RDP di DPRD Batam, Insiden Tugboat Mega Disorot dari Aspek K3 hingga Perizinan

- Publisher

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kecelakaan tugboat Mega yang terbalik di kawasan galangan PT ASL Shipyard, Batam, digelar di DPRD Kota Batam, Kamis (12/3). Foto: INIKEPRI.COM

Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kecelakaan tugboat Mega yang terbalik di kawasan galangan PT ASL Shipyard, Batam, digelar di DPRD Kota Batam, Kamis (12/3). Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kecelakaan tugboat Mega yang terbalik di kawasan galangan PT ASL Shipyard, Batam, digelar di DPRD Kota Batam, Kamis (12/3). Rapat lintas komisi ini membedah kronologi insiden yang menewaskan tiga pekerja sekaligus menyoroti aspek tanggung jawab dan perizinan pelayaran.

RDP dipimpin Aweng Kurniawan dan dihadiri perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam dan Provinsi Kepri, pihak perusahaan galangan, serta perusahaan penyedia tenaga kerja PT Pradana Samudra.

Perwakilan PT Pradana Samudra, Fathur, memaparkan kronologi kejadian. Ia menjelaskan bahwa tugboat Mega saat itu tengah melakukan manuver di sekitar kapal Kiparisia dalam kondisi cuaca buruk.

BACA JUGA:  Anwar Anas Tinjau Langsung Simpang Mujahidin, Soroti Kemacetan dan Dorong Solusi Kolektif

Menurutnya, saat hendak berpindah posisi dari sisi kiri ke kanan kapal, tugboat dihantam ombak dan angin kencang hingga akhirnya terbalik.

“Cuaca saat itu buruk. Ketika kapal hendak berpindah posisi, langsung dihantam ombak dan arus kuat,” ujarnya di hadapan anggota dewan.

Pasca kejadian, perusahaan disebut langsung melakukan upaya penyelamatan serta melaporkan insiden tersebut kepada KSOP. Selain itu, pihak perusahaan juga menyiapkan bantuan bagi keluarga korban, termasuk biaya transportasi, konsumsi, hingga penanganan medis.

Perusahaan juga menyatakan telah memberikan santunan serta asuransi sesuai ketentuan dalam PP Nomor 7 Tahun 2000 tentang Pelayaran.

BACA JUGA:  Persiapan Normalisasi, Amsakar Tinjau Aliran Sungai Depan RS Bhayangkara Nongsa

Namun dalam forum tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Diky Wijaya, mengungkap bahwa kecelakaan kerja di kawasan galangan kapal tersebut bukan kali pertama terjadi.

Ia menyoroti masih adanya persoalan dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), meskipun untuk insiden kali ini faktor alam disebut sebagai penyebab utama.

“Memang ada kelalaian dalam aspek K3. Namun untuk kejadian ini, domainnya berada di wilayah perairan yang menjadi kewenangan KSOP,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan KSOP Batam, P. Samosir, belum memberikan penjelasan rinci terkait penyebab pasti insiden. Ia menyebut pihaknya masih melakukan pengumpulan data.

Pernyataan tersebut mendapat sorotan dari Wakil Ketua III DPRD Batam, Muhammad Yunus Muda. Ia mempertanyakan logika penjelasan yang hanya menitikberatkan pada faktor cuaca.

BACA JUGA:  Kesejahteraan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Amsakar Sampaikan Perubahan APBD 2025

“Ini terjadi di lingkungan perusahaan, bukan di laut lepas. Kalau hanya karena cuaca, kenapa bisa sampai menimbulkan korban jiwa dan kru hilang berhari-hari?” tegasnya.

RDP ini menjadi langkah awal DPRD Batam dalam mengusut lebih jauh penyebab insiden, termasuk kemungkinan adanya kelalaian prosedur, aspek perizinan berlayar, serta standar keselamatan kerja di kawasan industri galangan kapal.

DPRD juga mendorong seluruh pihak terkait untuk bersikap transparan dan bertanggung jawab, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Gekrafs Kepri: Tuduhan EO “Sarang Korupsi” Harus Berbasis Data, Bukan Opini
Bikin Resah! “Rayap Besi” Kini Masuk Hinterland, Pagar Jembatan Pulau Mongkol Lenyap Tanpa Jejak dalam Semalam
Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum
Penutupan Sementara Jl. Gajah Mada, BP Batam Lakukan Perbaikan Jalan Vista
Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia: PAD Meningkat, Ekonomi Batam Bangkit
Amsakar Pastikan Pelebaran Jembatan Bengkong, Solusi Atasi Macet
Polsek Batam Kota Klarifikasi Kasus Dugaan Penipuan Sertifikat, Tegaskan Proses Masih Berjalan
Menuju Kota Bersih, Batam Siapkan Skema Baru Pengelolaan Sampah Berbasis Zona

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 22:39 WIB

Gekrafs Kepri: Tuduhan EO “Sarang Korupsi” Harus Berbasis Data, Bukan Opini

Jumat, 3 April 2026 - 10:33 WIB

Bikin Resah! “Rayap Besi” Kini Masuk Hinterland, Pagar Jembatan Pulau Mongkol Lenyap Tanpa Jejak dalam Semalam

Jumat, 3 April 2026 - 07:42 WIB

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

Kamis, 2 April 2026 - 12:42 WIB

Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia: PAD Meningkat, Ekonomi Batam Bangkit

Kamis, 2 April 2026 - 08:34 WIB

Amsakar Pastikan Pelebaran Jembatan Bengkong, Solusi Atasi Macet

Berita Terbaru