“Urusan Perut Enggak Ada Toleransi”, Cen Sui Lan Bahas Pasokan Pangan Natuna ke Mendag

- Publisher

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Bupati Natuna Cen Sui Lan menemui Menteri Perdagangan RI Budi Santoso membicarakan pendistribusian bahan pangan ke Natuna. Foto: Istimewa

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Bupati Natuna Cen Sui Lan menemui Menteri Perdagangan RI Budi Santoso membicarakan pendistribusian bahan pangan ke Natuna. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM — Persoalan ketersediaan bahan kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian Bupati Natuna Cen Sui Lan. Bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Cen Sui Lan menemui Menteri Perdagangan RI Budi Santoso di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas kelancaran distribusi bahan pangan dari luar daerah menuju Natuna. Pemerintah daerah berharap akses masuk barang kebutuhan pokok dapat dipermudah sehingga pasokan tetap tersedia dan harga tidak semakin membebani masyarakat.

Bagi Natuna, persoalan distribusi pangan memiliki tantangan tersendiri. Wilayah kabupaten tersebut sekitar 98 persen berupa lautan, sementara daratannya hanya sekitar 2 persen.

Kondisi geografis itu membuat sebagian besar kebutuhan masyarakat harus didatangkan dari luar daerah melalui jalur laut. Beras, bawang, cabai dan berbagai kebutuhan sehari-hari membutuhkan rantai distribusi yang panjang sebelum sampai ke pasar-pasar Natuna.

Ketika terjadi keterlambatan kapal atau gangguan distribusi, dampaknya dapat langsung dirasakan masyarakat melalui berkurangnya stok maupun meningkatnya harga komoditas.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kinerja, Bupati Natuna Terbitkan Edaran Disiplin Kerja ASN dan Non-ASN

Karena itu, Cen Sui Lan menilai kelancaran pasokan pangan tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa.

“Urusan perut enggak ada toleransi,” tegas Cen saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Dorong Kemudahan Distribusi Pangan

Pertemuan dengan Menteri Perdagangan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan sekaligus menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di Natuna.

Berbeda dengan wilayah daratan yang memiliki alternatif pasokan melalui jalur darat dari daerah sekitar, Natuna sangat bergantung pada transportasi laut.

Artinya, kelancaran distribusi dari luar daerah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar. Gangguan kecil dalam rantai pasok dapat menimbulkan dampak lebih besar karena pilihan jalur distribusi yang terbatas.

Cen Sui Lan berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan memberikan perhatian terhadap karakteristik Natuna sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan.

BACA JUGA:  Bupati Natuna Keluarkan Surat Edaran Pencegahan Karhutla di Tengah Ancaman El Niño

Kemudahan masuknya barang-barang kebutuhan pokok dinilai penting untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pangan secara berkelanjutan.

Selain kebutuhan rumah tangga, ketersediaan bahan pangan juga berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Natuna.

Program tersebut membutuhkan dukungan pasokan bahan pangan yang cukup dan lancar untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah.

Dengan demikian, distribusi pangan tidak hanya menyangkut aktivitas perdagangan, tetapi juga mendukung keberlangsungan program pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Harap Hasil Pertemuan Berjalan Baik

Cen Sui Lan menyampaikan pertemuan bersama Mendag Budi Santoso berjalan dengan baik. Namun, ia memilih menyikapi hasil pembahasan tersebut secara hati-hati dan menyerahkan proses selanjutnya kepada ikhtiar serta doa.

“Mari kita doakan agar apa yang kita inginkan dapat berjalan dengan semestinya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gelar Audiensi Bersama Komunitas Maritim Natuna, Cen Sui Lan Ajak Komunitas Perkuat Kolaborasi dalam Membangun Natuna

Harapan pemerintah daerah terutama berkaitan dengan kelancaran masuknya komoditas penting seperti beras, bawang, cabai dan kebutuhan pokok lainnya ke Natuna.

Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, persoalan pangan bukan hanya tentang ada atau tidaknya barang di pasar. Di dalamnya terdapat persoalan jarak, biaya angkutan, ketepatan waktu distribusi hingga kemampuan masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, upaya membuka akses pasokan pangan menjadi bagian penting dari tanggung jawab pemerintah untuk memastikan masyarakat Natuna tidak terus menanggung beban logistik akibat kondisi geografis.

Natuna boleh berada jauh di ujung utara Indonesia. Namun, jarak tersebut tidak semestinya menjadi alasan bagi masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.

Sebab pada akhirnya, menjaga pasokan pangan berarti menjaga kehidupan sehari-hari masyarakat tetap berjalan, dari dapur rumah tangga hingga dapur penyedia makanan bergizi bagi anak-anak Natuna.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Buktikan Anak Perbatasan Bisa Bersaing, Fedro Raih Nilai Tertinggi Seleksi STMKG
Pemkab Natuna Buka Pendaftaran UMKM untuk Kuliner Gratis Kenduri Rakyat, Ini Syaratnya
Bukan Sekadar Mancing! KPDN-PORDI Hidupkan Tradisi Ngael Cancang, Perkuat Silaturahmi Lintas Generasi di Natuna
Ranai Bersolek! Cen Sui Lan Ajak Warga Gotong Royong, Natuna Bersiap Sambut Agenda Besar 2028
Domino Satukan Wartawan Natuna, Raja Mustakim Ungkap Perjalanan Bersejarah di PWI dan Ajak Pers Bangun Daerah
Bereskan Utang Lama Rp187 Miliar, Cen Sui Lan Siapkan Langkah Baru untuk Natuna
Pemuda Natuna Diajak Jadi Generasi Unggul: Berani Memimpin, Siap Melayani Rakyat
Tutup Turnamen Domino Gen Z, Raja Mustakim: Jangan Biarkan Anak Muda Natuna Jadi Penonton

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:58 WIB

Buktikan Anak Perbatasan Bisa Bersaing, Fedro Raih Nilai Tertinggi Seleksi STMKG

Selasa, 3 November 2026 - 07:54 WIB

Pemkab Natuna Buka Pendaftaran UMKM untuk Kuliner Gratis Kenduri Rakyat, Ini Syaratnya

Minggu, 1 November 2026 - 15:54 WIB

Bukan Sekadar Mancing! KPDN-PORDI Hidupkan Tradisi Ngael Cancang, Perkuat Silaturahmi Lintas Generasi di Natuna

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Ranai Bersolek! Cen Sui Lan Ajak Warga Gotong Royong, Natuna Bersiap Sambut Agenda Besar 2028

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Domino Satukan Wartawan Natuna, Raja Mustakim Ungkap Perjalanan Bersejarah di PWI dan Ajak Pers Bangun Daerah

Berita Terbaru