INIKEPRI.COM – Ketika sebuah rumah roboh, persoalannya bukan hanya tentang bangunan yang kehilangan tempat berdiri. Di dalamnya ada keluarga yang kehilangan rasa aman dan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi.
Kondisi itu yang mendorong Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., turun langsung meninjau rumah warga yang roboh di kawasan Kampung KB, Kelurahan Tanjung Unggat, Senin (31/8/2026).
Didampingi Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, S.H., Lis melihat langsung kondisi rumah milik Surjadi yang mengalami kerusakan hingga roboh.
Surjadi tercatat sebagai penerima bantuan dan merupakan satu kepala keluarga yang terdampak musibah tersebut.
Lis mengatakan, kehadirannya bukan sekadar untuk melihat kondisi bangunan, tetapi memastikan kebutuhan warga yang terdampak dapat segera direspons pemerintah.
“Kita datang untuk melihat langsung kondisi rumah warga yang roboh sekaligus memberikan semangat dan dukungan. Untuk Pak Surjadi, hari ini kita salurkan bantuan agar kebutuhan dasarnya dapat terbantu,” ujar Lis.
Bagi Lis, kondisi di lapangan harus menjadi dasar dalam menentukan bentuk penanganan. Karena itu, pemerintah perlu melihat secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama ketika menyangkut tempat tinggal dan kebutuhan dasar.
“Ketika ada warga yang mengalami musibah seperti rumah roboh, tentu kita harus melihat langsung kondisinya dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” katanya.
Tak Hanya Satu Rumah
Peninjauan Lis kemudian meluas ke sejumlah rumah di sekitar lokasi.
Salah satunya rumah milik Sawaludin yang berada di sebelah rumah Surjadi. Kondisi rumah tersebut juga memerlukan perhatian karena terlihat hampir roboh.
Lis menyebut rumah Sawaludin sebelumnya pernah mendapatkan bantuan pada 2017. Namun, seiring waktu, kondisi bangunan kembali membutuhkan penanganan.
“Rumah ini sebelumnya pernah mendapatkan bantuan pada 2017, namun sekarang kondisinya kembali membutuhkan perhatian. Datanya sedang kita minta untuk kita lihat bagaimana tindak lanjut bantuan yang bisa diberikan,” jelasnya.
Menurut Lis, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemutakhiran data warga yang membutuhkan bantuan.
Sebab, persoalan rumah tidak selalu berhenti setelah bantuan diberikan. Perubahan kondisi bangunan, usia rumah hingga kondisi ekonomi keluarga dapat membuat kebutuhan warga kembali berubah.
“Kita sekalian melihat rumah-rumah lain di sekitar sini. Data masyarakat yang membutuhkan harus kita pastikan, sehingga nanti bisa kita tindak lanjuti sesuai dengan kondisi dan program bantuan yang tersedia,” tambah Lis.
Bantuan untuk Surjadi
Dalam kunjungan tersebut, Surjadi menerima bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD Kota Tanjungpinang.
BPBD menyalurkan family kit dan paket sembako, sementara Dinas Sosial memberikan peralatan dapur, terpal, tenda gulung, dan kasur.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga Surjadi untuk sementara waktu setelah rumah mereka roboh.
Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, turut menyampaikan kepeduliannya terhadap keluarga yang terdampak.
Menurut Weni, bantuan yang diberikan mungkin tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan keluarga, tetapi setidaknya dapat meringankan kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi sulit.
“Semoga bantuan yang diberikan ini dapat membantu keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah mengalami musibah. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian lingkungan terhadap warga yang berada dalam kondisi rentan.
Masyarakat diminta tidak menunggu sampai terjadi musibah untuk menyampaikan kondisi rumah warga yang sudah mengalami kerusakan atau berada dalam kondisi rawan.
“Kalau ada kondisi rumah warga yang memang sudah mengkhawatirkan, segera disampaikan kepada RT, RW atau kelurahan agar bisa didata dan ditindaklanjuti,” ujar Weni.
Pemerintah Diminta Hadir Sebelum Musibah
Peninjauan di Tanjung Unggat menjadi pengingat bahwa persoalan rumah warga tidak selalu dapat dilihat hanya setelah bangunan roboh.
Ada rumah yang mungkin sudah lama mengalami kerusakan, namun belum tersentuh program bantuan. Ada pula rumah yang pernah mendapat bantuan, tetapi kembali membutuhkan perhatian setelah bertahun-tahun.
Karena itu, pendataan menjadi bagian penting agar pemerintah dapat menentukan prioritas penanganan berdasarkan kondisi nyata masyarakat.
Lis menegaskan, pemerintah bersama unsur terkait akan terus berupaya memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan.
“Kita berharap masyarakat yang mengalami musibah tidak merasa sendiri. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus berupaya memberikan perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa respons terhadap musibah tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Pemerintah juga perlu memastikan kondisi warga di sekitar lokasi ikut terpantau, sehingga potensi persoalan serupa dapat diantisipasi melalui pendataan dan program penanganan yang tepat.
Penulis : RP
Editor : IZ














