INIKEPRI.COM — Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan hasil Retret Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas kepemimpinan dan kinerja legislatif di daerah.
Hal tersebut disampaikan Kamal usai mengikuti kegiatan retret yang digelar di kompleks Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. Program tersebut diikuti ratusan pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan berbasis nilai-nilai kebangsaan.
Retret Lemhannas sendiri bertujuan untuk membangun pemahaman yang utuh terkait peran strategis DPRD dalam sistem pemerintahan nasional, khususnya dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Retret ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang pembelajaran dan refleksi yang sangat strategis. Banyak perspektif baru yang kami dapatkan, terutama terkait penguatan wawasan kebangsaan dan arah pembangunan nasional,” ujar Kamal, kepada INIKEPRI.COM, Selasa (21/4/2026).
Ia menilai, dinamika pembangunan daerah saat ini menuntut pimpinan legislatif memiliki kapasitas yang tidak hanya administratif, tetapi juga visioner dan adaptif terhadap perubahan global. Dalam retret tersebut, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari empat konsensus kebangsaan hingga dinamika geopolitik global yang mempengaruhi arah kebijakan nasional dan daerah.
Menurut Kamal, hasil dari retret tersebut akan menjadi bekal penting dalam menjalankan fungsi DPRD secara lebih optimal dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kami mendapatkan penguatan tentang bagaimana menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah pembangunan nasional. Ini penting agar tidak terjadi disorientasi dalam perencanaan maupun implementasi program di daerah,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa salah satu poin utama dari retret Lemhannas adalah pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. DPRD, sebagai bagian dari sistem pemerintahan, memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung agenda nasional.
“Sinkronisasi itu kunci. DPRD tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada keselarasan dengan pemerintah daerah dan juga kebijakan pusat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kamal menyebut bahwa retret tersebut juga menekankan pentingnya integritas dan karakter kepemimpinan. Para peserta didorong untuk menjadi pemimpin yang tidak hanya kuat secara kapasitas, tetapi juga memiliki komitmen kebangsaan dan keberpihakan kepada rakyat.
Program retret ini sendiri merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pimpinan DPRD melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk penguatan nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan strategis.
Kamal menegaskan, sepulang dari kegiatan tersebut, dirinya akan mendorong implementasi konkret di lingkungan DPRD Kota Batam, baik dalam penyusunan kebijakan, pengawasan program, maupun peningkatan kualitas legislasi daerah.
“Yang paling penting adalah implementasi. Ilmu dan pengalaman dari retret ini harus bisa diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat Batam,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota DPRD Kota Batam untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
“Ke depan, tantangan semakin kompleks. DPRD harus mampu menjadi bagian dari solusi, bukan hanya menjalankan fungsi formalitas,” kata politisi Partai NasDem tersebut.
Retret Lemhannas diharapkan mampu melahirkan pimpinan legislatif daerah yang tidak hanya memahami tugas dan fungsi kelembagaan, tetapi juga memiliki perspektif kebangsaan yang kuat serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
Dengan bekal tersebut, Kamal optimistis DPRD Kota Batam dapat berkontribusi lebih maksimal dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan selaras dengan kepentingan nasional.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















