PAD Batam Tembus Rp2,58 Triliun, Pemko Genjot Penerimaan Tanpa Naikkan Tarif Pajak

- Publisher

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

INIKEPRI.COM – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam mencapai Rp2,58 triliun. Angka tersebut menjadi salah satu penopang penting kapasitas fiskal daerah di tengah geliat ekonomi Batam sebagai kota industri, perdagangan, jasa dan pariwisata.

Data tersebut tercantum dalam dokumen Finalisasi Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Dalam dokumen tersebut, total pendapatan dan belanja daerah Batam tercatat sebesar Rp4,18 triliun.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan besarnya PAD menunjukkan aktivitas ekonomi di daerah memberikan kontribusi signifikan terhadap kemampuan pemerintah membiayai pembangunan.

“PAD menjadi kekuatan penting dalam menopang pendapatan daerah. Ini juga menunjukkan aktivitas ekonomi di Batam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan,” ujar Amsakar, Selasa (8/9/2026).

BACA JUGA:  Bertolak ke Kalimantan Utara, Akhmad Rosano Bakal Lantik Ince A Rifai Sebagai Ketua DPW PKSS Kaltara

Pajak Jadi Mesin Utama PAD

Dari total PAD tersebut, kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah yang mencapai Rp2,099 triliun.

Penerimaan itu berasal dari sejumlah objek pajak, mulai dari hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, mineral bukan logam dan batuan, hingga Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Ada pula Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang menjadi bagian dari sumber penerimaan pajak daerah.

Sementara itu, retribusi daerah menyumbang sekitar Rp305,19 miliar, yang terdiri atas retribusi jasa umum, jasa usaha dan perizinan tertentu.

Besarnya porsi pajak menunjukkan bahwa denyut aktivitas ekonomi Batam masih menjadi sumber penting bagi pembiayaan daerah.

BACA JUGA:  Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Kejar Potensi, Bukan Naikkan Tarif

Pemko Batam melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) memilih strategi optimalisasi penerimaan tanpa membebani masyarakat maupun pelaku usaha melalui kenaikan tarif sejumlah objek pajak.

Digitalisasi perpajakan menjadi salah satu cara yang ditempuh.

Selain itu, pemerintah melakukan pemutakhiran data objek pajak, intensifikasi penerimaan secara terukur, serta mengoptimalkan piutang BPHTB dan potensi pajak reklame.

Penataan reklame, termasuk pemanfaatan videotron, juga menjadi bagian dari upaya memperluas potensi penerimaan.

“Yang kita dorong adalah optimalisasi potensi ekonomi daerah. Penerimaan tersebut pada akhirnya digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan yang manfaatnya kembali kepada masyarakat,” kata Amsakar.

Iklim Investasi Tetap Dijaga

BACA JUGA:  BP Batam - Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

Di satu sisi, pemerintah daerah membutuhkan penerimaan untuk membiayai pembangunan. Di sisi lain, Batam juga harus tetap menarik bagi dunia usaha dan investor.

Karena itu, Pemko Batam menekankan penguatan basis penerimaan dan kepatuhan wajib pajak tanpa mengorbankan iklim investasi.

“Karena itu, pemerintah terus memperluas basis penerimaan dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak dengan tetap menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi Kota Batam,” ujar Amsakar.

Dengan PAD yang mencapai Rp2,58 triliun, tantangan berikutnya bukan sekadar mengejar angka penerimaan lebih tinggi. Yang tak kalah penting adalah memastikan setiap rupiah yang masuk kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat Batam.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Jangan Salah Jalan! Jalan Tengku Sulung Ditutup Mulai 10 September, Ini Jalur Alternatifnya
Rp3,77 Miliar Digelontorkan, 210 Nelayan Kecil Batam Bakal Dapat Mesin hingga Alat Tangkap
Yayasan Asma Husnul Khatimah Rajut Ukhuwah di Pulau Penawar Rindu, Belakang Padang Bershalawat II Menggema
Amsakar Tantang 1.600 Mahasiswa Baru UIS Batam: Jangan Jadi Penonton di Tengah Perubahan
Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Hang Nadim, Lima Penerbangan Batam-Jakarta Dibatalkan
Belakang Padang Bershalawat Jilid 2, Amsakar Ajak Warga Meneladani Akhlak Rasulullah
Kepala BP Batam Kunjungi Warga Sei Lekop, Tambahkan Armada Tangki dan Penguatan Jaringan Dikebut hingga Akhir 2026
Batam-Singapura Makin Erat, Amsakar Dorong Investasi hingga Pariwisata

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 07:18 WIB

PAD Batam Tembus Rp2,58 Triliun, Pemko Genjot Penerimaan Tanpa Naikkan Tarif Pajak

Selasa, 8 September 2026 - 12:00 WIB

Jangan Salah Jalan! Jalan Tengku Sulung Ditutup Mulai 10 September, Ini Jalur Alternatifnya

Senin, 7 September 2026 - 12:30 WIB

Yayasan Asma Husnul Khatimah Rajut Ukhuwah di Pulau Penawar Rindu, Belakang Padang Bershalawat II Menggema

Senin, 7 September 2026 - 06:53 WIB

Amsakar Tantang 1.600 Mahasiswa Baru UIS Batam: Jangan Jadi Penonton di Tengah Perubahan

Minggu, 6 September 2026 - 09:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Hang Nadim, Lima Penerbangan Batam-Jakarta Dibatalkan

Berita Terbaru