INIKEPRI.COM – Kabar baik datang bagi masyarakat Natuna yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Program bedah rumah tahun 2026 mendapat tambahan alokasi melalui sejumlah jalur program pemerintah pusat.
Jika pada tahap pertama tersedia 165 unit melalui slot reguler Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Natuna), pada tahap berikutnya terdapat tambahan 224 unit. Dengan demikian, total alokasi yang disebutkan mencapai 389 unit rumah.
Kabid Permukiman Dinas Perkim Natuna, Suratmojo, mengatakan program bedah rumah merupakan perubahan nomenklatur dari program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan sebelumnya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Meski berganti nama, prinsip program tersebut tetap sama, yakni bantuan bersifat stimulan atau menjadi pemicu bagi masyarakat untuk meningkatkan kondisi rumah agar lebih layak dihuni.
“Program bedah rumah ini sebenarnya perubahan nama saja dari yang sebelumnya program RTLH, kemudian sebelumnya lagi BSPS atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Jadi sifatnya stimulan, sebagai pancingan untuk membantu masyarakat yang masuk dalam kelompok desil satu sampai empat,” ujar Suratmojo, Sabtu (26/9/2026).

Prioritas untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Suratmojo menjelaskan, penerima program diprioritaskan bagi masyarakat yang berada pada kelompok desil satu hingga empat, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Namun, masyarakat dari kelompok desil yang lebih tinggi juga masih dapat menjadi sasaran sepanjang memenuhi persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam masing-masing program.
Untuk tahun 2026, pemerintah pusat membuka sejumlah jalur tambahan yang dapat dimanfaatkan daerah.
Selain slot reguler melalui Dinas Perkim, tambahan tersebut berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), serta kementerian yang menangani bidang pendidikan.
Natuna Dapat 50 Unit dari Kemensos
Salah satu tambahan datang melalui Kemensos dengan alokasi 50 unit bedah rumah.
Program tersebut menyasar keluarga yang memiliki anak dan mengikuti program Sekolah Rakyat.
“Kita mendapatkan 50 unit tahun ini dari slot Kemensos. Kriterianya keluarga yang anaknya bersekolah di Sekolah Rakyat, karena program tersebut memang diarahkan untuk membantu masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan,” kata Suratmojo.
Selain Kemensos, Natuna juga memperoleh alokasi melalui jalur BNPP.
Program tersebut menyasar masyarakat yang tinggal di kawasan prioritas perbatasan. Sejumlah wilayah Natuna yang masuk dalam kawasan tersebut antara lain Pulau Laut, Serasan dan Subi.
Melalui jalur BNPP, Natuna memperoleh 150 unit rumah.
Sementara satu jalur lainnya berasal dari kementerian yang menangani bidang pendidikan. Kriterianya antara lain keluarga kurang mampu yang memiliki anak usia sekolah dengan kebutuhan khusus atau disabilitas.
Tahap Pertama 165 Unit, Tahap Kedua Tambah 224
Suratmojo merinci, program bedah rumah Natuna tahun ini terbagi dalam dua tahap.
Tahap pertama:
– 165 unit melalui slot reguler Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Natuna.
Tahap kedua:
– 224 unit tambahan melalui tiga jalur program pemerintah pusat, yakni BNPP, Kemensos dan kementerian yang menangani bidang pendidikan.
“Total yang ada di tahap satu kita 165 unit, slot reguler dari Perumahan dan Permukiman. Sedangkan tahap kedua ada 224 yang terdiri dari tiga slot, yaitu dari BNPP, dari Kemensos, kemudian dari kementerian yang menangani bidang pendidikan,” jelasnya.
Dengan tambahan tersebut, pemerintah daerah selanjutnya melakukan proses verifikasi dan penetapan calon penerima sesuai kriteria masing-masing program.
Program ini diharapkan bukan hanya memperbaiki kualitas fisik rumah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penanganan kemiskinan ekstrem di Natuna.
Desa Tanjung Pala Dapat Alokasi
Di tingkat desa, pemerintah desa ikut berperan dalam pendataan dan pengusulan warga yang dinilai membutuhkan bantuan.
Salah satunya Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut.
Kepala Desa Tanjung Pala, Yaswir, mengatakan pihaknya bersyukur karena wilayahnya mendapat alokasi program bedah rumah.
“Tentu saya selaku kepala desa sangat bersyukur sekali, karena ini adalah program dari Pak Presiden dan sangat membantu warga saya. Ini memang warga yang kurang mampu dan rumah-rumah yang perlu kita rehab,” ujar Yaswir.
Untuk Desa Tanjung Pala, terdapat 38 unit bantuan melalui program utama. Selain itu, terdapat satu unit tambahan dari Kemensos karena terdapat warga yang anaknya mengikuti program Sekolah Rakyat.
Saat ini, tahapan di tingkat desa telah memasuki proses verifikasi serta pembukaan rekening bagi calon penerima.
Yaswir berharap program tersebut dapat berjalan maksimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga mengatakan pemerintah desa masih akan mengusulkan rumah warga lainnya yang dinilai perlu mendapatkan perbaikan pada program berikutnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan kepada warga kami. Ke depannya tentu kami akan mengusulkan lagi, karena masih ada beberapa rumah yang perlu direhab. Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan ini semuanya dapat bekerja dengan baik,” katanya.
Dengan bertambahnya alokasi dari berbagai jalur, semakin banyak rumah masyarakat Natuna yang berpeluang mendapatkan perbaikan.
Bagi pemerintah daerah, program bedah rumah tidak sekadar menyentuh persoalan fisik bangunan, tetapi juga berkaitan dengan upaya menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendukung penanganan kemiskinan di daerah perbatasan.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















