Bakamla RI Berhasil Usir Kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara

- Publisher

Rabu, 23 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil mendeteksi dan mengusir kapal China Coast Guard (CCG) 5402 yang mengganggu kegiatan Survei dan Pengolahan Data Seismik 3D Arwana yang dilakukan oleh PT. Pertamina East Natuna dengan menggunakan Kapal MV Geo Coral, Natuna, Selasa, (22/10/2024). Foto. tni.mil.id

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil mendeteksi dan mengusir kapal China Coast Guard (CCG) 5402 yang mengganggu kegiatan Survei dan Pengolahan Data Seismik 3D Arwana yang dilakukan oleh PT. Pertamina East Natuna dengan menggunakan Kapal MV Geo Coral, Natuna, Selasa, (22/10/2024). Foto. tni.mil.id

INIKEPRI.COM – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil mendeteksi dan mengusir kapal China Coast Guard (CCG) 5402 yang mengganggu kegiatan survei dan pengolahan data seismik 3D Arwana. Kegiatan ini dilakukan oleh PT Pertamina East Natuna menggunakan kapal MV Geo Coral di wilayah Laut Natuna Utara, yang termasuk dalam Landas Kontinen Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima oleh INIKEPRI.COM, pada Selasa (22/10/2024), dijelaskan bahwa insiden tersebut terjadi di perairan Natuna Utara, di mana CCG 5402 mengklaim wilayah tersebut sebagai bagian dari yurisdiksi Tiongkok, meskipun secara hukum internasional merupakan bagian dari Indonesia.

BACA JUGA:  Empat Nelayan Batam Kembali ke Tanah Air Setelah Diamankan di Perairan Malaysia

Pengusiran Kapal China itu dimulai setelah Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla RI menerima informasi intelijen tentang keberadaan kapal CCG 5402 yang mengganggu kegiatan survei. KN Tanjung Datu-301, salah satu kapal patroli Bakamla RI, segera dikerahkan ke lokasi dan mendeteksi kapal tersebut pada pukul 05.30 WIB, dengan jarak 7,3 nautical miles (NM) dari lokasi survei.

BACA JUGA:  Bakamla RI Geledah Tiga Kapal Tambang Pasir Ilegal di Perairan Karimun

Meskipun Bakamla RI sudah mencoba berkomunikasi melalui saluran radio, pihak China Coast Guard tetap bersikeras bahwa mereka berada di wilayah yurisdiksi Tiongkok. Namun, Bakamla RI menegaskan bahwa kapal tersebut sudah berada di dalam wilayah Indonesia.

Dalam operasi ini, KN Tanjung Datu-301 mendapat bantuan dari KRI Sutedi Senaputera 378, kapal perang milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), serta dukungan dari Pesawat Patroli Udara Maritim Bakamla RI. Bersama-sama, mereka melakukan manuver shadowing terhadap kapal CCG 5402 dan akhirnya berhasil memaksa kapal tersebut keluar dari wilayah yurisdiksi Indonesia.

BACA JUGA:  Bangga Prestasi Pelajar, Bupati Natuna Apresiasi Dedikasi Guru dan Kepala Sekolah

Bakamla RI menegaskan bahwa patroli intensif akan terus dilakukan di Laut Natuna Utara untuk memastikan kedaulatan perairan Indonesia serta kelancaran survei seismik yang sedang berlangsung. Patroli ini juga merupakan bagian dari komitmen Bakamla RI dalam menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah perairan Indonesia yang strategis tersebut.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Tak Mau Natuna ‘Terisolasi’ Saat Libur Sekolah, Cen Sui Lan Minta Docking KM Bukit Raya Ditunda
‘Blusukan’ ke Kompleks Perkantoran Bukit Arai, Cen Sui Lan Akui Banyak Gedung Pemkab Natuna Butuh Renovasi, Tapi Anggaran Terbatas
Cen Sui Lan Apresiasi Kejari Natuna atas RJ Penadah Emas, Rompi Tahanan Dilepas; “Hukum Juga Harus Mengedepankan Kemanusiaan”
Natuna Siapkan 350 Hektare Kebun Kelapa Baru, Program Hilirisasi Mulai Digulirkan
Apel Kamtibmas 2026, Raja Mustakim: Media Sosial Harus Jadi Ruang yang Menyejukkan, Bukan Penyebar Kebencian
Cen Sui Lan Siapkan Sekolah Satu Atap untuk Pulau Terluar Natuna, Cegah Desa Kehilangan Penduduk
Jangkau Wilayah Perbatasan, Cen Sui Lan Bawa Dokter dan Layanan Kesehatan Gratis ke Selaut
Cen Sui Lan Sambangi Selaut, Warga Sambut Hangat dan Harapkan Percepatan Pembangunan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:24 WIB

Tak Mau Natuna ‘Terisolasi’ Saat Libur Sekolah, Cen Sui Lan Minta Docking KM Bukit Raya Ditunda

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:18 WIB

‘Blusukan’ ke Kompleks Perkantoran Bukit Arai, Cen Sui Lan Akui Banyak Gedung Pemkab Natuna Butuh Renovasi, Tapi Anggaran Terbatas

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:10 WIB

Natuna Siapkan 350 Hektare Kebun Kelapa Baru, Program Hilirisasi Mulai Digulirkan

Senin, 22 Juni 2026 - 17:31 WIB

Apel Kamtibmas 2026, Raja Mustakim: Media Sosial Harus Jadi Ruang yang Menyejukkan, Bukan Penyebar Kebencian

Senin, 22 Juni 2026 - 08:37 WIB

Cen Sui Lan Siapkan Sekolah Satu Atap untuk Pulau Terluar Natuna, Cegah Desa Kehilangan Penduduk

Berita Terbaru