Waspada! Hacker Rusia Diduga Incar Akun WhatsApp dan Signal di Seluruh Dunia

- Publisher

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Badan intelijen militer Belanda mengungkap dugaan adanya aktivitas peretasan yang menargetkan pengguna aplikasi pesan instan Signal dan WhatsApp di berbagai negara.

Dalam dokumen yang dirilis oleh Badan Intelijen dan Keamanan Pertahanan Belanda (MIVD), disebutkan bahwa kelompok peretas yang diduga berasal dari Rusia menargetkan sejumlah kalangan penting, termasuk pejabat pemerintah, personel militer, hingga jurnalis di seluruh dunia.

Laporan yang dikutip dari TechCrunch pada Senin (9/3) waktu setempat menyebutkan bahwa serangan tersebut memanfaatkan teknik phishing dan social engineering untuk mengambil alih akun pengguna di kedua aplikasi tersebut.

Modus Penyamaran sebagai Tim Dukungan

Dalam kasus Signal, peretas dilaporkan menyamar sebagai tim dukungan aplikasi dan mengirim pesan kepada calon korban. Mereka menginformasikan adanya aktivitas mencurigakan yang berpotensi menyebabkan kebocoran data.

BACA JUGA:  Gegara Kripto, Negara Ini Terancam Gelap Gulita

Apabila korban tertipu, pelaku akan meminta kode verifikasi yang dikirim melalui SMS dengan alasan untuk memperbaiki masalah keamanan akun.

Padahal, kode verifikasi dan PIN tersebut digunakan pelaku untuk mendaftarkan perangkat baru menggunakan nomor telepon korban. Dengan cara itu, peretas dapat meniru identitas korban serta berpotensi mengakses daftar kontak yang dimiliki.

Korban yang akunnya telah diambil alih biasanya akan terkunci dari akun miliknya, meskipun masih dapat mendaftarkan ulang nomor teleponnya setelah akun tersebut diblokir.

Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa riwayat percakapan di Signal disimpan secara lokal di perangkat pengguna.

BACA JUGA:  Netizen Keluhkan Twitter Error... Ini Twitter

“Karena Signal menyimpan riwayat obrolan secara lokal di ponsel, korban dapat mengakses kembali riwayat tersebut setelah mendaftar ulang. Akibatnya, korban mungkin berasumsi bahwa tidak ada yang salah,” tulis laporan tersebut.

Penyalahgunaan Fitur WhatsApp

Selain itu, peretas juga disebut memanfaatkan fitur Perangkat Tertaut di WhatsApp, yang memungkinkan pengguna mengakses akun dari perangkat lain seperti komputer atau tablet.

Melalui teknik manipulasi tertentu, korban dapat diarahkan untuk memindai kode QR atau mengklik tautan berbahaya. Jika berhasil, perangkat milik pelaku dapat terhubung ke akun korban tanpa disadari.

BACA JUGA:  Saingi Zoom, WhatsApp Sediakan Fitur Video Call Hingga 50 Orang

“Misalnya, pelaku dapat mengirimkan kode QR atau tautan kepada korban untuk menambahkan mereka ke grup obrolan, tetapi kode QR atau tautan ini sebenarnya menghubungkan perangkat pelaku ke akun korban,” jelas laporan tersebut.

Jika akses berhasil diperoleh, pelaku berpotensi membaca pesan yang tersimpan di akun korban tanpa diketahui oleh pemiliknya.

Juru bicara Meta, Zade Alsawah, mengingatkan pengguna WhatsApp untuk tidak pernah membagikan kode verifikasi enam digit kepada siapa pun.

Ia juga menyarankan agar pengguna memanfaatkan halaman Pusat Bantuan WhatsApp untuk mengenali pesan mencurigakan serta memeriksa fitur Perangkat Tertaut guna memastikan perangkat apa saja yang terhubung dengan akun mereka.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Cara Mudah Cek Sisa Umur HP Android, Jangan Tunggu Bermasalah Baru Ganti
Jelang Rilis September 2026, iPhone Fold Disebut Tak Punya Varian Hitam
iPhone 18 Pro Dikabarkan Hadir dengan Warna Merah Cherry, Siap Gantikan Cosmic Orange
Mulai 1 Juli 2026, Beli Nomor HP Baru Wajib Scan Wajah, Tak Lagi Pakai NIK dan KK
Gebrakan Baru Elon Musk: XChat Meluncur, Era Baru Aplikasi Pesan Dimulai dan Siap Tantang Dominasi WhatsApp
iPhone Edisi 20 Tahun: Apple Bawa Layar Melengkung di Semua Sisi
Huawei Luncurkan Pura 90 Pro dan Pro Max, Andalkan Kamera 200 MP dan AI Canggih
Produksi iPhone Fold Mundur, Apple Tetap Targetkan Rilis 2026

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:18 WIB

Cara Mudah Cek Sisa Umur HP Android, Jangan Tunggu Bermasalah Baru Ganti

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:12 WIB

Jelang Rilis September 2026, iPhone Fold Disebut Tak Punya Varian Hitam

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:15 WIB

iPhone 18 Pro Dikabarkan Hadir dengan Warna Merah Cherry, Siap Gantikan Cosmic Orange

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:13 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Beli Nomor HP Baru Wajib Scan Wajah, Tak Lagi Pakai NIK dan KK

Senin, 27 April 2026 - 12:42 WIB

Gebrakan Baru Elon Musk: XChat Meluncur, Era Baru Aplikasi Pesan Dimulai dan Siap Tantang Dominasi WhatsApp

Berita Terbaru