INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam akhirnya angkat bicara terkait viralnya konten promosi Luxor Spa & Massage Batam yang menampilkan sejumlah perempuan dewasa mengenakan busana bikini dan pakaian seksi di media sosial.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardi B Winata, menyayangkan konsep promosi yang digunakan oleh salah satu tenant yang beroperasi di kawasan K Square Batam tersebut. Menurutnya, materi promosi semacam itu tidak sejalan dengan arah pembangunan sektor pariwisata yang sedang dikembangkan Pemerintah Kota Batam.
“Kami akan segera memanggil pengelolanya. Kami minta klarifikasi dari pihak manajemen secepatnya,” kata Ardi, Senin (27/7/2026).
Ardi mengungkapkan, meski video promosi tersebut kini telah dihapus dari media sosial setelah menuai sorotan masyarakat, substansi konten yang sempat beredar tetap menjadi perhatian pemerintah.
Menurutnya, di era media sosial saat ini, setiap materi promosi yang dipublikasikan dapat dengan cepat menyebar luas dan dikonsumsi oleh masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan remaja.
“Ini sangat tidak baik untuk pariwisata Batam,” tegasnya.
Saat memberikan tanggapan, Ardi mengaku tengah mengikuti rapat bersama Wali Kota Batam. Meski demikian, ia memastikan Disparbud akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan meminta penjelasan langsung dari pihak pengelola Luxor Spa.
Dinilai Tidak Sejalan dengan Arah Pariwisata Batam
Menurut Ardi, Batam selama ini dibangun sebagai destinasi wisata yang mengedepankan beragam potensi, mulai dari wisata kuliner, olahraga, Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE), wisata budaya, wisata religi, wisata agro hingga ekowisata.
Karena itu, promosi yang memicu kontroversi dinilai tidak mencerminkan arah pengembangan pariwisata yang sedang dibangun pemerintah.
“Batam memiliki banyak potensi wisata yang terus kami dorong. Karena itu kami akan memanggil pihak pengelola untuk meminta penjelasan,” ujarnya.
Video Sudah Dihapus, Live TikTok Terhenti
Sebelumnya, INIKEPRI.COM memberitakan video promosi yang diunggah melalui akun Instagram resmi @luxorspabatam menampilkan sejumlah perempuan dewasa mengenakan busana bikini dan pakaian seksi sebagai bagian dari konsep pemasaran.
Konten tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga menilai konsep promosi tersebut tidak pantas dipublikasikan secara terbuka melalui media sosial yang dapat diakses oleh semua kalangan.
Dalam pemantauan lanjutan, redaksi juga mendapati video yang menjadi sorotan sudah tidak lagi ditemukan di akun media sosial tersebut.
Tidak hanya itu, aktivitas siaran langsung melalui akun TikTok @luxorspabatam, yang sebelumnya hampir setiap hari melakukan live untuk mempromosikan layanan spa, juga terpantau berhenti sejak isu tersebut menjadi perhatian publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari manajemen Luxor Spa Batam mengenai alasan penghapusan video promosi maupun penghentian aktivitas siaran langsung tersebut.
Berpotensi Memengaruhi Persepsi terhadap K Square Batam
Sorotan terhadap Luxor Spa juga memunculkan perhatian terhadap K Square Batam, kawasan komersial tempat usaha tersebut beroperasi.
Luxor Spa diketahui berada tidak jauh dari gerbang utama K Square Batam, sehingga menjadi salah satu tenant yang mudah terlihat oleh pengunjung yang memasuki kawasan tersebut.
Di tengah upaya K Square membangun citra sebagai pusat komersial modern dengan beragam tenant kuliner, ritel, jasa, dan hiburan keluarga, promosi yang menuai kontroversi dari salah satu tenant berpotensi memengaruhi persepsi sebagian masyarakat terhadap kawasan tersebut. Meski demikian, apakah benar terdapat dampak terhadap citra K Square masih memerlukan tanggapan resmi dari pihak pengelola.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, manajemen Luxor Spa Batam maupun pengelola K Square Batam belum memberikan keterangan resmi terkait polemik tersebut.
Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, INIKEPRI.COM tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.
Penulis : DI
Editor : IZ

















