INIKEPRI.COM – Sebanyak 1.462 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kelurahan Air Raja, Kota Tanjungpinang, menerima bantuan beras untuk kebutuhan selama tiga bulan sekaligus.
Bantuan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 tersebut masing-masing berjumlah total 30 kilogram beras untuk setiap penerima.
Penyaluran bantuan pangan tahap kedua itu ditinjau langsung Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., bersama Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, S.H., di Aula Kantor Kelurahan Air Raja, Rabu (26/8/2026).
Tak hanya melihat proses distribusi, Lis juga berdialog dengan sejumlah warga penerima. Dari percakapan tersebut, pemerintah ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat bagi kebutuhan rumah tangga.
Menurut Lis, bantuan beras bukan sekadar persoalan distribusi bahan pangan. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi setiap hari, bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi sebagian beban pengeluaran keluarga.
“Bantuan ini bukan sekadar beras yang disalurkan, tetapi merupakan upaya pemerintah untuk membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Lis.
Namun, Lis mengingatkan agar masyarakat tidak menerima begitu saja bantuan apabila kondisi beras yang diterima tidak layak.
Ia meminta warga segera menyampaikan laporan jika ditemukan beras dalam kondisi rusak agar dapat ditindaklanjuti.
“Kalau ada beras yang kondisinya rusak, segera laporkan. Jangan diterima begitu saja tanpa disampaikan, karena kita ingin bantuan yang sampai ke masyarakat benar-benar layak dan bisa dimanfaatkan,” tegasnya.
Warga: Beras Sangat Membantu
Bagi penerima, bantuan tersebut memiliki arti sederhana tetapi penting: kebutuhan pangan keluarga menjadi sedikit lebih ringan.
Asfia, warga Kelurahan Batu 9, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan beras dari pemerintah. Menurutnya, beras merupakan kebutuhan pokok yang hampir setiap hari harus tersedia di rumah.
“Terima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan bantuan ini. Bagi masyarakat yang membutuhkan, bantuan seperti ini sangat membantu, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” kata Asfia.

Ia berharap program tersebut tetap dilanjutkan sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian pemerintah.
Harapan yang sama disampaikan Mulyati, warga Kelurahan Air Raja. Ia mengatakan bantuan beras secara langsung membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Beras adalah kebutuhan utama sehari-hari, sehingga dengan adanya bantuan ini tentu bisa mengurangi beban pengeluaran rumah tangga,” ujarnya.
Mulyati juga mengapresiasi kehadiran pemerintah dalam proses penyaluran. Menurutnya, perhatian langsung dari pemerintah memberikan rasa bahwa bantuan yang diterima masyarakat benar-benar diperhatikan.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah atas perhatian kepada masyarakat. Semoga program bantuan ini bisa terus dilanjutkan dan diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” tuturnya.
Tak Hanya Menyalurkan, Pemerintah Pastikan Bantuan Layak
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan distribusi bantuan pangan berjalan tertib dan tepat sasaran.
Lis berharap jatah beras untuk tiga bulan itu dapat membantu menjaga ketersediaan pangan keluarga penerima. Dengan kebutuhan beras yang sebagian telah terpenuhi, masyarakat diharapkan dapat mengalokasikan sebagian pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga lainnya.
Pemerintah Kota Tanjungpinang juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang ditemukan selama menerima bantuan, termasuk apabila kondisi beras tidak sesuai atau mengalami kerusakan.
Bagi pemerintah, bantuan pangan tidak berhenti ketika beras berpindah tangan. Yang lebih penting adalah memastikan bantuan tersebut benar-benar diterima oleh warga yang berhak, berada dalam kondisi layak, dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima.
Penulis : RP
Editor : IZ

















