INIKEPRI.COM – AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K. mendapat kepercayaan menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2007 tersebut bukan nama baru bagi masyarakat Kepulauan Riau. Sebelum melanjutkan penugasannya di Sumatera Barat, Nendra pernah menjalankan sejumlah tugas kepolisian di wilayah Kepri, termasuk di Karimun, Bintan, dan Polda Kepri.
Pengalaman panjang di bidang reserse narkoba menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya. Kini, pengalaman tersebut dibawa ke Bumi Sikerei untuk menjalankan tugas sebagai pimpinan sementara Polres Kepulauan Mentawai.
Kedatangan perdana Nendra di Mentawai berlangsung pada Rabu (23/9/2026). Ia tiba di Dermaga Tuapeijat, Kilometer 0, Kecamatan Sipora Utara, menggunakan kapal cepat Mentawai Fast.
Kedatangannya disambut Wakapolres Kepulauan Mentawai Kompol Irwandi Idham, S.H., M.H., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kepulauan Mentawai.

Suasana penyambutan berlangsung hangat. Nendra datang dengan pakaian kasual tanpa atribut dinas lengkap. Setelah turun dari kapal, ia menyalami satu per satu jajaran PJU yang telah menunggu di dermaga.
Mengawali Tugas dengan Silaturahmi
Hari pertama Nendra di Mentawai tidak langsung diisi dengan agenda kedinasan yang padat.
Bersama jajaran PJU Polres Kepulauan Mentawai, ia bergerak menuju kawasan Pantai Jati untuk makan siang bersama. Agenda kemudian dilanjutkan dengan salat Zuhur berjamaah.
Wakapolres Kepulauan Mentawai Kompol Irwandi Idham mengatakan, kedatangan perdana Nendra lebih difokuskan pada silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dengan jajaran personel.
Langkah tersebut menjadi bagian awal bagi Nendra untuk mengenal personel, lingkungan kerja, sekaligus memahami karakteristik wilayah hukum Polres Kepulauan Mentawai.
Untuk sementara, Nendra akan beradaptasi dengan kondisi wilayah Pulau Sipora. Sejumlah agenda kedinasan dan peninjauan lingkungan kantor Polres Kepulauan Mentawai akan dilakukan secara bertahap.
Pernah Menangani Kasus Narkoba di Kepri
Jauh sebelum dipercaya menjadi Plt Kapolres Mentawai, Nendra telah melewati sejumlah penugasan di bidang pemberantasan narkotika.
Ia pernah menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Karimun, kemudian dipercaya sebagai Kasat Resnarkoba Polres Bintan.
Saat bertugas di Bintan, Nendra turut terlibat dalam pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti sabu seberat sekitar 119 kilogram di Desa Berakit.
Pengungkapan tersebut menjadi salah satu kasus narkotika dalam skala besar yang ditangani Polres Bintan pada masa itu.
Rekam jejaknya di Kepri tidak berhenti di Bintan. Nendra kemudian menjalankan tugas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri.
Di lingkungan Ditresnarkoba Polda Kepri, ia pernah dipercaya menjalankan tugas sebagai PS Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Kepri dan kemudian Analis Kebijakan Pertama Bidang Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Kepri.
Pernah Terlibat Pengungkapan Laboratorium Narkoba di Batam
Salah satu catatan penanganan kasus narkotika yang terkait dengan perjalanan Nendra di Ditresnarkoba Polda Kepri adalah pengungkapan laboratorium narkoba di sebuah apartemen di Batam pada Mei 2024.
Dalam kasus tersebut, Ditresnarkoba Polda Kepri membongkar aktivitas pengolahan narkotika di Apartemen Queen Victoria Batam dan mengamankan tiga tersangka.
Petugas juga menyita puluhan botol berisi narkotika jenis sabu cair. Pengungkapan tersebut dilakukan setelah polisi memperoleh informasi masyarakat dan melakukan penyelidikan selama sekitar dua bulan.
Saat itu, pengungkapan dilakukan oleh Subdit III Ditresnarkoba Polda Kepri. Kasus tersebut menjadi salah satu gambaran tantangan pemberantasan narkotika yang dihadapi aparat kepolisian di wilayah Kepulauan Riau, terutama Batam yang berada di jalur strategis perlintasan internasional.
Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka yang kemudian menjalani proses pemeriksaan dan diproses berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Catatan pengungkapan tersebut menambah panjang pengalaman Nendra dalam menangani perkara narkotika, baik pada tingkat kewilayahan maupun di lingkungan Polda Kepri.
Dari Kepri Berlanjut ke Polda Sumbar
Setelah menjalankan berbagai penugasan di Kepri, karier Nendra berlanjut ke Polda Sumatera Barat.
Di sana, ia dipercaya sebagai Kepala Subdirektorat II Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat.
Sebelum mendapat tugas baru di Mentawai, Nendra juga mengikuti Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Tahun Anggaran 2025.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia dipercaya menjalankan tugas sebagai Plt Kapolres Kepulauan Mentawai.
Mengisi Posisi Kapolres Sementara
Penunjukan Nendra dilakukan ketika AKBP Rory Ratno tidak menjalankan tugas sebagai Kapolres Kepulauan Mentawai dalam proses pemeriksaan internal oleh Propam Polda Sumatera Barat.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy sebelumnya menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap Rory berkaitan dengan adanya pengaduan yang diterima Polda Sumbar, termasuk dugaan penyalahgunaan anggaran DIPA.
Propam Polda Sumbar juga disebut masih mendalami sejumlah informasi terkait dugaan aktivitas ilegal di wilayah Kepulauan Mentawai dan kemungkinan keterkaitannya dengan pihak yang diperiksa.
Hingga informasi tersebut disampaikan, proses pemeriksaan masih berjalan dan belum terdapat kesimpulan akhir yang menyatakan Rory terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana dugaan yang diperiksa.
Dalam situasi tersebut, Nendra mendapat tugas sementara untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polres Kepulauan Mentawai tetap berjalan.
Bekal Pendidikan dan Pengalaman
Nendra merupakan alumnus Akpol 2007 dan menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.). Ia juga mengikuti pendidikan Sespimmen Polri Tahun Anggaran 2025.
Perjalanan kariernya menunjukkan pengalaman yang cukup panjang di bidang reserse narkoba, mulai dari penugasan di Polres Karimun dan Bintan, Ditresnarkoba Polda Kepri, hingga Ditresnarkoba Polda Sumatera Barat.
Kini, tugas baru menanti di wilayah kepulauan yang memiliki karakter geografis dan tantangan pelayanan tersendiri.
Bagi Nendra, Mentawai bukan sekadar tempat penugasan baru. Kedatangannya menjadi awal dari tanggung jawab untuk menjaga keamanan, membangun komunikasi dengan personel, serta memastikan pelayanan kepolisian tetap hadir bagi masyarakat di Bumi Sikerei.
Hari pertama di Mentawai pun dimulainya dengan sederhana: bersalaman, bersilaturahmi, makan bersama, dan mengenali lingkungan sebelum menjalankan tugas lebih jauh.
Dari pengalaman di Kepri hingga penugasan di Sumatera Barat, perjalanan AKBP Nendra Madya Tias kini memasuki babak baru, memimpin sementara kepolisian di wilayah kepulauan yang membentang di barat Sumatera.
Penulis : IZ

















