INIKEPRI.COM – Warga Kepulauan Riau diminta kembali mewaspadai potensi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Senin, 5 Oktober 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam memperingatkan sebaran asap berpotensi menyebabkan kondisi udara kabur di sejumlah wilayah Kepri.
Kondisi tersebut dapat berdampak pada jarak pandang sekaligus mengganggu kenyamanan dan kesehatan pernapasan masyarakat.
Berdasarkan prakiraan BMKG, fenomena udara kabur berpotensi terjadi mulai pagi hingga malam hari di sebagian besar wilayah Kepri.
Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut meliputi Kota Batam, Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas.
Kondisi atmosfer yang relatif kering juga diperkirakan masih berlangsung. BMKG memprakirakan kelembapan udara lapisan atas di wilayah Kepri cenderung kering sehingga kurang mendukung pertumbuhan awan hujan pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Meski demikian, secara umum cuaca Kepri diprakirakan cerah berawan hingga berawan, dengan peluang hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal.
Batam hingga Anambas Berpotensi Udara Kabur
Untuk Batam, BMKG memprakirakan kondisi udara kabur pada pagi dan siang hari. Pada malam hari cuaca diprediksi berawan, kemudian kembali berpotensi udara kabur pada dini hari.
Suhu Batam diprakirakan berada pada kisaran 26–33 derajat Celsius, dengan angin dari arah selatan berkecepatan sekitar 2–12 kilometer per jam.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Tanjungpinang dan Bintan. Kedua wilayah tersebut diprakirakan mengalami udara kabur pada pagi dan siang, berawan tebal pada malam hari, serta kembali kabur pada dini hari.
Di Karimun, udara kabur juga berpotensi terjadi pada pagi dan siang hari. Sementara malam hari diprakirakan cerah berawan dan kembali berpotensi kabur pada dini hari.
Untuk Lingga, udara kabur diprakirakan terjadi pada pagi dan siang, disusul awan tebal pada malam hari. Suhu berada di kisaran 26–33 derajat Celsius dengan angin selatan yang dapat mencapai 18 kilometer per jam.
Sementara itu, Natuna dan Kepulauan Anambas juga berpotensi mengalami udara kabur pada sebagian periode. Natuna diprakirakan berkisar 26–32 derajat Celsius, sedangkan Anambas 26–33 derajat Celsius.
Warga Diminta Tetap Waspada
Dengan kondisi udara kabur yang berpotensi terjadi di banyak wilayah, masyarakat diimbau memperhatikan kondisi lingkungan dan kualitas udara, terutama ketika aktivitas dilakukan di luar ruangan.
Kondisi jarak pandang juga perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ketika udara mulai berkabut atau kabur.
BMKG juga mengingatkan bahwa sebaran asap karhutla dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Karena itu, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan selama kondisi atmosfer mendukung penyebaran asap.
Untuk Senin ini, Kepri bukan hanya menghadapi cuaca yang berubah-ubah, tetapi juga ancaman udara kabur yang dapat muncul sejak pagi. Batam, Tanjungpinang, Bintan hingga pulau-pulau terluar seperti Natuna dan Anambas masuk dalam wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Penulis : DI
Editor : IZ

















