Hijaukan Pesisir Bintan di HPN 2026, KJK Jadikan Mangrove Simbol Persatuan dan Gotong Royong

- Publisher

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sempena peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) menggelar kegiatan penanaman mangrove di Kampung Sungai Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (8/9/2026) pagi. Foto: INIKEPRI.COM

Sempena peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) menggelar kegiatan penanaman mangrove di Kampung Sungai Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (8/9/2026) pagi. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM — Sempena peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) kembali menegaskan komitmennya terhadap lingkungan dengan menggelar penanaman mangrove di Kampung Sungai Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2026) pagi.

Kegiatan ini menjadi penanda bahwa peringatan HPN tidak sekadar dirayakan secara seremonial, tetapi dimaknai sebagai momentum kontribusi nyata insan pers bagi masyarakat dan keberlanjutan alam pesisir.

Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri, Ady Indra Pewenari, mengatakan penanaman mangrove merupakan bentuk tanggung jawab moral pers, tidak hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga masa depan lingkungan.

“Pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga keberlanjutan alam dan kehidupan,” ujar Ady.

Ia menjelaskan, mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami dari abrasi dan dampak perubahan iklim. Selain melindungi pesisir, mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon yang sangat efektif dan penghasil oksigen, bahkan kemampuannya menyimpan karbon disebut jauh lebih tinggi dibandingkan hutan tropis daratan.

BACA JUGA:  Tujuh Pelaku Penyeludupan Belasan Calon PMI Ilegal Ditangkap Polisi

Ady mengungkapkan, kegiatan penanaman mangrove di kawasan Sungai Tiram telah dimulai sejak tahun 2010 dan terus berlanjut hingga kini, melibatkan masyarakat setempat serta pencinta mangrove dari Jepang.

“Jika dihitung, luasannya sudah mencapai sekitar 100 hektare, dengan kurang lebih 500 ribu batang mangrove jenis bakau yang telah ditanam,” jelasnya.

Tingginya tingkat keberhasilan penanaman tersebut, lanjut Ady, membuat kawasan Sungai Tiram kerap dijadikan lokasi studi banding oleh berbagai pihak dari sejumlah provinsi di Indonesia.

“Keberhasilan ini karena kami menggunakan bibit setempat dan tidak asal menanam. Mangrove dirawat hingga mampu tumbuh mandiri. Ini bukan pekerjaan mudah, butuh waktu, tenaga, dan biaya. Namun semua terasa ringan karena dikerjakan dengan cinta dan gotong royong, termasuk dukungan sahabat-sahabat pencinta mangrove dari Jepang,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Ady menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

BACA JUGA:  Ratusan Anak Usia Dini Antusias Ikuti Gebyar PAUD Kabupaten Bintan Tahun 2023

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal kebaikan dan memberi dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh insan pers menjadikan HPN 2026 sebagai pengingat bahwa pers yang kuat adalah pers yang peduli—bukan hanya pada kebenaran informasi, tetapi juga pada kelestarian lingkungan dan masa depan bersama.

“Filosofi akar mangrove yang saling silang menyilang menggambarkan persatuan, perlindungan, dan gotong royong dalam menghadapi tantangan pesisir,” kata Ady.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Haris Sofyan Hendriyanto, menyampaikan apresiasi atas konsistensi KJK dalam upaya rehabilitasi mangrove. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Menteri Kehutanan tidak dapat hadir dan menunjuk dirinya sebagai perwakilan.

Menurut Haris, luas hutan mangrove di Provinsi Kepulauan Riau mencapai sekitar 66,9 ribu hektare, dengan kategori lebat seluas 61 ribu hektare, sedang 3 ribu hektare, dan jarang 2 ribu hektare.

“Yang perlu direhabilitasi adalah mangrove dengan kategori jarang. Dan di Sungai Tiram ini, kondisi mangrovenya tergolong lebat dan baik,” jelasnya.

BACA JUGA:  21 Orang ABK Kapal KN Adhara di Bintan Tertular COVID-19

Ia menegaskan bahwa upaya perlindungan mangrove tidak berhenti pada penanaman semata.

“Tidak hanya menanam, yang paling penting adalah memelihara,” tegas Haris.

Ia juga menyoroti potensi wisata menanam mangrove yang mulai berkembang di Kepri. Dengan jumlah wisatawan mencapai 1,5 juta orang per tahun, sektor ini dinilai mampu menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Ekosistem terjaga, masyarakat juga mendapat manfaat ekonomi,” katanya.

Pencinta mangrove dari Jepang, Nawto Akune, menyampaikan dukungannya terhadap program penanaman mangrove yang dilakukan KJK. Menurutnya, hutan mangrove berperan besar dalam menciptakan udara bersih dan lingkungan yang sehat.

“Kita tanam sekarang, dampak positifnya akan dirasakan oleh anak cucu kita,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri pencinta mangrove dari Jepang beserta tim, Kepala BPDAS, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bintan, unsur Forkopimda, jajaran pengurus KJK, serta berbagai pihak swasta dan komunitas yang mendukung gerakan pelestarian mangrove.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Datang ke KUA Bintan Timur untuk Bercerai, Pasangan Ini Pulang Membawa Tekad Mempertahankan Rumah Tangga
Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia Kedepankan Transformasi Layanan Investasi: Investor Global Semakin Melirik Batam
Pernah Terendam Hingga 1 Meter, Kampung Purwodadi Kini Dikebut Bebas Banjir
KUA Bintan Timur Hadirkan Layanan 4 in 1, Pasangan Pengantin Langsung Terima Dokumen Kependudukan
Sofea Adiba Meldja Harumkan MIN 1 Bintan di Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Bintan
Job Fair Bintan 2026 Hadirkan 1.309 Lowongan Kerja dari 12 Perusahaan
Tragis! Pria 33 Tahun di Bintan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Ada Dugaan Masalah Utang
AMSI Kepri dan Kantor Bahasa Kepri Siap Bersinergi Perkuat Literasi di Era Digital

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Datang ke KUA Bintan Timur untuk Bercerai, Pasangan Ini Pulang Membawa Tekad Mempertahankan Rumah Tangga

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia Kedepankan Transformasi Layanan Investasi: Investor Global Semakin Melirik Batam

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:07 WIB

Pernah Terendam Hingga 1 Meter, Kampung Purwodadi Kini Dikebut Bebas Banjir

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:35 WIB

KUA Bintan Timur Hadirkan Layanan 4 in 1, Pasangan Pengantin Langsung Terima Dokumen Kependudukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:05 WIB

Sofea Adiba Meldja Harumkan MIN 1 Bintan di Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Bintan

Berita Terbaru