INIKEPRI.COM — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepulauan Riau menyatakan dukungan terhadap sikap DPP KNPI yang mengecam penyebaran hoaks dan fitnah yang menyerang Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Sikap tersebut sebelumnya disampaikan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama yang menilai munculnya informasi hoaks dan fitnah terhadap Kapolri baru merupakan upaya untuk mengganggu sekaligus merusak citra dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Haris juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, kritik terhadap institusi negara tetap diperlukan dalam demokrasi, tetapi harus dibangun berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua KNPI Kepri Andhi Kusuma mengatakan, pihaknya sejalan dengan sikap DPP KNPI tersebut. Ia menilai penyebaran informasi palsu, fitnah, maupun narasi provokatif yang tidak memiliki dasar jelas dapat menimbulkan persepsi negatif dan mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
“Kami di KNPI Kepri mendukung sikap DPP KNPI. Hoaks dan fitnah tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi opini publik, apalagi sampai merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” kata Andhi Kusuma, Rabu (7/8/2026) malam.
Menurut Andhi, pergantian kepemimpinan di tubuh Polri merupakan momentum bagi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk membuktikan komitmen pembenahan institusi dan memperkuat hubungan antara polisi dengan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat memberikan kesempatan kepada Kapolri baru untuk menjalankan tugas dan programnya.
“Kita berikan kesempatan kepada Kapolri baru untuk bekerja. Kita kawal dan kita kritik apabila ada kebijakan atau tindakan yang memang tidak sesuai. Tetapi jangan membangun opini berdasarkan informasi palsu,” ujarnya.
Andhi menegaskan, dukungan terhadap kepemimpinan Kapolri Suyudi bukan berarti KNPI menutup ruang kritik terhadap Polri. Sebaliknya, kritik tetap menjadi bagian penting dari kontrol masyarakat terhadap institusi negara.
“KNPI tidak anti kritik. Kritik itu penting dalam demokrasi. Tetapi harus dibedakan antara kritik dengan fitnah, antara kritik dengan menyebarkan informasi yang tidak benar,” tegasnya.
Ia mengatakan, jika masyarakat memiliki persoalan atau menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota Polri, penyampaiannya seharusnya dilakukan berdasarkan fakta serta melalui mekanisme yang tersedia.
“Kalau ada persoalan terhadap Polri, sampaikan berdasarkan fakta dan data. Ada mekanisme pengaduan dan jalur hukum yang bisa digunakan. Jangan justru membuat atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Andhi.
Waspadai Disinformasi di Ruang Digital
Andhi juga sependapat dengan DPP KNPI bahwa derasnya arus informasi digital perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat melakukan verifikasi.
Menurutnya, informasi yang diproduksi dan disebarkan secara berulang dapat membentuk persepsi publik, meskipun informasi tersebut belum tentu benar.
Karena itu, generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital agar tidak menjadi tempat berkembangnya disinformasi dan provokasi.
“Generasi muda harus menjadi bagian dari gerakan melawan hoaks. Jangan setiap informasi yang viral langsung dipercaya dan dibagikan. Cek dulu sumbernya, cek faktanya,” ujarnya.
Andhi menilai persoalan hoaks tidak hanya berkaitan dengan reputasi seseorang, tetapi juga dapat berdampak lebih luas terhadap tingkat kepercayaan masyarakat kepada institusi negara.
“Kalau hoaks dibiarkan terus diproduksi dan disebarkan, yang rusak bukan hanya nama seseorang. Dalam jangka panjang, kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara juga bisa ikut rusak,” katanya.
Dukung Polri yang Profesional dan Dekat dengan Masyarakat
Lebih lanjut, KNPI Kepri berharap kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto dapat membawa Polri semakin dekat dengan masyarakat.
Menurut Andhi, kepercayaan publik harus dibangun melalui pelayanan yang profesional, transparan, humanis dan responsif.
“Polri membutuhkan kepercayaan masyarakat, dan masyarakat juga membutuhkan polisi yang profesional, humanis dan hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan,” ujarnya.
Ia juga menilai semangat untuk membangun Polri yang semakin dekat dengan masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan.
“Kita ingin Polri semakin dipercaya masyarakat. Caranya tentu bukan hanya dengan pernyataan, tetapi melalui pelayanan dan penegakan hukum yang adil, transparan dan profesional,” kata Andhi.
Andhi kembali menegaskan bahwa KNPI Kepri akan mendukung upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara sekaligus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis dan konstruktif.
“Kita dukung yang baik, kita kritik kalau ada yang salah. Tetapi semuanya harus berdasarkan fakta. Jangan sampai ruang digital kita dipenuhi fitnah dan hoaks yang justru memecah masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : IZ

















