Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik

- Publisher

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo dan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra bersama para pembicara dalam sesi Regional Dialogue Series – Indonesia di Data Centre World Asia, Singapura. PLN Batam menyiapkan pengembangan kapasitas pembangkitan secara bertahap mengikuti pertumbuhan kebutuhan listrik. Foto: INIKEPRI.COM/PLN Batam

Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo dan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra bersama para pembicara dalam sesi Regional Dialogue Series – Indonesia di Data Centre World Asia, Singapura. PLN Batam menyiapkan pengembangan kapasitas pembangkitan secara bertahap mengikuti pertumbuhan kebutuhan listrik. Foto: INIKEPRI.COM/PLN Batam

INIKEPRI.COM – Batam semakin diperhitungkan dalam peta investasi industri data center di Asia Tenggara. Di tengah kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring ekspansi pusat data dan teknologi berbasis artificial intelligence (AI), kesiapan infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu faktor penting yang harus dipastikan.

Hal itu menjadi salah satu isu yang dibahas Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, saat tampil dalam Data Centre World Asia, bagian dari rangkaian Tech Week Singapore 2026 di Sands Expo & Convention Centre, Singapura, 29–30 September 2026.

“PLN Batam berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan industri data center dengan memastikan ketersediaan listrik yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan. Kami terus mempersiapkan sistem kelistrikan Batam untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di masa depan, termasuk melalui pengembangan kapasitas pembangkitan secara bertahap sesuai dengan pertumbuhan demand,” ujar Kwin Fo.

Dalam forum bertajuk The Race for Southeast Asia’s Data Halls: Can Indonesia Build the Power, the Rules, and the Talent to Win? tersebut, Kwin Fo memaparkan kesiapan PLN Batam dalam menopang pertumbuhan industri data center di Batam.

BACA JUGA:  PLN Batam dan Lanud Hang Nadim Komitmen Tingkatkan Kerja Sama untuk Pelayanan Masyarakat

Sesi tersebut merupakan bagian dari Regional Dialogue Series Indonesia yang diinisiasi Indonesia Data Center Ecosystem Council (IDCEC). Kwin Fo hadir bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Stella Christie.

Menurut Kwin Fo, kebutuhan terhadap pusat data terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan digital, komputasi awan, dan teknologi AI. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap pasokan listrik yang stabil dan mampu mengikuti pertumbuhan beban menjadi semakin penting.

Batam sendiri memiliki sejumlah faktor yang membuatnya dilirik investor data center. Salah satunya adalah posisi geografis yang berdekatan dengan Singapura. Selain itu, status kawasan perdagangan bebas serta dukungan infrastruktur dan ekosistem investasi turut menjadi daya tarik.

“Ketika berbicara mengenai pengembangan data center di Indonesia, Batam semakin dikenal oleh investor global. Kedekatannya dengan Singapura dan posisinya sebagai bagian dari kawasan perdagangan bebas memberikan nilai tambah yang sangat menarik bagi investor, khususnya di sektor teknologi dan AI,” jelasnya.

Namun, peluang tersebut juga membawa tantangan. Pertumbuhan data center membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar dengan tingkat keandalan tinggi. Karena itu, PLN Batam harus memastikan kapasitas sistem kelistrikan dapat berkembang seiring dengan masuknya investasi baru.

BACA JUGA:  PLN Siap Penuhi Kebutuhan Listrik 1.008 MVA dari 8 Perusahaan di Batam

Kwin Fo mengatakan pengembangan kapasitas pembangkitan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan pertumbuhan kebutuhan listrik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kemampuan sistem kelistrikan Batam.

Tidak hanya soal kapasitas listrik, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian. Industri data center global kini semakin membutuhkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan seiring meningkatnya tuntutan terhadap pengurangan emisi.

“Pertumbuhan data center tidak hanya membutuhkan listrik dalam jumlah besar, tetapi juga membutuhkan listrik yang semakin hijau. Karena itu, PLN Batam mempersiapkan keduanya secara bersamaan: keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan industri dan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung agenda keberlanjutan,” pungkas Kwin Fo.

Selain PLN Batam, BP Batam turut mengambil bagian dalam forum tersebut melalui Wakil Kepala BP Batam. Kehadiran kedua institusi tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan industri data center di Batam tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan listrik, tetapi juga kesiapan kawasan dan iklim investasi.

BACA JUGA:  Srikandi PLN Batam Turut Serta dalam Siaga Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

Menurut Kwin Fo, kemudahan proses investasi menjadi salah satu faktor yang turut menentukan daya saing Batam dalam menarik investor teknologi.

“Batam memiliki keunggulan sebagai kawasan perdagangan bebas. Dukungan BP Batam dalam memberikan kemudahan dan kecepatan proses investasi menjadi salah satu faktor penting yang membuat Batam semakin menarik bagi investor teknologi dan data center,” tambahnya.

Data Centre World Asia sendiri merupakan bagian dari Tech Week Singapore 2026 yang mempertemukan pelaku industri teknologi, investor, pembuat kebijakan, hingga penyedia infrastruktur digital. Tahun ini, agenda tersebut memasuki penyelenggaraan ke-12 dengan fokus pada perkembangan pusat data sebagai salah satu fondasi ekonomi digital.

Bagi PLN Batam, forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kesiapan kelistrikan Batam sekaligus memperkuat jejaring dengan pelaku industri data center dan teknologi di kawasan Asia Tenggara.

Dengan posisi Batam yang berdekatan dengan Singapura dan terus berkembang sebagai kawasan investasi, kesiapan listrik menjadi salah satu pekerjaan penting agar peluang pertumbuhan industri data center dapat diikuti dengan kemampuan infrastruktur yang memadai.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Rp11 Miliar Disiapkan, Pemko Batam Sudah Salurkan Rp2,73 Miliar ke 23 Usaha Mikro
BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026
Bawa iPhone 18 atau iPhone Duo dari Luar Negeri ke Indonesia, Ini Hitungan Bea Masuk dan Pajaknya
Adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo Menangkan Lelang Blok Migas Natuna D-Alpha
RKA 2027 Rp2,44 Triliun, BP Batam Perkuat Infrastruktur dan Percepatan Investasi
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28%, Melampaui Kepri dan Nasional
Harga BBM Pertamina Naik, Berapa Harganya di Batam? Cek Daftarnya
Realisasi Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 38,97 Triliun, BP Batam: Kepastian dan Kemudahan Berusaha Jadi Faktor Penting Gaet Investor

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik

Senin, 28 September 2026 - 14:01 WIB

Rp11 Miliar Disiapkan, Pemko Batam Sudah Salurkan Rp2,73 Miliar ke 23 Usaha Mikro

Sabtu, 26 September 2026 - 08:30 WIB

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

Senin, 21 September 2026 - 07:13 WIB

Bawa iPhone 18 atau iPhone Duo dari Luar Negeri ke Indonesia, Ini Hitungan Bea Masuk dan Pajaknya

Sabtu, 19 September 2026 - 09:01 WIB

Adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo Menangkan Lelang Blok Migas Natuna D-Alpha

Berita Terbaru