirasi langsung para petani yang mengeluhkan merosotnya produksi kelapa akibat gangguan hama.

“Program ini merupakan bentuk dukungan KPDN terhadap ketahanan produksi kelapa masyarakat Pulau Midai. Gagasan ini muncul dari usulan Ketua Dewan Pengarah KPDN, Raja Mustakim, yang menekankan pentingnya kehadiran komunitas di tengah persoalan nyata masyarakat,” ujar Hadi, Sabtu (17/1/2026).

BACA JUGA:  Wukuf Selesai, Jemaah Natuna Jalani Tahapan Haji Selanjutnya

Ia menegaskan, keterlibatan KPDN tidak sebatas kegiatan sosial sesaat, melainkan wujud komitmen jangka panjang untuk mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pulau serta menjaga keberlanjutan perkebunan rakyat.

Dalam pelaksanaannya, KPDN mengajak warga setempat terlibat aktif melalui mekanisme sayembara buru hama. Setiap hama perusak tanaman kelapa yang berhasil ditangkap dihargai Rp5.000, sebagai bentuk insentif sekaligus pemantik partisipasi masyarakat.

BACA JUGA:  Bukan Panggilan Tapi Undangan: Jejak Natuna di Gedung Antikorupsi

Skema tersebut dinilai efektif karena mendorong keterlibatan langsung petani dan warga, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebun kelapa dari ancaman hama.

Aksi KPDN di Pulau Midai menjadi contoh bagaimana komunitas berbasis hobi dapat bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang berdampak langsung pada sektor ekonomi lokal. Di tengah keterbatasan akses dan tantangan wilayah kepulauan, kolaborasi antara komunitas dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan mata pencaharian warga.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Cen Sui Lan Pasang Target Pejabat Baru: Enam Bulan Tak Beres, Siap Dirotasi
2.048 Tim Turun ke Meja Domino, Raja Mustakim Dukung Ajang Akbar di Natuna
Desil Warga Tiba-tiba Naik, Bupati Cen Sui Lan Minta Kades Aktif Bantu Perbaikan Data
Pemutihan Pajak Kendaraan Natuna Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Ini Keringanannya
600 Orang Bersihkan Pantai Piwang, Cen Sui Lan: Gotong Royong Bukan Sekadar Bersih-Bersih
Cen Sui Lan Sampaikan Aspirasi Strategis Natuna kepada Ketua MPR RI
Bupati Cen Sui Lan Salurkan Bansos untuk Lansia dan Warga Miskin Ekstrem di Bunguran Utara
Siswa Mundur Jadi Sorotan, Cen Sui Lan Minta Sekolah Rakyat Perkuat Pengasuhan dan Fasilitas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Cen Sui Lan Pasang Target Pejabat Baru: Enam Bulan Tak Beres, Siap Dirotasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:00 WIB

2.048 Tim Turun ke Meja Domino, Raja Mustakim Dukung Ajang Akbar di Natuna

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:13 WIB

Desil Warga Tiba-tiba Naik, Bupati Cen Sui Lan Minta Kades Aktif Bantu Perbaikan Data

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Natuna Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Ini Keringanannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:00 WIB

600 Orang Bersihkan Pantai Piwang, Cen Sui Lan: Gotong Royong Bukan Sekadar Bersih-Bersih

Berita Terbaru