INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi lanjut usia (lansia) sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan masyarakat. Kali ini, penyaluran difokuskan untuk wilayah Kecamatan Batam Kota, Nongsa, dan Sei Beduk yang dipusatkan di MTC Nongsa, Kamis (9/4/2026).
Secara simbolis, bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar. Selain bansos lansia, pemerintah juga memberikan insentif bagi kader Posyandu dan kader Kelurahan Siaga.
Dalam program tersebut, setiap lansia menerima bantuan sebesar Rp400 ribu per bulan. Sementara itu, kader Posyandu dan kader Kelurahan Siaga mendapatkan insentif Rp500 ribu per bulan sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Amsakar menegaskan bahwa program bantuan ini akan terus diperluas. Saat ini, sebanyak 4.000 lansia di Batam telah menerima manfaat, dan ke depan pemerintah menargetkan seluruh lansia dapat terakomodasi.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun kedekatan antara pemimpin dan masyarakat, sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, silaturahmi yang dibangun melalui kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga memiliki nilai spiritual dalam mempererat kebersamaan.
Di tengah dinamika ekonomi global, Amsakar menilai bantuan sosial menjadi langkah strategis untuk menjaga daya beli dan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia.
“Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi global,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 6,69 persen menjadi 6,76 persen, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik dari Rp2,36 triliun menjadi Rp2,58 triliun.
Realisasi investasi bahkan melampaui target, mencapai Rp69,3 triliun dari target Rp60 triliun. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 83,3 menjadi 83,8.
Dari sisi kesejahteraan, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,48 persen menjadi 3,81 persen. Sementara tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen.
Amsakar menyebutkan, jumlah lansia di Batam saat ini mendekati 60 ribu jiwa, dengan sekitar 25 ribu di antaranya masuk kategori penerima bantuan.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk peran aktif kader Posyandu di lapangan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Batam agar semakin maju dan sejahtera,” tutupnya.
Penulis : RP
Editor : IZ

















