INIKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Natuna mulai mengakselerasi pengembangan komoditas kelapa dalam sebagai bagian dari program hilirisasi sektor pertanian. Melalui dukungan pemerintah pusat, ratusan hektare lahan milik masyarakat di enam kecamatan disiapkan untuk perluasan sekaligus peremajaan kebun kelapa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna, Wan Syazali, mengatakan program tahap pertama akan dilaksanakan di Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, Bunguran Selatan, Bunguran Batubi, dan Bunguran Utara.
Menurutnya, pengembangan tersebut merupakan bagian dari program hilirisasi kelapa dalam yang didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan keterlibatan pemerintah daerah serta masyarakat sebagai pelaksana di lapangan.
“Fokus kami pada pengembangan kelapa dalam. Program ini tidak hanya memperluas area tanam baru, tetapi juga meremajakan tanaman yang sudah tua dan produktivitasnya mulai menurun,” kata Wan Syazali, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan, peremajaan dilakukan dengan mengganti pohon kelapa yang sudah tidak produktif dengan bibit baru pada lahan yang sama. Sementara perluasan dilakukan dengan membuka area tanam baru guna meningkatkan produksi komoditas tersebut.
Natuna, lanjut dia, mendapat bantuan bibit dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan kebun kelapa seluas 350 hektare. Seluruh lahan yang akan digunakan merupakan milik masyarakat yang telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi petani binaan DKPP Natuna.
“Kami mendapatkan bantuan bibit dari Kementerian Pertanian dan seluruh lahan yang akan ditanami sudah siap. Para pemilik lahan juga sudah berkomitmen untuk ikut dalam program pengembangan kelapa ini,” ujarnya.
Selain bantuan bibit, para petani juga akan memperoleh dukungan biaya untuk pengelolaan kebun, mulai dari tahap pembersihan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman.
Wan Syazali memperkirakan proses penanaman bibit akan mulai dilakukan pada November hingga Desember 2026.
“Petani tidak hanya menerima bibit, tetapi juga mendapat insentif untuk mendukung pengelolaan kebun sejak awal. Kami targetkan penanaman dapat dimulai pada akhir tahun ini,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan sektor pertanian menjadi salah satu fokus pemerintahan Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Wakil Bupati Jarmin. Berbagai bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah terus diupayakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Komitmen Ibu Bupati sangat besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Banyak program yang didorong, mulai dari bantuan pupuk, sarana produksi, hingga pengembangan komoditas unggulan seperti kelapa dalam,” tuturnya.
Melalui program tersebut, Pemkab Natuna berharap komoditas kelapa dapat menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat hilirisasi hasil pertanian di daerah perbatasan tersebut.
Penulis : DI
Editor : IZ

















