Menkeu: Perekonomian Indonesia tidak Suram

- Publisher

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Istimewa

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah adanya pernyataan pengamat yang memprediksi masa depan perekonomian Indonesia akan suram. Pernyataan yang menyebut Indonesia akan segera menghadapi kehancuran ekonomi atau resesi tidak berdasar pada perhitungan data yang akurat.

Ketika ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026), Menkeu Purbaya mengatakan tentang pentingnya objektivitas bagi para pengamat ekonomi.

Karena itu, Menkeu menyayangkan, adanya narasi yang dianggap hanya memicu kekhawatiran publik tanpa dukungan angka-angka yang jelas.

Purbaya menyatakan bahwa dirinya sangat terbuka terhadap kritik, selama hal tersebut didasari oleh analisis yang kuat.

BACA JUGA:  PLN Batam dan Maybank Indonesia Bentuk Kemitraan Strategis Melalui Skema IMBT untuk Pembangunan PLTGU 120 MW

Namun, dia membantah keras klaim yang menyebut ekonomi RI akan hancur dalam waktu dekat hanya karena faktor tunggal seperti fluktuasi harga minyak dunia. “Jangan hanya bilang dua bulan lagi ekonomi Indonesia hancur atau resesi. Alasannya hanya karena harga minyak dunia diprediksi tembus USD200 per barel. Jika itu terjadi, seluruh dunia memang akan terkena dampaknya, bukan hanya kita,” jelas Purbaya.

Dia juga menanggapi cibiran ekonom terkait langkahnya melakukan pengecekan langsung ke Pasar Tanah Abang. Menurut Menkeu, observasi lapangan adalah langkah nyata untuk memvalidasi data statistik yang menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga.

BACA JUGA:  Reformasi Regulasi dan Pembenahan Infrastruktur Dorong Lonjakan Investasi Kota Batam

Purbaya menambahkan bahwa seorang ekonom yang kompeten seharusnya mempertimbangkan berbagai variabel risiko secara komprehensif, termasuk rekam jejak pertumbuhan ekonomi nasional (data historis).

Kemudian, respons fiskal dan moneter terhadap tekanan global (kebijakan pemerintah). Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur yang masih ekspansif (indikator sektoral). Dan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan angka penjualan ritel serta otomotif yang tetap stabil (konsumsi domestik).

BACA JUGA:  Kabar Baik untuk Pelaku UMKM! KUR BTN Dibuka — Plafon hingga Rp500 Juta, Bunga Cuma 6%. Ini Cara Ajukannya

Menutup pernyataannya, Purbaya membandingkan kondisi Indonesia dengan negara maju seperti Amerika Serikat yang tengah berjuang menghadapi inflasi harga BBM.

Menurutnya, stabilitas dalam negeri masih jauh lebih terkendali dibandingkan tekanan yang dirasakan oleh masyarakat di luar negeri.

Dia mengimbau agar para pengamat kembali mendalami data secara serius sebelum memberikan pernyataan ke ruang publik. “Kalau memang tidak mengerti, lebih baik belajar lagi. Jangan asal bunyi apalagi menyebarkan ketakutan tanpa dasar data yang kuat,” pungkasnya.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta
Gas Natuna Selangkah Lagi Mengalir ke Batam, Pipa Bawah Laut WNTS–Pemping Berhasil Diuji
Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik
Rp11 Miliar Disiapkan, Pemko Batam Sudah Salurkan Rp2,73 Miliar ke 23 Usaha Mikro
BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026
Bawa iPhone 18 atau iPhone Duo dari Luar Negeri ke Indonesia, Ini Hitungan Bea Masuk dan Pajaknya
Adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo Menangkan Lelang Blok Migas Natuna D-Alpha
RKA 2027 Rp2,44 Triliun, BP Batam Perkuat Infrastruktur dan Percepatan Investasi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Gas Natuna Selangkah Lagi Mengalir ke Batam, Pipa Bawah Laut WNTS–Pemping Berhasil Diuji

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik

Senin, 28 September 2026 - 14:01 WIB

Rp11 Miliar Disiapkan, Pemko Batam Sudah Salurkan Rp2,73 Miliar ke 23 Usaha Mikro

Sabtu, 26 September 2026 - 08:30 WIB

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

Berita Terbaru