Jangan Remehkan Sinar Matahari Pagi, Ini Manfaatnya bagi Tubuh

- Publisher

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi berjemur matahari pagi. Foto: Istimewa

Ilustrasi berjemur matahari pagi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM — Sinar matahari pagi kerap dianggap sepele, padahal paparan cahaya alami di awal hari menyimpan beragam manfaat penting bagi kesehatan fisik dan mental. Saat intensitas sinar belum terlalu kuat, tubuh justru memperoleh keuntungan optimal tanpa risiko berlebihan bagi kulit.

Salah satu manfaat utama sinar matahari pagi adalah kemampuannya membantu memperbaiki suasana hati. Paparan cahaya matahari merangsang otak memproduksi serotonin, senyawa kimia yang berperan dalam menciptakan perasaan tenang, fokus, dan bahagia. Inilah sebabnya, orang yang jarang terpapar sinar matahari kerap mengalami penurunan mood hingga gejala depresi ringan.

Tak hanya berdampak pada kesehatan mental, sinar matahari juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan nutrisi tubuh, khususnya dalam pembentukan vitamin D yang dibutuhkan tulang, otot, serta sistem kekebalan tubuh.

Beragam Manfaat Sinar Matahari bagi Kesehatan

BACA JUGA:  Langkah Kecil untuk Penglihatan Lebih Baik: Manfaat Tes Buta Warna bagi Semua Usia

Berikut sejumlah manfaat paparan sinar matahari pagi yang dirangkum dari berbagai sumber kesehatan terpercaya:

1. Membantu meredakan depresi

Paparan sinar matahari diketahui dapat meningkatkan kadar serotonin di otak. Zat ini berpengaruh besar terhadap kestabilan emosi dan suasana hati. Kekurangan cahaya matahari berpotensi menurunkan kadar serotonin, yang dapat memperburuk gejala depresi.

Manfaat ini juga dirasakan oleh penderita gangguan afektif musiman, gangguan disforik pramenstruasi, hingga kecemasan yang kerap dipicu perubahan musim atau kurangnya paparan cahaya alami.

2. Menjaga kesehatan tulang

Sinar matahari membantu kulit memproduksi vitamin D secara alami. Vitamin ini berperan penting dalam penyerapan kalsium dan fosfor, yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi.
Kekurangan vitamin D dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko rakhitis pada anak-anak, serta osteoporosis dan osteomalasia pada orang dewasa.

BACA JUGA:  Awas! Klaster Makan Bersama Mulai Bermunculan, Bagaimana Penularannya?

3. Membantu mengatasi masalah kulit tertentu

Dalam batas yang wajar, sinar matahari juga kerap dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan beberapa gangguan kulit, seperti psoriasis, eksim, jerawat, hingga penyakit kuning. Namun, paparan tetap harus terkontrol agar tidak memicu iritasi atau kerusakan kulit.

4. Menurunkan risiko kanker tertentu

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari dalam jumlah cukup dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker. Sebaliknya, paparan berlebihan justru meningkatkan risiko kanker kulit.

Studi menunjukkan bahwa orang yang tinggal di wilayah dengan intensitas sinar matahari rendah memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker usus besar, limfoma Hodgkin, kanker ovarium, pankreas, dan prostat. Hal ini dikaitkan dengan rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh.

5. Meningkatkan kualitas tidur

Paparan sinar matahari pagi berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Cahaya alami membantu tubuh mengenali waktu bangun dan waktu istirahat.

BACA JUGA:  Apa Itu Post COVID-19? Yuk Kenali Juga 4 Gejalanya

Penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari langsung pada pagi hari, terutama antara pukul 08.00 hingga 10.00, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, khususnya pada kelompok lanjut usia yang kemampuan matanya menyerap cahaya mulai menurun.

Durasi berjemur yang dianjurkan

Para ahli menyarankan paparan sinar matahari selama sekitar 5–15 menit, dua hingga tiga kali dalam seminggu, dengan area yang terpapar meliputi wajah, tangan, dan lengan. Agar vitamin D dapat terbentuk secara optimal, sinar matahari perlu mengenai kulit secara langsung.

Meski demikian, penggunaan tabir surya, topi, atau pelindung kepala tetap dianjurkan, terutama bagi individu dengan kulit cerah yang lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari berlebihan.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan
Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap
Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:05 WIB

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Berita Terbaru