Dari Hilirisasi Silika hingga Direct Flight, Ansar Dorong Natuna Buka Akses Ekonomi ke Vietnam

- Publisher

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setahun lalu, bersama Bupati Cen Sui Lan, Gubernur Ansar bertemu Dubes Vietnam di Jakarta. Foto: Istimewa

Setahun lalu, bersama Bupati Cen Sui Lan, Gubernur Ansar bertemu Dubes Vietnam di Jakarta. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Natuna kembali didorong untuk membuka akses ekonomi yang lebih luas ke kawasan Asia Tenggara. Salah satu langkah yang mulai dijajaki adalah membuka penerbangan langsung dari Natuna menuju Vietnam.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan peluang penerbangan langsung tersebut telah dibicarakan bersama Duta Besar Vietnam.

Menurut Ansar, rute Natuna menuju Ho Chi Minh relatif dekat sehingga berpotensi mendukung konektivitas ekonomi, pariwisata maupun mobilitas masyarakat.

“Kalau dengan pesawat sekitar satu setengah jam. Kita sudah bertemu Dubes Vietnam dan sudah membahasnya. Tinggal kita komunikasikan lebih lanjut dengan Kementerian Luar Negeri,” kata Ansar, Senin (28/9/2026).

Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka lebih banyak akses bagi Natuna yang berada di wilayah terdepan Indonesia.

Natuna Dinilai Butuh Kebijakan Khusus

Ansar menegaskan Natuna memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan wilayah lain di Kepulauan Riau.

BACA JUGA:  Pemprov Kepri Raih Penghargaan ITKP Terbaik Ke-II Secara Nasional

Selain kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan, kebutuhan masyarakat serta posisi strategis Natuna juga menjadi pertimbangan dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah.

Karena itu, menurut Ansar, Natuna membutuhkan kebijakan yang dapat memperkuat konektivitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Setahun sebelumnya, Ansar bersama Bupati Natuna Cen Sui Lan juga telah bertemu dengan Dubes Vietnam di Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama ekonomi, termasuk sektor pariwisata dan transportasi.

Gagasan membuka penerbangan langsung kemudian kembali mengemuka sebagai salah satu opsi untuk memperluas konektivitas Natuna dengan negara tetangga.

Singapura Juga Dibidik

Selain Vietnam, akses penerbangan langsung menuju Singapura juga pernah didorong pemerintah pusat.

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno saat berkunjung ke Natuna disebut mendorong pemerintah daerah menjajaki pembukaan rute Natuna-Singapura.

Pembukaan akses tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Natuna.

BACA JUGA:  Ansar Perjuangkan Kepri Kelola Labuh Jangkar

Peluang tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya konektivitas penerbangan dari Singapura menuju sejumlah destinasi di Indonesia.

Dengan posisi Natuna yang berada di kawasan strategis, pengembangan konektivitas udara dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dorong Hilirisasi Silika

Upaya memperluas konektivitas tersebut berjalan beriringan dengan agenda pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Ansar sebelumnya mendorong agar potensi silika di Natuna tidak hanya berhenti sebagai komoditas bahan mentah untuk diekspor.

Hilirisasi diperlukan agar nilai tambah dari sumber daya tersebut dapat lebih banyak dinikmati melalui pengembangan produk turunannya.

Produk turunan silika juga memiliki keterkaitan dengan kebutuhan sejumlah sektor, termasuk industri dan energi terbarukan.

Pemerintah daerah disebut telah menjajaki kerja sama dengan investor untuk mendorong agenda tersebut.

BACA JUGA:  Cuaca Kepulauan Riau Terik di Hari Kedua Lebaran, Suhu Capai 32 Derajat

Salah satunya melalui penjajakan dengan Kibing Group saat kunjungan ke Tiongkok. Pemerintah daerah menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara investor tersebut dengan pemodal dari Indonesia untuk menjajaki pengembangan hilirisasi di Natuna.

Di sisi lain, pengembangan Natuna juga mendapat perhatian dari sejumlah pihak dalam konteks investasi dan infrastruktur.

Arsari Group melalui PT Nations Petroleum sebelumnya ditetapkan sebagai pemenang lelang langsung Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha.

Sementara itu, Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) juga disebut memiliki ketertarikan untuk mendukung revitalisasi pelabuhan di Natuna.

Berbagai penjajakan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan Natuna tidak hanya berbicara mengenai sektor migas, tetapi juga konektivitas, pariwisata, industri pengolahan dan infrastruktur.

Bagi pemerintah daerah, penguatan konektivitas dengan negara tetangga menjadi salah satu bagian dari upaya menjadikan posisi strategis Natuna sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat dan daerah.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Mooncake Festival Meriah, Amsakar Bicara Potensi Budaya untuk Gerakkan Ekonomi Batam
18 Koperasi Desa Merah Putih Batam Diverifikasi, Tinggal Menunggu Tahap Serah Terima
Cegah Banjir, Batam Rutin Normalisasi Drainase hingga Siapkan Kolam Retensi 2027
Cuaca Kepri Senin 28 September, BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Batam hingga Anambas Hari Ini
HMI Natuna Dukung ANRC yang Digagas Raja Mustakim Kawal Hak Daerah, DBH Migas Harus Berbasis Data
Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan
Kabar Baik! Bedah Rumah Natuna 2026 Dapat Tambahan Ratusan Unit dari Pusat, Ini Rinciannya
Waspada Cuaca Kepri Hari Ini, Batam, Karimun, Natuna dan Anambas Berpotensi Hujan Disertai Petir

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:20 WIB

Dari Hilirisasi Silika hingga Direct Flight, Ansar Dorong Natuna Buka Akses Ekonomi ke Vietnam

Senin, 28 September 2026 - 10:57 WIB

Mooncake Festival Meriah, Amsakar Bicara Potensi Budaya untuk Gerakkan Ekonomi Batam

Senin, 28 September 2026 - 07:22 WIB

18 Koperasi Desa Merah Putih Batam Diverifikasi, Tinggal Menunggu Tahap Serah Terima

Senin, 28 September 2026 - 07:00 WIB

Cegah Banjir, Batam Rutin Normalisasi Drainase hingga Siapkan Kolam Retensi 2027

Minggu, 27 September 2026 - 14:48 WIB

HMI Natuna Dukung ANRC yang Digagas Raja Mustakim Kawal Hak Daerah, DBH Migas Harus Berbasis Data

Berita Terbaru