Batam, inikepri.com – Kalau ditanya siapa orang paling kaya saat ini, sudah pasti jawabannya Jeff Bezos. Menurut data Forbes 2019, bos Amazon itu punya kekayaan US$ 131 miliar atau Rp1,87 kuadriliun. Tapi kekayaan Jeff enggak seberapa dibandingkan Mansa Musa.
Saking tajirnya, jumlah harta penguasa abad ke-14 itu tidak terhitung dan tidak terkalahkan sampai detik ini. “Tidak ada hitungan angka pasti mengenai jumlah kekayaan Musa,” kata penulis Time Jacob Davidson, dilansir dari Business Insider.
Orang Terkaya Sepanjang Masa
Karena kekayaan yang tidak terhitung jumlahnya, sejarawan ekonomi menyebut Mansa Musa sebagai orang paling kaya sepanjang masa.

Ia merupakan penguasa Afrika Barat abad ke-14 dari Kekaisaran Mali. Dia berkuasa dari 1312 hingga wafat pada 1337. Dia mewarisi kerajaan ketika kaisar atau Mansa Abu-Bakr melepas takhta pada 1312.
Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Mali sejahtera. Dia mengumpulkan kekayaan yang digambarkan sebagai hal yang tidak terhitung. Tanah Afrika kaya akan sumber daya alam, terutama emas. Selain itu, barang mewah melimpah ruah seperti tembaga, kulit sapi, rempah-rempah, manik-manik, garam, dan masih banyak lagi.
Emas murni jadi harta paling berharga di dunia pada saat itu. “Dalam deskripsi bahasa Arab tentang kekaisaran Mali, mereka menyarankan bahwa untuk setiap bongkahan emas yang ditemukan atau ditambang harus diberikan kepada raja,” kata Kathleen Berzock, kurator Caravans of Gold.
Kalau dihitung secara kira-kira, kekayaan Mansa Musa senilai sekitar US$ 400 miliar, tiga kali lipat dari kekayaan Jeff Bezos.
Pemimpin Yang Hebat
Di bawah pemerintahan Mansa Musa, Mali kaya dan sukses. Di masa itu, perdagangan, orang bebas melintasi melintasi Sahara antara Afrika Barat, Timur Tengah, dan bahkan Asia Timur.
Kerajannya membentang 3.200 kilometer dari pantai Atlantik. Di masa kini termasuk wilayah Senegal, Gambia, Guinea-Bissau, Cote d’Ivoire, Burkina Faso, Mali, Niger, Mauritania, dan Chad.
Dia juga berhasil memperluas pemerintahannya dan merebut 24 kota. Salah satunya Timbuktu yang menjadi pusat pembelajaran dan perdagangan. Di sana dia membangun istana agung, masjid, dan universitas.
Banjir Emas Yang Konon Rusak Perekonomian
Sebagai pemeluk agama Islam, Mansa Musa menunaikan ibadah Haji ke Mekah pada 1324. Dari perjalanan Haji itulah, namanya jadi terkenal.
Dia membagi-bagikan emas untuk orang-orang miskin hingga kota bagaikan hujan emas. Tapi niat baiknya ini malah merusak ekonomi di Kairo dan kota lain yang dilewatinya.
Nilai emas langsung jatuh dan harga pun naik. Sebagai pertanggungjawaban, dalam perjalanan pulang, Musa meminjam semua emas yang dapat ia bawa, dari peminjam uang di Kair dengan bunga yang tinggi. Tapi usahanya ini tidak berhasil.
Dilansir dari IFL Science, dikutip dari Suara.com, hal ini merupakan satu-satunya peristiwa dalam sejarah ketika seseorang mampu mengendalikan harga emas secara langsung di wilayah Laut Tengah.
Kejadian ini pun diabadikan di Atlas Katalan, sebuah peta yang disebut paling penting dalam periode abad pertengahan. Dalam peta tersebut terdapat ilustrasi Musa tengah memegang koin emas.
Mansa Musa meman bukan satu-satunya penguasa Afrika Barat yang kaya dan sukses. Tapi dia yang paling terkenal berkat penggambarannya di Atlas Catalan, yang ditugaskan oleh penguasa Mallorca pada 1375 sebagai hadiah diplomatik untuk sepupunya, Raja Perancis.
Sumber : www.hops.id
















